Showing posts with label tanaman padi. Show all posts
Showing posts with label tanaman padi. Show all posts

Cara Panen Padi agar terhindar dari kerugian

Panen adalah momen yang ditungu tunggu petani, 4 bulan adalah masa bayaran seorang petani. dan sudah jadi cerita lama jika panen padi adalah saat dimana harga komuditas itu turun :( berikut adalah cara mengurangi kerugian saat panen yang disebabkan harga turun.

1. Harga gabah mengalami titik terendah saat musim penghujan,
Pada musim penghujan Meski harga beras stabil, harga gabah akan mengikuti kemunculan matahari, Jika matahari muncul dengan terik maka harga dipastikan tinggi begitu juga sebaliknya 

solusi: jika musim hujan usahakan panen dimulai agak siang agak kandungan air yang ada pada gabah bisa sedikit berkurang.

2. banyak hama saat musih hujan

Selain kandungan air yang banyak, pada musim penghujan banyak hama penyakit berkeliaran.pembeli gabah akan sangat mudah mencari cacat dari gabah hasil panen. setelah menunjukan kejelekan dari panen kita maka harga pun akan dimainkan.

solusi : perketat pengamatan selama masa tanam, pergunakan pupuk dan pestisida dengan bijak dan jalin hubugan yang baik dengan pedagang. jika hubungan dengan pedagang baik mereka tidak akan mencari-cari kejelekan hasil panen. meski pada kenyataannya hasil panen kita tidak terlalu bagus, tapi ketika dicari kejelekanya,, rasanya sakit banget!!

3. Pertimbangkan untuk memiliki alat pengering

ketika kondisi pasar memang tidak mampu menyerap gabah kering panen, satu-satunya jalan adalah mengeringkan dan menyimpannya untuk dijual saat harga mulai membaik. untuk desain lantai pengering silahkan ikuti tautan artikel tersebut. meski idealnya setiap desa harusnya memilki sebuah oven untuk mengeringkan hasil panen ketika musim hujan, tapi saat ini yang paling memungkinkan adalah lantai pengering.

Terakhir perbanyak berdoa, petani hanya bisa menanam dan merawat sedangkan hasilnya biarlah Allah yang mengatur.




5 Alasan Harga Panen Padi Murah

Sudah menjadi bumbu dalam bertani jika harga jual saat panen selalu berfluktuasi, tinggi diawal jatuh kemudian. Meski sebenarnya harga jual ke konsumen relatif stabil. berikut 5 alasan yang sering digunakan tengkulak agar dapat membeli hasil panen  petani dengan murah:

1. Gudang Penuh
Tidak semua Tengkulak menjual langsung ke konsumen, mereka kadang masih setor ke pengepul yang lebih besar, nah ini yang biasanya dijadikan tengkulak sebagai alasan membeli dengan harga murah.
  
2. Tanaman kurang sehat 
Meski sekarang penggunaan pestisida dalam pertanian sudah menjadi hal yang lazim, tetapi untuk menghasilkan tanaman sehat bebas dari serangan hama penyakit masih merupakan idaman banyak petani. Jadi jika tanaman terkena serangan hama penyakit, bisa dipastikan akan menurunkan nilai jual, meski terkadang serangannya tidak terlalu parah.

3. Padi Terlalu Basah
Basah karena hujan, embun atau jika berkaitan dengan padi, basah karena roboh dan lahannya sedang tergenang air.  Sedihnya lagi jika petaninya tidak punya lantai pengering, pasti pilihanya ya harus dijual meski harganya gak sesuai dihati.

4. Varietas Padi
Beberapa varietas padi memiliki karakteristik yang kurang menarik harga jualnya, seperti beras patah, beras berkapur, kulit terlalu tebal yang berdampak pada berkurangnya hasil saat diproses menjadi beras. Untuk masalah yang satu ini kadang bukan saja harga jualnya yang turun lebih ekstrim kadang tengkulak tidak mau membeli. Sedih banget jika ini terjadi.
5. Matahari Enggan Bersinar
Di musim penghujan pasti ada kalanya matahari harus tertutup mendung, hal ini tentu akan membuat proses pengeringan hasil panen jadi bertambah lama dan tentu saja akan menambah biaya pengeringan. Pasti ini jadi alasan paling klasik untuk dapat menurunkan harga beli hasil panen. Dan petani yang tidak punya lantai pengering, pasti pasraah dengan tawaran yang diberikan oleh tengkulak.

hasil panen padi
Itulah 5 alasan yang paling sering digunakan tengkulak agar dapat memperoleh hasil panen dengan harga rendah.

