Thursday, 19 October 2017

Manfaat selada yang harus anda ketahui




manfaat selada

Selada, sayuran hijau yang cantik, setidaknya itu yang bisa dilihat dari foto. Selada  (Lactuca sativa) biasa ditanam di daerah beriklim sedang hingga tropis merupakan sayuran yang sering digunakan sebagai salad.

Selada diketahui berasal dari bagian timur Laut Tengah, menurut berbagai sumber selada yang kita konsumsi berasal dari spesies selada liar yang memiliki ciri daun berduri dan memiliki rasa yang agak pahit, tidak membentuk kepala seperti selada yang biasa kita konsumsi,dan memiliki banyak getah. Tentu tidak layak konsumsi.Yang selanjutnya dilakukan Pemuliaan untuk memperoleh tanaman yang tidak berduri, masa berbunga yang lebih lambat, berbiji besar dan tidak menyebar, tidak mengandung bergetah, dan tentu saja tidak lagi berasa pahit. selain itu memiliki  daun lebar dan besar, serta membentuk kepala. Selada yang membentuk kepala adalah tanaman yang kita kenal saat ini.

Za-zat yang terkandung dalam daun selada adalah Beberapa vitamin ; vitamin A, vitamin B6, vitamin C, vitamin K, Lutein, Protein, Betakaroten, Asam folat, Alkaloid, Kalium, Zat besi, Serat, Kolin. Kandungan nutrisi yang berlimpah pada daun selada tersebut tentu membuat daun ini memiliki banyak manfaat yang mungkin belum anda ketahui, beberapa yang disebutkan di sini adalah:

Pertumbuhan Tulang dan gigi

Bagi anak-anak selada sangat bagus karena bisa membatu pertumbuhan tulang dan gigi, serta dapat meningkatkan kecerdasan anak. Selain itu selada juga membantu menutrisi kulit kepala sehingga mempercepat pertumbuhan rambut, dan bagi ibu hamil sangat disarankan mengkonsumsi selada secara rutin, karena bisa menjaga kesehatan janin.

Mengobati diabetes

Kada gula darah yang cukup tinggi akan sangat berbahaya pada kesehatan dan memberikan dampak yang cukup buruk bagi oran tubuh lainnya. Daun selada yang sangat sedikit kandungan gulanya bisa anda konsumsi dalam jumlah banyak sekalipun dan bahkan khasiat dari daun ini akan menurunkan kadar gula darah.

Membantu program diet

Bagi anda yag sedang menjalani program diet, ada baiknya daun selada menjadi pilihan menu harian anda. Anda bisa mengkonsumsi sayuran ini untuk menurunkan berat badan Karena nutrisi yang ada di dalamnya akan membantu membakar lemak yang ada di dalam tubuh.

Penangkal radikal bebas dan Mencegah kanker

Salah satu penyebab tumbuhnya sel kanker yang ada di dalam tubuh adalah dari radikal bebas yang biasanya dihasilkan dari polusi udara Dengan tingginya kandungan seperti vitamin C dan beberapa senyawa lainnya maka akan menangkal pertumbuhan sel kanker yang ada di dalam tubuh kita. Sebagai pencegahannya kita bisa mengkonsumsi daun selada setiap hari mulai dari air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus, atau mengkonsumsinya secara langsung.selain itu rajin mengkonsumsi selada, dipercaya dapat melindungi kulit dari timbulnya zat toksin berbahaya. Serta dapat membuat kulit terlihat lebih bersih dan bercahaya.

Menyehatkan fungsi hati

Semakin bertumpuknya racun yang terpusat pada hati maka akan melemahkan kinerja hati atau liver. Maka mengkonsumsi daun selada setiap harinya akan membantu organ hati untuk menetralkan racun yang ada di dalam tubuh.

Obat awet muda

Dengan mengkonsumsi selada secara rutin kandungan Vitamin E juga bermanfaat untuk menjaga kulit dari paparan sinar UV, bisa mencegah efek penuaan dini seperti keriput, rambut rontok, menjaga kelembaban kulit dan mengurangi bintik hitam pada wajah. Tentu hal ini akan membuat anda terlihat lebih awet muda.

