Showing posts with label pupuk. Show all posts
Showing posts with label pupuk. Show all posts

"Peran" Pengoplos Pupuk dalam Pertanian Organik

Tertangkapnya beberapa pelaku pengoplos pupuk akhir-akhir ini, selain menimbulkan kegeraman di hati petani ternyata juga mampu menimbulkan hal positif. Berawal dari keluhan seorang petani ketikan pada musim tanam kali ini, ternyata untuk mencapai pertumbuhan padi seperti musim sebelumnya dibutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak. Faktor lambatnya perkembangan padi setelah dipupuk dan tampilan fisik pupuk yang tidak mudah larut (jenis NPK), menjadikan Petani ini terus menambah jumlah pupuk yang diaplikasikan pada tanaman padinya.

Meski belum tentu penyebab dari meningkatnya kebutuhan pupuk adalah kualitas pupuk yang menurun, tetapi karena akhirnya ada pengoplos pupuk yang tertangkap maka sangat wajar jika timbul kecurigaan bahwa pupuk yang beredar di kalangan petani ada yang sudah dioplos. Terlebih berdasarkan berita pelaku Pengoplos pupuk yang tertangkap adalah pemain lama yang sudah berulang kali tertangkap dengan kasus yang sama, dan tragisnya beberapa hari setelah ditangkap ternyata pelaku tersebut sudah bersantai di rumah. maka tentu tidak salah jika petani semakin tidak yakin akan kualitas pupuk yang dibelinya.

Hanya saja sudah menjadi sifat kebanyakan petani yang tidak banyak protes, karena protes pun tidak tau kemana harus protes maka solusi termudahnya adalah petani menghindari jenis pupuk yang sering dioplos dan yang menggembirakan petani dengan sadar mulai ada keinginan menggunakan produk-produk pupuk organik. 

Kita sepakat tindakan mengoplos pupuk merupakan tindakan jahat yang merugikan petani dan harus ditindak tegas, tapi jika akhirnya membuat petani secara sadar beralih menggunakan pupuk organik ,mungkin kita bisa memberikan "Award" bagi pengoplos pupuk. 

Pemupukan yang Efisien pada Tanaman Padi


cara pemupukan pada tanaman padi

Sebagai sumber hara, pupuk merupakan sarana produksi yang memegang peranan penting dalam meningkatkan produktivitas tanaman pangan. Menurut Adiningsih dkk., (1989), 85% dari total kebutuhan pupuk disektor pertanian, digunakan petani untuk meningkatkan produksi padi di lahan sawah irigasi. Masalahnya adalah penggunaan pupuk kimiawi secara terus menerus pada dosis tinggi dapat berpengaruh negatif terhadap lingkungan, dan menurunkan tingkat efisiensi penggunaannya (Juliardi, 1995).