Beras Langka Di Desa Penghasil Beras

Dan seperti biasanya saat mendekati panen harga padi/beras melonjak cukup tinggi. Dan lonjakan pada tahun ini mungkin tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan pengamatan pribadi. Tak terkecuali di Desa Ngadirejo, desa di Kabupaten Nganjuk yang menghasilkan Beras Berkualitas terbaik yang ditanam  oleh petani-petani yang bekerja penuh dedikasi.Tahun ini, harga padi disawah perhektar bisa mencapai Rp 36.000.000,- beras di Toko sudah mencapai harga Rp 11.000,- itupun barangnya tidak tersedia. dan kerennya lagi  Dedak untuk pakan ternak, harus ditebus dengan harga Rp 4000,- itupun di pasaran juga sudah jadi barang langka. Karena langkanya beras di pasaran, padi yang masih dalam kondisi hijau lebih 30 % sudah dipanen. Ini yang gak keren pasti kualitas beras yang dihasilkan juga tidak bagus. tapi karena godaan harga yang menggiurkan mau-tidak mau petanipun rela melepaskan padinya yang belum cukup umur.

Dengan biaya produksi tahun ini yang tidak terlalu besar, karena alam sedang bersahabat yang tentu saja karena kemurahan Allah SWT (hujan tepat waktu dan tepat takaran, angin yang biasanya menjadi musuh alami petani musim inipun hanya berhembus dengan lemah gemulai dan hama yang jika pada tahun-tahun lalu selalu menimbulkan konflik batin, musim inipun seperti malu-malu, Alhamdullilah). Melihat semua tanda-tanda alam tersebut dipastikan keuntungan petani musim ini akan lebih besar dibanding tahun lalu.

Meski dalam sanubari kami yang terdalam, kami juga kasian jika Masyarakat terutama yang tidak menghasilkan Beras harus keluar biaya lebih untuk membeli beras, tapi dalam sanubari kami yang lebih terdalam lagi selalu berharap semoga harga panen kami tahun-tahun berikutnya seperti saat ini. Kami juga ingin sejahtera lho. Bukankah jika dengan bertani bisa sejahtera maka kedepannya Negeri tercinta ini tidak akan kekurangan petani. Jika petani sejahtera, maka petani punya modal untuk berinovasi, mengembangkan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan kedepannya jika produksi meningkat beraspun tidak akan langka di pasaran.

Aminn,,

Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online

daftar harga beras termahal

Sudah menjadi impian banyak Petani jika mampu menghasilkan dan menjual produknya dengan harga mahal. Jika kita bicara tentang beras, maka yang ada hanya senyum getir karena ketika panen tiba yang terjadi adalah terjun bebasnya harga dibanding sebelum panen tiba. Banyak alasan yang dijadikan alasan untuk mejatuhkan harga dan alasan paling klasik adalah stok berlebih.
Tapi tahukah Anda ada beberapa Beras yang memiliki nilai jual fantastis?
Berikut ini adalah Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online ;

1. Ketan Pulu Mandoti 

Beras ketan yang hanya tumbuh di Desa Salukanan, kecamatan Baraka, kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Ketan Pulu Mandoti ditanam di ketinggian 700 dpl dan jika dimasak maka aroma wanginya akan menyebar dalam radius yang luas. Dan uniknya meski bisa ditanam di desa lain tapi hasilnya tidak bisa sewangi dan seenak jika ditanam di Desa Salukanan.
Harga : Rp 20.000 /kg

 2. Hitomebore
Beras yang dibudidayakan di Prefektur Miyagi, sebuah wilayah di Negara Jepang ini memiliki textur yang lembut dan biasanya disajikan dalam bentuk Onigiri. 
Harga : Rp.64.500/kg

3. Beras Basmati
Beras yang berasal dari India dan Pakistan ini memiliki kadar Glukosa yang sangat rendah sehingga cocok untuk seseorang yang sedang diet glukosa. Karena manfaat untuk kesehatan yang cukup tinggi tak heran harga beras ini cukup mahal di pasaran.
Harga : Rp 75.000 /kg

4. Uonuma Koshihikari
Masih dari negara Jepang, Beras yang namanya  berarti "Cahaya Khosi" , dengan rasa manis, rasa pedas dan sedikit lengket, beras dalam kategori premium ini sangat cocok untuk sushi. Saat ini beras Koshihikari dibudidayajkan di daerah khusus, seperti Uonuma di prefektur Nigata . Disebuah situs beras ini ditawarkan dengan harga yang cukup mahal
Harga : Rp. 235.554 /kg