Obat Insomnia
Kandungan mineral yang dimiliki selada, seperti iodium, fosfor, besi, tembaga, kobalt, seng, kalsium, mangan, dan potasium, memiliki khasiat bisa menjaga keseimbangan metabolisme tubuh. Kulit luar yang hijau adalah yang paling baik. Dimasak perlahan-lahan selama 15 menit bisa menjadi obat bagi penderita insomnia.

Beragam manfaat dari daun selada tentu tentu sayang jika tidak digunakan untuk menjaga kesehatan tubuh kita.



Mengenal jernang, manfaat dan proses budidayanya




manfaat jernang dan budidaya jernang

 gambar:pikiranmerdeka.co
Jernang adalah sejenis resin yang dihasilkan dari beberapa spesies rotan dari marga Daemonorops. Resin berwarna merah ini telah sejak lama diperdagangkan dan dimanfaatkan sebagai bahan pewarna, dupa, dan bahan obat tradisional. Terutama dihasilkan dari Sumatera dan Kalimantan, sebutannya dalam berbagai daerah di antaranya adalah jernang, jerenang, jeranang, jeronang, dan lain-lain.

Jernang banyak tumbuh di hutan-hutan dengan ketinggian 300 m di atas permukaan laut, tumbuhan yang berkembang melalui biji ini memiliki tampilan batang kecil tumbuh berumpun dan menjalar hingga ketinggian 25 meter, buah berwarna coklat kemerahan dan berbiji tunggal.

Di dalam getah jernang mengandung senyawa dracoresen (11%), draco resinolanol (56 %), draco alban (2,5 %) sisanya asam benzoate dan asam bensolaktat. Getah jernang biasa digunakan sebagai campuran obat diare, disentri dan pembeku darah akibat luka, sebagai bahan baku pewarna porselen, pewarna marmer, bahan penyamakan kulit, bahan baku lipstick dan lain-lain.

Getah jernang memiliki manfaat yang cukup banyak diantaranya:

  • Menjaga kesehatan pencernakan
  • Meredakan gejala sariawan
  • Dipakai sebagai astringen untuk pasta gigi
  • Mengobati iritasi mata
  • Menghentikan pendarahan pada luka
  • Mengurangi trauma pada luka memar
  • Mencegah pembusukan luka

Dari 100 kg buah jernang didapat 3,5 kg getah jernang dengan harga per kg saat ini mencapai 1,2 juta rupiah. Jenis yang paling mahal harganya adalah jenang jenis dragon’s blood. Saat ini jika ingin membudidayakan jernang dapat diambil dari anakan jernang dalam hutan atau langsung dari biji jernang.

Harga jernang yang terus meningkat menyebabkan mulai langkanya tanaman ini, karena banyak pencari jernang yang menggunakan cara pintas dengan cara menebang untuk mengumpulkan jernang
Budi daya jernang sulit dilakukan salah satunya karena getah jernang diambil dari buah muda, sehingga sulit mendapatkan buah masak sebagai sumber benih. Untuk tumbuh kecambah saja butuh waktu hingga enam bulan

Saat ini pembudidayaan jernang Saat ini baru di daerah propinsi Jambi, sehingga hasil jernang di Indonesia dari budidaya masih sangat kecil. Artinya, ini merupakan peluang untuk investasi. Sebagai gambaran saat ini dari 1 ha tanaman jernang dapat menghasilkan 35 hingga 38 juta pertahun. Hal ini menjadi peluang tambahan bagi petani yang ingin membudidayakannya.

Dan berikut tahapan dalam proses budidaya jernang   
Pemilihan Benih

Benih rotan jernang dikumpulkan dari pohon induk dan buah yang matang alami di pohon. Tanda buah telah masak di pohon dapat diketahui melalui banyaknya sisa kulit buah setelah dimakan binatang (tupai, kera) yang berserakan di bawah pohon. Buah yang telah dipanen disimpan dalam karung dan diberi perlakuan khusus, agar kulit dan daging buah mudah dibersihkan (lunak). Benih rotan jernang memiliki kondisi struktur benih tidak berbeda jauh dengan jenis rotan yang lain. Benih akan tumbuh didahului dengan menonjolnya badan embrio dari badan benih sebagai bentuk bertambahnya jumlah sel. Selanjutnya dengan terdiferensiasinya sel menghasilkan akar primer (radicula) yang bergerak ke bawah (geotropis) dan setelah akar tumbuh dan berperan dalam penyerapan hara, akan diikuti dengan terdiferensiasinya calon tunas batang (plumula) yang akan bergerak ke atas (fototropis) untuk mencari cahaya. Badan embrio benih rotan terlindungi oleh lempeng katup (plug) yang cukup keras, sehingga untuk merangsang masuknya kadar air ke dalam embrio diperlukan perlakuan perendaman dalam air. Perlakuan perendaman benih dengan air selama 2 jam, secara teknis mampu mematahkan fungsi katup embrio sebagai pelindung. Sehingga secara fisiologis terbukti kadar air yang masuk ke dalam embrio benih meningkatkan prosentase tumbuh lebih baik hingga 88%.