Sering terdengar bahwa, apabila terjadi kelangkaan pupuk target produksi tidak tercapai. Oleh sebab itu, tantangan dalam upaya meningkatkan efisiensi pemupukan adalah mengelola pupuk secara tepat sesuai dengan kebutuhan tanaman dan kondisi lahan agar produktivitas tanaman tetap tinggi. Dalam penerapan teknologi pemupukan untuk meningkatkan produktivitas lahan perlu memperhatikan: (a) kemampuan sifat fisik, kimia dan biologi tanah dalam mendukung penyediaan nutrisi, (b) kemampuan tanaman untuk menyerap unsur hara, dan (c) pemilihan jenis pupuk yang akan digunakan. Pertimbangan ketiga hal tersebut diperlukan agar pencapaian produksi pertanian dapat dioptimalkan.
Telah diketahui bahwa kemampuan tanah dalam menyediakan hara bagi tanaman tergantung pada: (a) kapasitas tanah untuk mensuplai hara, (b) daya ikat dan melepas hara dari dalam tanah dan (c) mobilitas hara dari pupuk yang digunakan. Saat ini ketiga faktor tersebut belum banyak dijadikan dasar pertimbangan dalam penetapan kebutuhan pupuk di lapangan, akibatnya efisiensi pemanfaatan pupuk oleh tanaman masih rendah.
Untuk pertumbuhannya, tananam memerlukan suplai hara yang berasal dari berbagai sumber. Menurut Dobermann dan Fairhurst (2000), untuk setiap ton padi yang dihasilkan dibutuhkan sekitar 14,7 kg N; 2,6 kg P dan 14,5 kg K/ha yang dapat diperoleh tanaman dari tanah, air irigasi, sisa tanaman atau dari pupuk (organik dan/atau anorganik) yang ditambahkan. Makin tinggi hasil yang diperoleh makin besar hara yang dibutuhkan, dan sebaliknya.
Strategi pengelolaan hara yang efektif dan efisien selayaknya ditujukan untuk memaksimalkan penyerapan hara dari pupuk dan hara asli tanah ke dalam tanaman. Hal tersebut dapat diupayakan melalui pengelolaan tanaman yang baik agar dapat memanfaatkan sebaik mungkin hara yang tersedia, meminimalkan risiko gagal panen dengan menggunakan pupuk secara efisien sesuai dengan target hasil yang ditetapkan secara realistis dan ekonomis. Dalam hal pengelolaan hara P dan K diperlukan strategi jangka panjang yang terkait dengan sifat P yang tidak mobil sehingga P tidak mudah tersedia bagi tanaman dan tidak mudah hilang dari tanah. Pengelolaan hara P dan K lebih kompleks, karena itu perlu mempertimbangkan hal-hal berikut: (1) perubahan ketersediaan hara P dan K alami dalam tanah, (2) pengaruh penimbunan hara P dalam tanah sebagai akibat dari pemberian pupuk P secara intensif dan terus menerus, dan (3) pemeliharaan tingkat kesuburan dan status hara P tanah pada level optimal. Hal ini terkait dengan penentuan takaran pupuk P, yang perlu ditambahkan untuk mencapai keseimbangan hara dalam tanah agar mampu mencukupi kebutuhan tanaman padi dan tidak menimbulkan kekahatan hara lain seperti Zn dan N.
Berdasarkan pertimbangan di atas, penggunaan pupuk pada padi sawah seyogyanya memenuhi persyaratan antara lain: (1) memenuhi keperluan hara tanaman dengan mempertimbangkan ketersediaan dalam tanah dan suplai dari luar untuk menjamin perolehan hasil gabah yang tinggi, baik kuantitas maupun kualitas, (2) menekan kehilangan hara dari tanah, tanaman dan air untuk pelestarian lingkungan, (3) mudah digunakan baik oleh petani kecil maupun petani berskala besar, dan (4) teknologi baru pengelolaan pupuk yang dianjurkan lebih mudah diterapkan dibandingkan dengan teknologi yang sudah ada.

Ditulis oleh : Saeful Hodijah,S.ST (Admin Kab. Bogor)
Sumber BBPadi Sukamandi 

Membuat Pupuk Bokashi




Bokashi adalah bahan organik yang telah difermentasikan dengan teknologi EM4 yang dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk meyuburkan tanah, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman.

 Bokashi mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan pupuk organik lainnya antara lain ;kandungan unsure haranya tinggi ,unsur haranya sempat diserap oleh akar tanaman serta proses pembuatannya relatif mudah dan cepat.

Pembuatan pupuk bokashi mempunyai tujuan untuk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk memperbaiki sifat fisika, biologi dan kimia tanah serta memperbaiki struktur dan tekstur tanah[/B]

Pembuatan pupuk bokashi dapat dilakukan dengan proses fermentasi bahan organik berupa  kotoran ternak, dedak, sekam. Semakin beragam bahan organik yang digunakan, maka semakin kaya pula kandungan unsur hara dalam pupuk bokashi tersebut. Proses pencampuran bahan kaku bokashi harus benar-benar merata dan kandungan air adonan yang baik yaitu 30 persen (bila adonan dikepal dengan tangan, air tidak keluar dan adonan dilepas kembali maka adonan akan mekar).  Dalam proses fermentasi, adonan dapat digundukan di atas lantai /tanah dengan ketinggian1 5 s/d 20 cm, lalu ditutup atau dapat pula adonan dimasukkan kedalam karung, diikat dan dipanjangkan dilantai/tanah.