Beras-beras tersebut mahal jelas karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki beras lain, pertanyaannya adalah apa negeri kita hanya punya Beras Ketan  Pulu Mandoti, bagaimana dengan daerah lain? andaikan tiap daerah punya produk pertanian (beras) yang memiliki kelebihan dan tidak dimiliki daerah lain tentu  meningkatkan kesejahteraan petani ke level dua tingkat yang lebih tinggi pasti tidak sulit.
Semoga...

sumber: 
Common Grains
ekonomi.kompasiana
Gambar: zhalabe.blogspot.com

Manfaat Tanam Padi Serentak

Pasti sebagian besar petani sudah paham terhadap manfaat Tanam  Serentak, dalam hal ini pada tanaman padi. Ada beberapa manfaat dengan melakukan Pola Tanam Padi Serentak diantarannya :
  1. Pola tanam serentak memiliki manfaat untuk memutus siklus hidup hama.Jika diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi. atau jika dipandang dari sisi negatif jikalaupun hama tidak bisa dikendalikan maka kita tidak sendirian menanggung kerugian.
  2. Selanjutnya adalah masalah irigasi, jika usia tanaman sama maka kebutuhan air akan sama.( Hal ini berlaku untuk lahan yang menggunakan pengairan dari saluran irigasi dan irigasinya kurang bagus). jika usia padi tidak sama maka kebutuhan air tidak sama hal inilah yang biasanya memicu konflik antar petani, karena ada petani yang butuh air dan ada petani yang padinya hampir mati karena kebanyakan air. Tentu hal ini tidaka akan terjadi jika pola tanam padinya serentak.
  3. Ini hal yang mungkin hanya terjadi di wilayah saya, adakalanya benih yang kita semai tidak tumbuh maksimal karena beberapa alasan. Maka jika dalam suatu wilayah itu masa tanam padinya serentak tentu akan sangat mudah memperoleh bibit padi sisa, gratis tinggal tanam dan tentu saja BIBIT UNGGUL
Tapi dengan segala manfaat itu sampai saat ini petani masih sulit diajak melakukan pola tanam padi serentak?
Hal ini tidak lepas dari pola pemasaran hasil panen yang masih mengandalkan tengkulak, ketika panen raya disuatu daerah sedang berlangsung maka harga komoditas tersebut pasti naik turun seperti jalanan di pegunungan, harga tinggi di awal panen dan selanjutnya banyak turunnya. Sehingga untuk memperoleh harga terbaik petani berlomba untuk dapat panen paling awal.

Selain itu keterbatasan tenaga kerja dibidang pertanian juga menghambat dilaksanakan pola tanam padi serentak.
tanam padi serentak

Jadi iming-iming mudahnya pengairan, pengendalian hama dan "Bibit Unggul" gratis tidak terlalu menggoda dibandingkan dengan tawaran harga tinggi bagi yang panen awal.

Mungkin jika kelak jalur pemasaran sudah dibenahi, harga komoditas hasil panen bisa lebih stabil dan petanipun dengan sendirinya mau menerapkan pola tanam padi serentak.

Kendala Dalam Menggunakan Mesin Tanam Padi


Berkurangnya tenaga kerja dibidang pertanian adalah hal nyata yang dialami petani diberbagai wilayah, hilangnya minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian adalah penyebab utama tidak adanya regenerasi pekerja di sektor ini. Maka Penggunaan Mesin Pertanian modern saat ini merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak, meski dibeberapa jenis pekerjaan sudah menggunakan mesin pertanian, tapi ada beberapa  pekerjaan masih menggunakan tenaga manusia, salah satu yang belum terganti saat ini adalah proses Tanam Padi.

Pada musim tanam tahun ini Pak Mbong, petani desa Ngadirejo berkesempatan mencoba mesin tanam padi yang dimiliki oleh Gapoktan dari desa sebelah, biaya yang ditawarkan jauh lebih murah dari tanam konvensional. sebagai gambaran jika menggunakan mesin tanam padi biaya tanam 1 Ha hanya 1 juta (sudah termasuk benih dan biaya semai), sedangkan cara konvensional Rp.1.250.000 hanya untuk biaya tanam, biaya beli benih dan biaya persemaian belum termasuk.