Persiapan Media Pembibitan

Media pembibitan adalah campuran media tanah dengan kompos organik (1:2) dengan pemberian NPK sebanyak 5 gram. Dengan media tersebut, menghasilkan persen tumbuh bibit > 90%. Dalam proses pemeliharaan semai setelah dipindah ke dalam media tanam pada polibag, peran dosis NPK dan interaksi dengan jenis media berpengaruh sangat nyata terhadap persen pertumbuhan bibit rotan jernang. Pemberian pupuk dengan kandungan unsur utama (NPK) pada dosis tepat memberikan respon positif terhadap kualitas pertumbuhan tanaman. Pemberian pupuk kimia dan pupuk organik pada dosis yang tepat akan menghasilkan interaksi peran yang menguntungkan dalam proses pertumbuhan dan produksi tanaman. Kompos organik dengan C/N ratio 10-20 ideal digunakan untuk membantu tersedianya hara bagi pertumbuhan bibit tanaman sebelum dipindahkan ke lapangan. Dengan bahan dasar kompos dari tumbuhan 9 dengan komposisi serat tinggi akan menghasilkan struktur media tumbuh yang remah dan berperan optimal dalam pertukaran oksigen serta menghasilkan kelembaban media yang dibutuhkan tanaman, sehingga daya serap akar akan lebih mudah dalam mendukung pertumbuhan tanaman.

Penanaman

Lahan yang digunakan untuk budidaya rotan jernang tidak memerlukan pengolahan secara intensif. Penentuan letak tanam memperhatikan letak pohon untuk merambat rotan. Karena sesuai sifat fisiologis rotan dan karakter fisik serta pertumbuhannya, rotan jernang membutuhkan tegakan atau pohon yang akan berperan sebagai tempat merambat. Sehingga jarak tanam rotan jernang menyesuaikan dengan jarak tanam tegakan pohon yang telah ada.10 Dengan memperhatikan sifat/karakteristik tersebut, maka lahan penanaman untuk mengembangkan rotan jernang adalah :
-    Hutan sekunder atau hutan bekas tebangan berumur sekitar 3 tahun pasca penebangan/produksi.
-    Hutan tanaman kayu pertukangan, setelah pohon berumur sekitar 7- 10 tahun dengan tinggi pohon sekitar 10 m.
-    Hutan tanaman/kebun karet rakyat, berumur sekitar 5-7 tahun memiliki tinggi pohon sekitar 10 m. Populasi tanaman rotan jernang per hektar berkisar antara 500 – 800 rumpun tanaman.

Pemeliharaan Tanaman

Pemeliharaan tanaman rotan jernang dilakukan hingga tanaman berumur 2 tahun sejak penanaman di lapangan, dengan kegiatan sebagai berikut:

-    Penyiangan dan pendangiran

Penyiangan dilakukan dengan membersihkan gulma yang tumbuh disekitar tanaman hingga radius 0,5 m mengelilingi tanaman. Bersamaan dengan itu, perlu dilakukan pendangiran tanah sekitar tanaman agar gembur sehingga mampu merangsang pertumbuhan tanaman secara optimal. Dalam melakukan pendangiran harus hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman.

-    Pemupukan

Untuk mendapatkan pertumbuhan yang optimal dari rotan jernang, perlu dilakukan pemupukan 2 kali per tahun, yaitu pada awal dan akhir musim penghujan. Pada tanaman dengan usia <2 tahun, diperlukan ½-1 sendok makan urea atau ZA per tanaman, ditaburkan ke dalam rorak/lubang yang di buat di sekeliling tanaman rotan jernang.11 Sedang untuk tanaman yang sudah dewasa/siap berproduksi, diperlukan 250-500 mg pupuk NPK per tanaman. Disamping itu dapat juga ditambahkan dengan pupuk kandang/ kompos.