Periksa suhu setiap 8 jam dan tertahankan suhu 40 sampai 50 derajat celcius. Bila suhu melebihi 50 derajat celcius ,maka gundukan ataupun karung bokashi perlu dibalik-balik agar suhu turun menjadi 40 sampai 50 derajat celcius .setelah 4 sampai 7 hari, bokashi telah terfermentasi dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

Cara Pembuatan Pupuk Bokashi :

Siapkan alat dan bahan yang diperlukan dalam pembuatan pupuk bokashi, kotoran ternak berupa EM4, dedak, gula/molase, kotoran ternak, karung plastik/terpal, gelas ukur, termometer, termasuk tempat pembuatannya

Pelaksanaan pembuatan pupuk bokashi


  •  Siapkan limbah tanaman dan limbah pakan ternak 80%, pupuk kandang 10% dan dedak 5%.
  •  Campurkan semua bahan yang sudah disiapkan sampai merata.
  •  Larutkan tetes/gula ke dalam air dengan dosis 10 cc gula/tetes per liter air.
  •  Larutkan EM4 ke dalam larutan gula/tetes dengan dosis 10 cc EM4 per liter larutan gula/tetes.
  • Siram larutan EM4 diatas gundukan bahan secara perlahan lahan sambil diaqduk sampaikandungan air adonan mencapai 40%. Untuk membuktikan kalau kandungan air adonan sudah mencapai 40%, maka adonan dikepal dan dilepas kembali secara perlahan (kalau adonan tidak megar, maka kandungan air adonan sudah berkisar kurang lebih 40%).
  • Adonan digundukan dengan ketinggian 15 sampai 20 cm lalu di tutup atau dapat juga di masukkan kedalam karung  plastik, diikat dan dipanjangkan lantai atau balai-balai.
  •  Setelah selesai proses pembuatan pupuk bokashi, maka peralatan yang dipakai dalam pambuatan bokashi dibersikan dan disimpan pada tempat semula.
  •  Pengecekan suhu dilakukan setiap 8 jam sekali. Jika suhu melebihi 500 celcius, maka gundukan ataupun karung harus dibalik-balik sampai suhu turun menjadi 400 celcius sampai 500 celcius.
 Setelah difermentasi selama 4 sampai 7 hari, pupuk bokashi telah terfermentasi dan siap digunakan.


URIN SEBAGAI PUPUK CAIR DAN FUNGISIDA ALAMI


URIN SEBAGAI PUPUK CAIR DAN FUNGISIDA ALAMI

Urin atau air kencing sebagai pupuk cair? Bagi yang baru mendengar pasti merupakan hal yang menjijikkan. Sumber saya dapatkan dari Buku Panduan Untuk Permakultur Menuju Hidup Lestari oleh Permatil dan Yayasan Idep (2006). Kemudian saya mencobanya, hasilnya bagus.



Buku Panduan Permakultur tersebut saya pelajari benar, dan kemudian saya mempraktekkannya. Urin atau air kecing manusia merupakan suatu sumber unsur hara yang mudah didapat, gratis dan terus-menerus. Kandung nitrogen dalam air kencing cukup tinggi.

Bila air kencing diencerkan (10-20% air kencing, dengan air 80-90% atau 1-2 bagian air kencing dicampur dengan 8-9 bagian air) akan menjadi pupuk yang baik untuk tanaman buah-buahan. Tanaman jeruk paling cocok untuk dipupuk dengan air kencing encer.
Air kencing bisa pula dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kompos, baik anaerob maupun aerob. Saya mencoba mempraktekkan pada proses pengomposan aerob dan aerob, hasilnya cukup bagus. 

Dalam buku panduan tersebut dikatakan bahwa pupuk cairt air kencing tidak dianjurkan digunakan pada kebun sayuran. Barangkali karena sayuran sering dikonsumsi langsung, jadi menghindari bila ada unsur yang tidak diinginkan yang ikut termakan oleh kita.
 

Pohon buah-buahan yang sudah dewasa dikatakan dalam buku panduan tersebut memang akan mendapatkan manfaat dari pemberian urin secara langsung. Namun dikatakan bahwa sebaiknya tidak diberikan pada suatu tanaman secara terus menerus.
 