Jadi ketika memutuskan mengunakan mesin tanam padi ini, pak Mbong hanya melakukan olah tanah saja, sementara proses pembenihan sudah dilakukan pemilik mesin tanam padi ini, benar-nenar praktis.

kendala menggunakan mesin tanam

Tetapi, kepraktisan mesin tanam padi ini sepertinya belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. baik dari operator maupun pemilik sawah sendiri tentunya.Yang akhirnya memunculkan beberapa kendala dalam menggunakan mesin tanam padi

Kendala dalam menggunakan Mesin Tanam Padi tersebut adalah :
  • Mesin Tanam Padi ini hanya mampu menanam untuk bibit yang berukuran tinggi 8 cm.
  • Sistem olah tanah yang menghasilkan lumpur dengan kedalaman sekitar 20 Cm.
  • Pengapung pada kedua sisi mesin tanam padi yang cukup besar.
Ketiga hal tersebut menjadi kendala dalam penggunaan mesin tanam padi, karena lumpur hasil olah tanah yang cukup dalam (20 Cm), menyebabkan ketika mesin tanam padi ini berjalan kedua pengapung disisi kanan dan kirinya menimbulkan riak dan akhirnya bibit padi yang ketinggiannya hanya 8 Cm langsung tertimbun lumpur tanpa ampun. dan masalah lain adalah bibit yang bisa bertahan karena tidak tertutup lumpur, dengan ketinggian hanya 8 Cm harus bersaing dengan gulma (meski hal ini lebih karena olah tanahnya kurang bagus, sehingga gulma merajalela)

baca juga : Cara Praktis Tanam Padi

Pengalaman pertama Pak Mbong menggunakan Mesin Tanam Padi ini memang harus dibayar dengan biaya mahal, dengan banyaknya bibit yang tertimbun maka butuh pekerja tambahan untuk melakukan penyulaman. Meskipun begitu ada pelajaran yang berhasil diambil, dibeberapa tanah yang tidak terlalu berlumpur bibit tidak tertimbun dapat hidup dan menghasikan jumlah anakan yang luar biasa. Jadi, mungkin solusinya adalah : setelah olah tanah lahan harus didiamkan 3-4 hari sampai lumpur sedikit liat sehingga hal itu bisa mengurangi resiko bibit tertimbun lumpur. Sedangkan untuk masalah gulma yang tumbuh lebih cepat itu bisa diatasi jika olah tanahnya benar-benar rata, jadi bisa melakukan penggenangan agar gulma tidak tumbuh tapi tidak sampai menenggelamkan bibit padinya.

Meski sementara ini banyak Kendala dalam menggunakan Mesin tanam padi, tapi dengan dengan proses belajar dan inovasi pasti ke depan Mesin Tanam Padi ini akan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian.
          




Evaluasi Hasil Panen Musim Tanam kedua 2013


Seperti pada tulisan sebelumnya, ditengah naiknya harga BBM, petani di desaku mengalami penurunan hasil panen yang sangat signifikan, kondisi lingkungan yang seharusnya menurut musim adalah kemarau, ternyata hujan dan mendung masih mendominasi hari-hari pertumbuhan padi (kemarau basah).

opt tanaman padiPada musim tanam pertama hasil panen rata-rata 8 ton per ha, sementara hasil panen yang paling bagus pada musim tanam kedua kali ini adalah 5 ton per ha. ada yang kurang dari itu. ketika memulai tanam, petani beranggapan musim akan kemarau jadi biasanya nutrisi (pupuk harus ditambah) sedangkan yang terjadi adalah curah hujan tetap tinggi. akibat pemberian pupuk yang lebih apalagi pupuk dengan unsur N padi tumbuh lebat, tinggi dan batang kurang kuat sehinga bisa dipastikan padi mudah roboh akibat terpaan angin yang menyertai hujan. sedangkan lebatnya padi meningkatkan serangan kresek dan blast dan pada area tertentu yang tanamannya padi tidak putus, hama wereng mengalami ledakan populasi.
padi roboh

Tetapi untuk padi yang tidak roboh dan serangan OPT yang rendah juga mengalami penurunan hasil panen, apakah hal ini karena masa antara padi mulai berbunga sampai panen matahari jarang bersinar? itu yang masih butuh analisayang lebih mendalam.

Yang jadi pertanyaan, kadang di media ada yang mengklaim bisa menghasilkan 15 ton per ha bahkan lebih, bagaimana caranya? sementara jika padi lebat sedikit saja maka resiko terserang opt dan roboh sangat tinggi dan jika itu terjadi bisa dipastikan hasil panen akan berkurang drastis.

Jadi untuk saat ini sepertinya profesi petani bukan lagi profesi sederhana, karena tantangan baik dari alam maupun tantangan dari pasar menuntut petani untuk memperkaya diri dengan ilmu tentang bagaimana memperlakukan tanaman, menghargai alam, dan membaca pasar tentunya. yang pada akhirnya bisa sedikit menggurangi tingkat kerugian dalam bertani.

sumber gambar

Pengaturan Jarak Tanam dan Teknik Ubinan


Pencapaian target produksi padi nasional memerlukan cara budidaya yang baik, yang salah satunya adalah melalui pengaturan jarak tanam. Disadari ataupun tidak, jarak tanam ini menentukan produktivitas tanaman padi melalui pengaruhnya terhadap kuantitas (jumlah rumpun tanaman per ha), dan kualitas pertumbuhan individu/rumpun tanaman di lapang.