Pengendalian Hama/ Penyakit

Penyakit tanaman yang sering menyerang rotan jernang, antara lain penyakit busuk leher batang dan bercak kecoklatan yang sering dijumpai pada bibit tanaman di pesemaian. Untuk pencegahannya dilakukan dengan cara menghindari terjadinya genangan air di sekitar titik tanam atau dengan melakukan penyemprotan fungisida seminggu sekali. Sementara itu hama yang perlu diwaspadahi adalah penggerek batang/pucuk (Rynchophorus dan Macrocyrus) dan penggerek pucuk (Artona catoxantha) serta hama Kumbang Daun.

Panen 

Buah rotan jernang panen pertama kali pada umur 5-7 tahun. Rotan jernang berbuah sepanjang tahun, akan tetapi panen raya berlangsung antara bulan September-Oktober. Di sekitar ruas batang akan keluar sekumpulan tangkai buah. Satu pohon akan memiliki 5-8 tangkai buah. Satu batang tanaman rotan pada usia produktif dapat menghasilkan buah 10 kg.
Pemungutan buah rotan jernang dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dengan cara diunduh, dan dikumpulkan dalam wadah. Pemanenan buah rotan jernang dilakukan dengan hati-hati dengan menggunakan galah atau memanjat pohon tempat rotan tersebut merambat. Buah rotan jernang dipanen saat buah belum masak penuh, atau kira-kira berumur 3 bulan sejak terjadinya penyerbukan. Buah siap panen masih diselimuti kulit buah dan belum sampai puncak matang buah dengan ciri warna kemerahan.

Tuesday, 17 October 2017

Panen padi 4 kali setahun, mungkinkah?

padi berumur 70 hari

Jika anda browsing dengan kata kunci "padi berumur 70 hari" maka anda akan diarahkan pada sebuah berita tentang inovasi benih padi, yang diberi nama sesuai usia tanamnya M70D, bahkan dalam sebuah situs, diberi judul yang sangat menggugah, panen padi 4 kali setahun. Sebagai petani saya tentu gembira dengan inovasi seperti itu, siapa yang tidak senang bisa panen 4 kali setahun. hanya saja perlu diperhatikan beberapa hal dalam budidaya padi yang mungkin akan menjadi hambatan dalam mewujudkan panen 4 kali setahun.

Seperti yang ditulis kabartani.com, padi ini memiliki usia tanam sekitar 70 hari, dari beberapa uji tanam di daerah jember jawa timur 1 hektar lahan bisa menghasilkan 9.6 ton dan jika mampu panen 4 kali maka akan menghasilkan 38 ton.

bahkan dengan perhitungan yang sama jika ditanam pada luasan lahan 2 juta ha, maka akan bisa memenuhi kebutuhan 60 persen beras nasional.

Tetapi, mungkinkah?

Pertama, menanam satu padi varietas berturut-turut pada lahan yang sama berdasarkan pengalaman sangat tidak disarankan. dengan alasan bisa meningkatkan resiko serangan hama penyakit. padahal yang kami praktekan adalah tanam 2 kali setahun.

Kedua, yang sudah kami praktekan adalah menanam padi sebanyak 3 kali setahun, pada pola tanam 3 kali tersebut waktu istirahat lahan sangatlah pendek. sekitar 1 bulan sebelum ditanami lagi. Hal ini menyebabkan kualitas dan kuantitas selalu menurun tiap musim. apalagi jika ditanam 4 kali,, tentu lahan pertanian akan semakin menangis.

Saya rasa kedua hal tersebut sudah bisa dijadikan acuan resiko tanam padi 4 kali setahun,sebenarnya sebagai petani, saya lebih nyaman hanya menanam 2 kali setahun. karena selain bisa memutus siklus hama juga dapat memberi waktu pada tanah untuk beristirahat.





Terbaru dari Kami

Manfaat selada yang harus anda ketahui

Selada, sayuran hijau yang cantik, setidaknya itu yang bisa dilihat dari foto. Selada   (Lactuca sativa) biasa ditanam di daerah b...