Selain itu air kencing dapat pula dimanfaatkan sebagai fungisida alami (semprotan untuk menanggulangi jamur tanaman). Caranya campurkan 1 bagian air kencing pada 4 bagian air. Semprotkan pada tanaman atau pohon yang terserang jamur, misalnya jenis jamur tepung, jamur merambat, dan jenis jamur lainnya.


sumber

Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

mengenal silika sebagai unsur hara tanaman
Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

Silika termasuk unsur nonesensial bagi tanaman sehingga perannya kurang mendapat perhatian. Si berperan dalam meningkatkan
 fotosintesis dan resistensi tanaman terhadap cekaman biotik (serangan hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan, salinitas,
 alkalinitas, dan cuaca ekstrim). Silika (Si) adalah salah satu unsur
 hara yang dibutuhkan tanaman, terutama padi dan tanaman lain
yang bersifat akumulator Si. Namun, peran Si sebagai unsur hara
 yang dibutuhkan tanaman belummandapat perhatian. Meskipun
 bukan termasuk unsur hara esensial, Si dikenal sebagai unsur hara yang 
bermanfaat (beneficial element), terutama untuk tanaman
 padi dan tebu. Unsur Si dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan menghindarkan tanaman dari  serangan penyakit dan cekaman  suhu, radiasi matahari, serta defisiensi dan keracunan unsur hara.

Sejarah Penelitian Unsur Silika
 
Silika merupakan unsur kedua terbesar di kerak bumi, dan sebagian besar Si 
terdapat di dalam tanah. Dengan demikian, semua jaringan perakaran tanaman dalam
 tanah mengandung Si. Keberadaannya yang universal menyebabkan unsur ini belum banyak mendapat perhatian. Kandungan Si dalam tanah dianggap berlimpah untuk
 memenuhi kebutuhan tanaman.Perhatian terhadap unsur Si dimulai pada abad ke-19. Pada tahun 1862, Sachs mengamati peran Si dalam tanaman dengan
 membandingkan respons tanaman jagung yang diberi perlakuan 0,3% dan 9% Si dalam media tanam  hidroponik. Sachs menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan 
pertumbuhan jagung yang diberi 0,3% dan 9% Si. Sejak itu, Si dianggap
 sebagai unsur hara nonesensial bagi tanaman. Selanjutnya, penelitian  baik dalam aspek fisiologi maupun  kesuburan tanah.
 Beberapa temuan penting yang berkaitan dengan peran Si bagi tanaman padi adalah kandungan Si pada tanaman yang terinfeksi penyakit blas lebih rendah dibandingkan pada tanaman yang sehat. Varietas padi yang tahan penyakit blas memiliki 
kandungan Si lebih tinggi dalam jaringan tanaman dibanding varietas yang peka.
 Peran unsur Si secara fisiologi pertama kali dikemukakan oleh  Ohkawa dan 
Ishibashi (1936- 1939). Mereka menyatakan, defisiensi Si menghambat pertum buhan 
tanaman padi dan Si mengurangi jumlah gabah hampa.
Pengaruh Si sangat penting pada  tanaman padi yang dipupuk nitrogen takaran tinggi dimana daunnya menjadi lebih lunak dan rentan  terhadap penyakit. Hal ini 
menunjukkan bahwa Si berperan dalam menghambat dan mengurangi risiko akibat serangan penyakit.  Namun, berbagai temuan tersebut belum diaplikasikan di lapangan
 karena Si dianggap selalu tersedia di dalam tanah. Si secara konsisten
dilepaskan dari mineral tanah melalui proses pelapukan sehingga pemberian Si ke dalam tanah tidak  diperlukan. Selain itu, pupuk Si juga  belum tersedia saat itu.
 Pada tahun 1940-an, produksi  padi di Jepang menurun drastis  yang diduga karena penurunan  kesuburan tanah. Selanjutnya diketahui bahwa penurunan hasil tersebut disebabkan oleh defisiensi Si di dalam tanah. Belajar dari hal itu,  pupuk Si diberikan secara reguler pada tanah sawah di Jepang dan  Silika penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi dan menghindarkan  tanaman dari serangan penyakit serta cekaman biotik dan abiotik.  penelitian Si pun berkembang, termasuk untuk tanaman padi. Di Indonesia, hingga saat ini belum ada penelitian komprehensif
 mengenai peran Si bagi tanaman. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanah yang berasal dari bahan  induk abu vulkan memiliki kandungan Si tersedia lebih tinggi dibandingkan dengan tanah aluvial. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, kandungan Si dalam air irigasi dan  tanah sawah di Jawa dan Sumatera menurun. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh retensi Si  di dalam waduk/dam.
 Berdasarkan hasil penelitian  tersebut, persepsi kita terhadap
 unsur Si harus diubah. Anggapan  bahwa tanah di daerah tropis mengandung hara Si berlimpah ternyata tidak tepat karena tanah  mengalami pelapukan yang intensif sehingga kehilangan hara termasuk Si juga tinggi. Kandungan total Si dalam tanah mineral sangat tinggi (±50%), namun ketersediaannya bagi tanaman  sering kali sangat rendah. Tingkat  ketersediaan hara Si bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor,  yaitu suhu tanah, potensial redoks  (Eh), pH atau keasaman tanah, dan
 konsentrasi Si dalam larutan tanah.  Oleh karena itu, ketersediaan Si
 pada tanah sawah tidak berkorelasi  positif dengan kandungan total Si
 dalam tanah.  
Peran Silika bagi Tanaman