Kombinasi antara pertimbangan ilmiah (untuk mencapai hasil terbaik/tertinggi, dan pertimbangan teknis (mudah, murah dan sesuai keinginan petani) menyebabkan terjadinya keragaman penerapan jarak tanam di lapang. Jarak tanam dari berbagai ukuran  mulai dari tegel 20 cm x 20 cm; 25 cm x 25 cm; 27,5 cm x 27,5 cm; 30 cm x 30 cm hingga pola jajar legowo dengan berbagai variasinya kini banyak diterapkan di lapang.

Ubinan adalah luasan yang umumnya berbentuk empat persegi panjang atau bujur sangkar (untuk mempermudah perhitungan luas) yang dipilih untuk mewakili  suatu hamparan pertanaman yang akan diduga produktivitasnya (hasil tanaman per hektar tanpa pematang), dengan cara menimbang hasil (kg/ubinan) dikali faktor (10.000 m2 dibagi luas ubinan (m2)). Ubinan yang benar dicirikan dengan apabila ubinan diperbanyak secara bersambung ke kanan-kiri atau depan-belakang (pada pertanaman berjarak tanam beraturan), maka jumlah rumpun tanaman/populasinya akan merupakan kelipatan dari jumlah rumpun dalam ubinan semula.

Berbagai orientasi pertanaman dan jarak tanam yang sering dipraktekkan petani di lapang memiliki dasar pertimbangan ilmiah, ekonomi, kepraktisan, kekonsistenan/ pola beraturan dan estetika. Disarankan ukuran ubinan terbaik yang bervariasi dengan jarak tanam memiliki konversi hasil ubinan (kg/luas ubinan) ke hasil gabah per hektar (kg/ha) tertentu seperti disajikan sebagai berikut:

Sumber: Prof. Dr. Abdul Karim Makarim



Padi Terbaik Produksi Petani Desa Ngadirejo

Padi kualitas terbaik

Kurang lebih satu bulan lagi, padi yang kutanam dengan penuh kesabaran :) siap dipanen. Musim tanam kali ini Allah memberi rejeki lebih kepada petani di desaku. Sejak mulai tanam hujan turun dengan jumlah yang cukup, panas matahari memancar dengan terik selama setengah hari, angin berhembus lirih menggoyang lembu daun padi gulma bisa kami kendalikan dengan penyiangan (tanpa herbisida) dan hamapun hanya mampir tanpa menyebabkan kerusakan pada tanaman padi kami, sehinnga pemakaian pestisida sangat minimal, Alhamdulillah.

Semoga kondisi yang nikmat ini bertahan sampai panen dan tidak membuat kami lupa bersyukur, dan Bagi yang ingin pesan beras dari padi yang saya tanam bisa menghubungi saya :)  

Pemupukan yang Efisien pada Tanaman Padi


cara pemupukan pada tanaman padi

Sebagai sumber hara, pupuk merupakan sarana produksi yang memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Menurut Adiningsih dkk., (1989), 85% dari total kebutuhan pupuk disektor pertanian, digunakan petani untuk meningkatkan produksi padi di lahan sawah irigasi. Masalahnya adalah penggunaan pupuk kimiawi secara terus menerus pada dosis tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan, dan menurunkan tingkat efisiensi penggunaannya (Juliardi, 1995).


