Manajemen Tanam Ala Petani Tradisional untuk Mencapai Untung Lebih

Harus diakui bahwa sebagian besar petani kita adalah petani tradisional, petani yang banyak mengandalkan cara-cara tradisional dalam mengolah lahan. Meski sebenarnya pola tradisional ini tidak sepenuhnya merupakan pilihan sadar tapi lebih pada karena kurangnya sosialisasi terhadap perkembangan teknologi terbaru dalam pengelolaan lahan pertanian. Trus apa tidak ada yang mendampingi? Ada sih, tapi hanya teori. Kalau hanya teori sesuai teks ketika diterapkan hasilnya tentu tidak sama. Itu yang menyebabkan rendahnya daya serap petani terhadap teknologi terbaru.
.
Dengan kondisi seperti di atas, ketika petani dihadapkan dengan permasalahan pertanian yang paling mendasar, Permasalahan tentang bagaimana meningkatkan keuntungan dari lahan yang semakin terbatas, Para petani tradisionalpun juga bisa berpikir modern, ya mereka memanajemen lahan terbatas milik mereka.

Jika petani dulu berpedoman pada pranoto mongso, maka petani sekarang hanya berpedoman bagaimana menggunakan lahan seefektif mungkin. Bisa dikatakan petani mulai meninggalkan budaya warisan leluhur tersebut. Petani sekarang lebih berkeyakinan siapa yang bisa mensuply pasar saat pasar butuh dialah yang akan mendapat untung. Untuk mencapai hal tersebut petani sudah memiliki jadwal yang detil sepanjang tahun mulai dari kapan membuat semaian, mulai tanam sampai tanggal panen.

Dan prinsip siapa cepat dia dapat menjadi acuan baru petani dalam mengelola lahan pertaniannya, ditengah harga yang tidak menentu saat panen.
Advertisement
Manajemen Tanam Ala Petani Tradisional untuk Mencapai Untung Lebih