Tanaman akumulator Si membutuhkan unsur Si dalam jumlah banyak untuk 
pertumbuhannya. Tanaman akumulator Si terutama berasal dari famili Gramineae 
seperti bambu, padi, dan tebu serta tanaman tingkat rendah dari famili
Chlorophyta seperti alga. Si berperan dalam meningkatkan fotosintesis dan 
resistensi terhadap cekaman biotik dan abiotik.Mekanisme kekurangan Si pada tanah sawah dapat dijelaskan sebagai berikut. Tanaman padi sawah  membutuhkan banyak 
air untuk pertumbuhannya. Pada saat penggenangan, tanah sawah selalu dicuci
 dengan air sehingga unsur-unsur beracun dan kation basa seperti K, Ca, dan Mg 
menjadi tercuci. Pada saat itu, tanah menjadi sangat reduktif, kemudian Fe, Mn,
dan Si tereduksi dan selanjutnya larut dan turun ke tanah lapisan bawah. Ion sulfat juga tereduksi menjadi H 2S yang kemudian berubah menjadi Fe-S yang bersifat
 nontoksik dengan adanya unsur Fe. Namun, bila ketersediaan unsur Fe
 terbatas, H 2 S akan meracuni tanaman. Pada tanah sawah yang terdegradasi, Fe,
 Mn, dan Si tercuci lalu turun menuju ke lapisan tanah bagian bawah sehingga 
perakarantanaman teracuni H 2S. Pada kondisi seperti itu, tanaman yang
 awalnya tumbuh baik akan mengalami gejala layu pada daun bagian bawah dan muncul bercak-bercak coklat yang akhirnya menurunkan hasil secara drastis. Gejala ini disebut akiochi di Jepang. Kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada
 tanah sawah di Indonesia, di mana hasil padi mengalami penurunan
 dari tahun ke tahun. Tanaman padi yang diberi perlakuan Si memiliki daun dan 
gabah yang sehat, sedangkan tanpa Si, daun menjadi rentan terhadap
 penyakit dan hama serta gabah tidak sehat. Di Indonesia, sampai
 saat ini belum ada penelitian tentang pengaruh unsur Si terhadap pertumbuhan 
padi. Namun, tingginya tingkat penurunan hasil akibat serangan hama dan penyakit blas serta banyaknya gabah hampa dapat menjadi indikasi gejala keku rangan Si 
pada tanah sawah intensifikasi. Makin intensifnya penanaman padi (2-3 kali 
setahun) akan makin menguras hara Si di dalamtanah bila tanpa dibarengi upaya
 mengembalikan unsur Si ke dalam tanah. Jerami dapat menjadi sumber hara Si dan K bagi tanaman padi apabila dikelola dengan baik. Namun, jerami biasanya dibakar
 sehingga tidak ada waktu untuk mendekomposisi jerami. Unsur hara Si juga penting bagi tanaman tebu. Hasil penelitian di Rusia lebih banyak melaporkan defisiensi Si pada tanaman tebu. Defisiensi Si pada tanah di perkebunan tebu disebabkan oleh tidak adanya pemupukan Si. Sementara itu, biomassa tebu sebagai sumber
 Si setelah panen biasanya diangkut dan dibakar sehingga tidak ada pengembalian 
Si ke dalam tanah (Husnain).