Sering terdengar bahwa, apabila terjadi kelangkaan pupuk target produksi tidak tercapai. Oleh sebab itu, tantangan dalam upaya meningkatkan efisiensi pemupukan adalah mengelola pupuk secara tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan agar produktivitas tanaman tetap tinggi. Dalam penerapan teknologi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas lahan perlu memperhatikan: (a) kemampuan sifat fisik, kimia dan biologi tanah dalam mendukung penyediaan nutrisi, (b) kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara, dan (c) pemilihan jenis pupuk yang akan digunakan. Pertimbangan ketiga hal tersebut diperlukan agar pencapaian produksi pertanian dapat dioptimalkan.
Telah diketahui bahwa kemampuan tanah dalam menyediakan hara bagi tanaman tergantung pada: (a) kapasitas tanah untuk mensuplai hara, (b) daya ikat dan melepas hara dari dalam tanah dan (c) mobilitas hara dari pupuk yang digunakan. Saat ini ketiga faktor tersebut belum banyak dijadikan dasar pertimbangan dalam penetapan kebutuhan pupuk di lapangan, akibatnya efisiensi pemanfaatan pupuk oleh tanaman masih rendah.
Untuk pertumbuhannya, tananam memerlukan suplai hara yang berasal dari berbagai sumber. Menurut Dobermann dan Fairhurst (2000), untuk setiap ton padi yang dihasilkan dibutuhkan sekitar 14,7 kg N; 2,6 kg P dan 14,5 kg K/ha yang dapat diperoleh tanaman dari tanah, air irigasi, sisa tanaman atau dari pupuk (organik dan/atau anorganik) yang ditambahkan. Makin tinggi hasil yang diperoleh makin besar hara yang dibutuhkan, dan sebaliknya.
Strategi pengelolaan hara yang efektif dan efisien selayaknya ditujukan untuk memaksimalkan penyerapan hara dari pupuk dan hara asli tanah ke dalam tanaman. Hal tersebut dapat diupayakan melalui pengelolaan tanaman yang baik agar dapat memanfaatkan sebaik mungkin hara yang tersedia, meminimalkan risiko gagal panen dengan menggunakan pupuk secara efisien sesuai dengan target hasil yang ditetapkan secara realistis dan ekonomis. Dalam hal pengelolaan hara P dan K diperlukan strategi jangka panjang yang terkait dengan sifat P yang tidak mobil sehingga P tidak mudah tersedia bagi tanaman dan tidak mudah hilang dari tanah. Pengelolaan hara P dan K lebih kompleks, karena itu perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: (1) perubahan ketersediaan hara P dan K alami dalam tanah, (2) pengaruh penimbunan hara P dalam tanah sebagai akibat dari pemberian pupuk P secara intensif dan terus menerus, dan (3) pemeliharaan tingkat kesuburan dan status hara P tanah pada level optimal. Hal ini terkait dengan penentuan takaran pupuk P, yang perlu ditambahkan untuk mencapai keseimbangan hara dalam tanah agar mampu mencukupi kebutuhan tanaman padi dan tidak menimbulkan kekahatan hara lain seperti Zn dan N.
Berdasarkan pertimbangan di atas, penggunaan pupuk pada padi sawah seyogyanya memenuhi persyaratan antara lain: (1) memenuhi keperluan hara tanaman dengan mempertimbangkan ketersediaan dalam tanah dan suplai dari luar untuk menjamin perolehan hasil gabah yang tinggi, baik kuantitas maupun kualitas, (2) menekan kehilangan hara dari tanah, tanaman dan air untuk pelestarian lingkungan, (3) mudah digunakan baik oleh petani kecil maupun petani berskala besar, dan (4) teknologi baru pengelolaan pupuk yang dianjurkan lebih mudah diterapkan dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada.

Ditulis oleh : Saeful Hodijah,S.ST (Admin Kab. Bogor)
Sumber BBPadi Sukamandi 

Cara Mengusir Hama Burung di Sawah Saat Panen Dengan Kaset CD


mengusir burung pemakan padi

tulisan : Den Kolil Gibran
Burung yang sering menjadi masalah saat penen antara lain adalah burung pipit dan manyar. Kedua jenis burung ini sebenarnya jumlah mereka nggak terlalu banyak tetapi dia punya teman yang banyak sekali, mungkin ramah dan tidak sombong 'kali

Dikalangan para petani ada beberapa metode yang digunakan untuk mengusir hama burung ini. Antara lain membuat orang-orangan, umbul-umbul, membunyikan kaleng, memasang plastik kresek, ketapel dan bahkan ada yang menggunaka senapan angin. Di sini saya akan membagi sedikit pengalaman yang saya dapatkan dari petani di negara China. Para petani disana menggunakan kepingan CD ataupun DVD yang sudah tidak tepakai lagi untuk mengusir kawanan burung pipit. Bagaimana caranya?

  1.  Mereka menancapkan kayu dengan diameter 5cm dan 15cm lebih tinggi dari batang padi. Di sekeliling sawah dan di tengah-tengah sawah, 30 tiang
  2.  Diatas tiang tersebut mereka memasang kepingan CD ataupun DVD, dengan bagian yang bisa memantulkan cahaya menghadap matahari.
  3.  Di sudut sawah kepingan CD atau DVD bagian yang dapat memantulkan cahaya dipasang dengan posisi miring 45 menghadap sawah.
Cara kerjanya adalah, kepingan CD atau DVD tersebut akan memmantulkan cahaya dari matahari sehinga penglihatan burung-burung akan terganggu karena terkena pantulan sinar matahari. Dan burung-burung pun tidak dapat mendarat.

