"Peran" Pengoplos Pupuk dalam Pertanian Organik

Tertangkapnya beberapa pelaku pengoplos pupuk akhir-akhir ini, selain menimbulkan kegeraman di hati petani ternyata juga mampu menimbulkan hal positif. Berawal dari keluhan seorang petani ketikan pada musim tanam kali ini, ternyata untuk mencapai pertumbuhan padi seperti musim sebelumnya dibutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak. Faktor lambatnya perkembangan padi setelah dipupuk dan tampilan fisik pupuk yang tidak mudah larut (jenis NPK), menjadikan Petani ini terus menambah jumlah pupuk yang diaplikasikan pada tanaman padinya.

Meski belum tentu penyebab dari meningkatnya kebutuhan pupuk adalah kualitas pupuk yang menurun, tetapi karena akhirnya ada pengoplos pupuk yang tertangkap maka sangat wajar jika timbul kecurigaan bahwa pupuk yang beredar di kalangan petani ada yang sudah dioplos. Terlebih berdasarkan berita pelaku Pengoplos pupuk yang tertangkap adalah pemain lama yang sudah berulang kali tertangkap dengan kasus yang sama, dan tragisnya beberapa hari setelah ditangkap ternyata pelaku tersebut sudah bersantai di rumah. maka tentu tidak salah jika petani semakin tidak yakin akan kualitas pupuk yang dibelinya.

Hanya saja sudah menjadi sifat kebanyakan petani yang tidak banyak protes, karena protes pun tidak tau kemana harus protes maka solusi termudahnya adalah petani menghindari jenis pupuk yang sering dioplos dan yang menggembirakan petani dengan sadar mulai ada keinginan menggunakan produk-produk pupuk organik. 

Kita sepakat tindakan mengoplos pupuk merupakan tindakan jahat yang merugikan petani dan harus ditindak tegas, tapi jika akhirnya membuat petani secara sadar beralih menggunakan pupuk organik ,mungkin kita bisa memberikan "Award" bagi pengoplos pupuk. 
Advertisement
"Peran" Pengoplos Pupuk dalam Pertanian Organik