Balai Penelitian Tanah

Cara Membuat Pupuk NPK Sendiri

membuat pupuk NPK dari pupuk tunggal
CARA MEMBUAT PUPUK NPK SENDIRI (RUMUS MEMBUAT NPK)

HARGA PUPUK NON SUBSIDI BEGITU MENYIKSA PARA PETANI
cara membuat NPK sendiri. 
Kita ketahui bersama selain pupuk NPK harganya mahal apalagi yang tidak bersubsidi (NPK Mutiara, NPK BASF dan NPK Hydro), juga terkadan NPK bersubsidi kalau sedang kita butuhkan sulit didapatkan dikios-kios. Yah……. namanya barang bersubsidi, kadangkala dijadikan sebagai bahan permainan para pedagang. Walaupun terkadang sangat merugikan petani (barang langka dan harga diatas HET).



Artikel cara membuat pupuk NPK sendiri yang akan saya sampaikan merupakan cara menghitung/ mengkombinasi pupuk Urea, SP36 dan KCl sehingga mempunyai kandungan NPK sesuai dengan yang kita inginkan. Pupuk NPK di pasaran mempunyai kandungan berbagai macam, 15:15:15 (NPK Ponska ), 16:16:16 (NPK Mutiara), 20:10:10 (NPK Pelangi) dan lain sebagainya.


Cara membuat pupuk NPK sendiri:


  1.  Kita tentukan dulu kandungan pupuk NPK yang akan kita buat. Untuk lebih mempermudah penjelasan kita contohkan akan membuat pupuk NPK sendiri dengan kandungan 20:15:10. 
  2. Hitung kebutuhan pupuk NPK yang akan kita buat. Misalnya kita akan membuat 200 Kg pupuk NPK dengan kandungan 20:15:10. 
  3.  Kita hitung jumlah masing-masing unsur hara yang kita butuhkan. Unsur N : 20% X 200 = 40 kg. Unsur P : 15% X 200 = 30 Kg. Unsur K : 10% X 200 = 20 Kg. 
  4.  Kita konfersikan kebutuhan masing-masing unsur hara dengan pupuk tunggal yang telah kita persiapkan (Urea, SP36 dan KCl). Kandungan N dalam urea adalah 54% maka untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuh Urea (100 : 54) X 40 = 74 Kg Urea. Untuk mendapatkan unsur P 30 Kg kita butuh SP36 (100 : 36) X 30 = 83,3 Kg SP36. Sedangkan kebutuhan unsur K sebesar 20 Kg akan kita perolaeh dari KCl (100 : 45) X 20 = 44,4 Kg. 
  5. Oleh karena itu NPK dengan komposisi 20 : 15 : 10 sebanyak 200 Kg setara dengan Urea 74 Kg + SP36 83,3 Kg + KCl 44,4 Kg. 



Contoh pembuatan NPK lain :
Untuk membuat Pupuk yang setara dengan 50 Kg NPK Ponska (15 : 15 : 15) maka kita butuh :
Urea : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 54) = 13,8 Kg Urea
SP36 : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 36) = 20,8 Kg SP36
KCl : ((15 : 100) X 50 Kg) X (100 : 45) = 16,66 Kg KCl
Saya kira harga 50 Kg NPK Ponska akan lebih mahal jika dibanding dengan kombinasi 13,8 Kg Urea, 20,8 Kg Sp 36 dan 16,66 Kg KCl. Selamat mencoba !
MOHON MAAF JIKA ADA KEKURANGAN..... SMOGA BISA MENJADI SOLUSI.......




Thank :
Tosin Glio

Material Safety Data Sheet (MSDS) Pupuk Pelangi Kaltim

mencampur pupuk tunggal,pupuk majemuk
Sebuah dokumen tentang data-data pupuk majemuk (Pupuk Pelangi) produksi Pupuk Kaltim
Download disini

Pupuk NPK Pelangi (KALTIM)


Dengan keunggulan yang luar biasa, Pupuk Kaltim menawarkan produk pupuk NPK yang sangat menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan para petani. 
Sejak akhir tahun 2002 PKT telah mengembangkan pupuk majemuk NPK Pelangi, yaitu jenis pupuk yang mengandung unsur hara makro Nitrogen, Phospor dan Kalium yang sangat dibutuhkan tanaman. Pengembangannya sejalan dengan program pemerintah yang ingin memasyarakatkan penggunaan pupuk NPK karena terbukti dapat meningkatkan produktivitas pertanian.