Cara ini telah terbukti di negara China, dan dapat membantu para petani.
Selain murah dan ramah lingkungan, cara ini tidak perlu melibatkan para petani untuk menjaga sawahnya.
Untuk cara terbaru mengendalikan hama burung pada tanaman padi silahkan baca disini.
semoga bermanfaat


CARA SEDERHANA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL

CARA SEDERHANA MEMBUAT BENIH PADI UNGGUL
Tulisan:Tosin Glio

Dari hasil beberapa sumber termasuk temuan petani...
Seringkali kita menemukan kejadian walaupun benih yang kita gunakan tersebut telah bersertifikat dan berlabel namun setelah kita tanam hasilnya kurang memuaskan.

Langkah yang utama untuk membuat benih padi yang unggul adalah kita harus memiliki benih padi berlabel putih, benih dengan label putih bisa kita dapatkan di balai benih padi setempat. Seandainya kita kesulitan mendapatkan benih berlabel putih kita bisa juga menggunakan benih yang berlabel ungu. Benih berlabel ungu bisa kita dapatkan di kios-kios pertanian. Kebutuhan benih sekitar 25 Kg untuk lahan 1 ha.

Langkah yang kedua kita siapkan lahan untuk menanam padi tersebut. Lahan harus terisolasi dengan tanaman padi yang lain agar kemurniannya terjaga. Jarak antar lahan dan tanaman padi yang lain minimal 10 m. Atau paling enak kalau kita menanamnya berbeda waktu dengan tanaman padi yang lain. Terserah saja caranya yang penting jangan sampai waktu pembungaannya sama.

Sebelum benih label putih/ ungu kita semai, sebaiknya kita seleksi dulu dengan menggunakan air garam/ air abu.. Gunakan benih yang terendam dan jangan gunakan benih yang mengapung. Rendam dengan air hangat bersih selama 24 jam, rendam kembali dengan Kemudian dibilas air sampai kadar garam hilang, kemudian rendam dengan trichoderma,corynebadteirum,bacilus trunginsis nutrisi (+) dan tiriskan selama 24 jam pula. Namun jika calon akar belum ada 0,5 cm pemeraman bisa diperlama 24 jam lagi. 

Lahan pesemaian kita siapkan seperti biasa dengan luas kurang lebih 20 % dari luas lahan. Cara pembuatan bibit seperti padi biasa, hanya yang harus diperhatikan adalah media semai diolah dengan sebelumnya disemprot dgn Kemudian dibilas air sampai kadar garam hilang, kemudian rendam dengan trichoderma,corynebadteirum,pseaudomonas fluorencens ,bacilus trunginsis nutrisi (+) saat bibit padi umur 1 minggu sebaiknya kita beri nutrisi vegetatif 50% ,nutrisi generatif 50% secukupnya tujuan untuk menghindari stres pada saat pemindahan. Dan saat bibit satu minggu menjelang tanam sebaiknya kita aplikasi corynebacterium,beauveria,metharishium untuk mencegah opt, agar saat penanaman nanti tidak ada hama dan penyakit yang terbawa ke pertanaman.

Cara penanaman benih padi unggul yang baik adalah harus meperhatikan jarak tanam, yaitu jangan kurang dari 22 cm. Dan gunakan sistem tanam legowo maksimal 4:1. Tanam harus umur muda, kurang dari 18 hss. Saat pelaksanaan jangan terlalu dalam. Gunakan cara tanam jiwir 1-2 batang per lubang. Inilah kunci untuk meningkatkan produksi benih padi unggul.

Dalam pemeliharaan yang paling penting adalah pengairan yang berselang, yaitu pemberian air dan buang air sampai tanah agak mengering. Tanaman jangan selalu direndam air. Pemupukan gunakan nutrisi atau penamabahan NPK dan urea atau sesuaikan kebutuhan dengan menggunakan bagan warna daun. Pemupukan bisa diberikan 2 kali ataupun 3 kali.

Ketika tanaman benih padi unggul telah berbuah maka perlu dilakukan penyortiran, hal ini berguna untuk meningkatkan kemurnian benih. Penyortiran dilakukan dengan cara membuang/ memangkas bulir-bulir padi yang berbeda varietasnya. Pemangkasan juga dilakukan terhadap jenis gulma yang sefamili dengan padi.
Ada trik juga untuk memantapkan pengisian bulir, yaitu dengan cara menambahkan pupuk nutrisi (+) fase generatif corynebacterium dll ketika bulir padi telah masak susu. Hal ini berfungsi untuk memperlama proses pengisian dan memundurkan masa panen dan aman dari opt.