Sebagai program sosialisasi NPK Pelangi, PKT bekerjasama dengan pihak swasta diberbagai daerah dalam melakukan demonstration plot (demplot), yaitu semacam lahan percontohan di area-area pertanian. Hasil demplot yang telah dilaksanakan menunjukan bahwa NPK Pelangi dapat meningkatkan produktivitas pertanian hingga rata-rata 30% per hektar.
pupuk npk "pelangi"
Pada tahun 2004 telah dilakukan peresmian 3 pabrik NPK Pelangi yaitu di Bontang, Semarang (diresmikan oleh Presiden Megawati Soekarno Putri) dan di Cirebon (diresmikan oleh Dirjen Bina Sarana Pertanian, Bpk.Ato Soeprapto). Ketiga pabrik yang telah beroperasi penuh tersebut akan memenuhi kebutuhan NPK Pelangi di daerah pemasaran Kalimantan, Sulawesi, Jawa, sebagian Sumatera dan Bali serta Nusa Tenggara.

Di tahun 2010 bulan Oktober, diresmikan pabrik Pupuk NPK Fuse Granulation di Bontang, Kalimantan Timur. Pabrik baru ini mampu memproduksi 2 x 100.000 ton NPK per tahun dengan bentuk granular satu butiran. Sebelumnya, pada tanggal 30 Agustus 2010, Pupuk Kaltim telah menandatangani MoU dengan PT Astra Agro Lestari Tbk. Isi dari MoU ini memberikan jaminan pasokan pupuk urea dan Pupuk NPK Fuse Granulation untuk perkebunan kelapa sawit Astra Agro di Kaltim, Sulsel, Sulbar dan Sulteng serta Kalsel. PKT sendiri telah memasok kebutuhan PT AAL sejak semester 2 tahun 2008 dengan jumlah 40 ribu ton per tahun dalam bentuk NPK Blending.


Spesifikasi Pupuk NPK Pelangi
Produk pupuk majemuk NPK dari Pupuk Kaltim variasinya sangat banyak, karena dapat dibuat sesuai dengan permintaan mengikuti jenis dan kebutuhan tanaman. Semua bahan baku dari unsur N (Nitrogen), P (Fosfat), dan K (Kalium) dipilih yang berkualitas tinggi dan diproses dengan menggunakan proses mechanical blending untuk menjadikan produk pupuk NPK. Pupuk NPK dipasarkan dan dijual dengan merk dagang NPK Pelangi, yang dalam perdagangannya mematuhi SNI 02-2803-2000 (HS: 3105.20.00.00).

Dosis dan Komposisi
Dosis dan komposisi pupuk NPK Pelangi, amat tergantung pada keadaan kesuburan tanah setempat serta jenis tanaman yang dibudidayakan.
Berikut adalah dosis dan komposisi umum yang disarankan untuk penggunaan NPK:
TANAMAN
Komposisi
NPK
Dosis NP
(kh/ha)*
Dosis Urea
(kg/ha)**
Proyeksi Hasil
(ton/ha)
Padi Sawah
Jagung
20 - 10 - 10
20 - 10 - 10
300 - 400
300 - 400
100
100
7 - 9
9-12
Kelapa Sawit
15-15-6-4
12-12-17-2


Keterangan:
*) diberikan seluruhnya saat taam atau 7 -13 hari setelah tanam
**) diberikan pada saat tanaman berumur 30-40 hari setelah tanam

Bahan Baku NPK Pelangi 

Unsur
Kegunaan Unsur
Sumber Unsur NPK Blending
Sumber Unsur NPK Fuse
Nitrogen (N)
  • Merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan khususnya batang, anakan, dan daun
  • Pembentukan zat hijau daun yang berguna dalam foto-sythesis
Urea granule yang larut perlahan (slow release) dengan butiran yang lebih besar dan keras. N=46%. Urea ini diproduksi sendiri oleh Pupuk Kaltim
Penyerapan akan lebih efektif, tidak mudah mencair dan menguap di tanah sehingga sebagian besar diserap oleh tanaman.
Urea melt yang diambil dari pabrik urea Kaltim-4, pproduksi sendiri oleh Pupuk Kaltim. N=46%
Phosphor (P)
  • Merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda
  • Membantu assimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan, pemasakan buah dan biji serta menambah daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit
DiAmmonium Phosphat (DAP) granule yang mempunyai kelarutan tinggi. N=18% dan P2O5 = 46% yang seluruhnya terlarut dalam asam sitrat.
Ada penambahan Rock Phosphat yang dibentuk menjadi granular dan biasa disebut Filler.
Rock Phospate impor dari Egypt dengan kadar P2O5=28-30% dan kadar P2O5 terlarut 10-12% dalam asam sitrat 2%

DAP hanya ditambahkan pada formula NPK dengan kadar P tinggi NPK 16-16-16
Kalium (K)
  • Memperkuat tubuh tanaman sehingga tidak mudah rebah, daun, bunga dan buah tidak mudah gugur
  • Menambah daya tahan tanaman terhadap kekeringan dan serangan hama/penyakitserta meningkatkan kualitas panen
Kalium Chloride (KCl) yang berbentuk flake dg butiran berukuran lebih besar dan berwarna merah diimpor dari Jerman.
Kalium Chloride (KCl) atau disebut juga Muriate of Potash (MOP) yang berbentuk powder (standard MOP) berwarna merah, diimpor dari Kanada atau Rusia.

Komposisi NPK Pelangi 

No
Komposisi
Segmen Tanaman
1
20-10-10
Padi, Jagung, Karet
2
20-6-6
Padi
3
20-9-15
Tebu
4
27-6-10-2
Teh
5
16-16-16
Hortikultura
6
15-15-15
Hortikultura
7
15-15-6-4
Sawit TBM
8
12-12-17-2
Sawit TM
9
14-10-20
Sawit TM
10
16-4-25
Sawit TM
11
13-6-27-4 + 0,65B
Sawit TM

Wide Range of NPK Products (bulk blending) 

12-12-7-212-6-22-515-15-1512, 6-6, 75-21-4
15-15-6-412-6-22-316-16-1616-0-27
12-6-27-414-8-18-325-6-615-0-30
20-10-1015-10-19-425-7-7dan banyak lagi
20-6-615-9-20-427-6-10
20-13-624-9-1227-6-10-2
12-12-2011-22-1825-6-12-3
14-14-2014-10-2016-6-8
20-9-1520-7-1118-3-18

Pabrik NPK Granular Blending kami mampu memproduksi beragam komposisi NPK yang paling ekstrem serta sangat fleksibel melayani permintaan pelanggan, misalnya NPK 41-4-1 dan NPK 15-0-32.
Pabrik NPK Compound/Fuse kami adalah satu-satunya pabrik NPK steam granulation di Indonesia yang mampu memproduksi komposisi NPK dengan Hi-Nitrogen, contohnya NPK 20-10-10 dan NPK 20-8-11 + 2 S + 1 Trace Elements.

Keunggulan NPK Pelangi
  • Mengandung unsur hara macro N, P, K, dan Mg (untuk sawit).
  • Komposisinya dapat diubah sesuai jenis kesuburan tanah dan jenis tanaman.
  • Tidak mudah hanyut dan langsung meresap ke tanah.
  • Slow release, sehingga tidak boros pupuk dan diserap optimal oleh tanaman.
  • Variasi formula NPK sangat banyak, cocok untuk segala jenis tanaman.

Manfaat NPK Pelangi Bagi Tanaman
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman, pembentukan anakan, tinggi tanaman, lebar daun, panjang malai dan jumlah gabah.
  • Menjadikan daun tanaman lebih hijau sehingga menjamin berlangsungnya proses fotosintesis dengan baik.
  • Merangsang pertumbuhan akar tanaman.
  • Menjadikan batang tanaman lebih kokoh sehingga mengurangi resiko rebahnya tanaman.
  • Meningkatkan ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.
  • Memacu pembungaan, pembentukan dan pemasakan biji/buah sehingga biji/buah lebih cepat panen.
  • Meningkatkan kandungan protein, gula dan minyak/lemak tanaman.
  • Memperbesar ukuran biji,buah dan umbi yang dipanen.
sumber