Pemanenan benih padi unggul dilakukan jangan bersamaan dengan tanaman padi konsumsi. Hal ini bertujuan agar supaya benih tidak tercampur dengan benih lain. Gunakan sabit yang bergerigi dan taruh potongan malai pada terpal atau karung bekas. Pemanenan dilakukan saat padi menguning sekitar 90 %.

Penjemuran calon benih padi unggul sebaiknya tidak dilakukan dilantai jemur, tapi harus diberi alas terpal atau anyaman bambu. Penjemuran sebaikknya dilakukan saat pagi hari sekitar jam 07.00 sampai jam 10.00 dan sore hari sekitar jam 14.30 sampai jam 17.00. Keringkan sampai kadar air sekitar 14-12 %. Sebelum digunakan untuk benih sebaiknya benih padi unggul dilakukan stagnasi dulu (disimpan dalam karung) sekitar 1-2 minggu. Setelah proses stagnasi bibit padi unggul siap digunakan. 

Mohon maaf jika ada kurang pasnya demi menjaga mutu dan kwalitas silahkan jika ada temen-temen yg lebih berpengalan untuk menyumbankan temuannya ini smua agar kita tidak ketergantungan dengan benih komersial.....

Mesin Pompa Air, Irigasi Bagi Sawah Tanpa Saluran Irigasi

Mesin Pompa air mau tidak mau merupakan solusi terakhir bagi sawah yang tidak mendapatkan pengairan dari saluran irigasi.  


mesin pompa air untuk pertanian

Dan terkadang masalahnya bukan karena saluran irigasinya yang tidak ada, tapi karena airnya yang tidak ada. Debet air yang terbatas, saluran irigasi yang kurang efisien menyalurkan air dan tentu saja kurang kebersamaan petani yang menyebabkan pembagian air yang tidak merata adalah penyebab gagal fungsinya sebuah saluran irigasi.

saluran irigasi pertanian





Hasil Panen Padi Inpari 13 Kurang Bagus!


hasil panen padi inpari 13
Hasil panen padi Inpari 13 kurang bagus! Itu adalah hal pertama yang saya dengar tentang padi inpari 13, ketika sedang ada pertemuan rutin KTNA. Saat itu kebanyakan petani mengeluh dengan hasil panen padi Inpari 13 mereka. Keluhannya adalah randemen beras yang jauh dari harapan. Mereka mengklaim penyebab rendahnya randemen beras dikarenakan kulitnya yang tebal.

Kabar tentang kelemahan padi Inpari 13 tersebut tidak menyebabkan saya mengurungkan niat untuk menanam padi Inpari 13, kelebihan usia tanam yang singkat menjadikan salah satu pertimbangan saya memilih padi Inpari 13 untuk saya tanam di lahan saya yang tidak dilalui saluran irigasi.

Tapi ujian dalam menanam padi Inpari 13 tidak berhenti sampai disitu, ketika padi sudah memasuki usia panen, pedagang padi (penebas) banyak yang menolak membeli dari lahan dengan berbagai alasan, alasan paling umum adalah kurang “esel” (hasil gabah tidak sesuai penampilan). Hmm, trik mencari harga murah. Akhirnya ketika panen tiba semua keraguan petani terjawab!! hasil panen padi Inpari 13 tidak lebih rendah dari padi varietas lain. Dan saya menilai hasil panen padi Inpari 13 bisa lebih bagus dari itu, karena ketika artikel ini ditulis yang sudah panen duluan adalah padi Inpari 13 yang pada awal masa tumbuhnya terkena hama sundep pada lahan ini menghasilkan gabah KL 7,5 ton dan satu lahan lagi terkena penggerek batang dan busuk pelepah pada lahan ini menghasilkan gabah KL 6,9 ton.

Update: pada lahan yang padi Inpari 13 nya tidak terganggu hama, per ha mendapat gabah KL 8,10 ton.

Tinggal satu pertanyaan lagi, yaitu tentang randemen beras. Karena masih menunggu proses pengeringan. Jadi sabar, tunggu update selanjutnya.

Update: hasil beras setelah digiling adalah 62,5 kg dari 100 kg gabah kering, hmm bukan hasil yang bagus, pasti ada yang salah.

Update lagi: setelah berganti mesin penggilingan, ternyata per seratus kilo beras kering menghasilkan beras 64,47kg,

Untuk lahan sawahku hasil tersebut bukanlah hasil yang buruk, dari rata-rata 65-66 kg beras per 100 kg gabah kering