Showing posts with label pertanian organik. Show all posts
Showing posts with label pertanian organik. Show all posts

Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi

JIka petani China menggunakan kaset CD untuk mengusir hama burung pada tanaman padi, maka beda dengan petani di Desa Ngadirejo. Petani di desa Ngadirejo, sebuah desa di Kabupaten Nganjuk memiliki Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa burung merupakan salah satu hama yang paling menggangu selama proses budidaya tanaman padi, jika dibiarkan resiko kerugian akibat hama burung ini bisa mencapai 60 %. (pengalaman pribadi). saat itu padi yang saya tanam lebih cepat berbuah dibanding padi disekitarnya maka otomatis seluruh burung terkonsentrasi di lahan tanaman padi saya.

Hal serupa juga dialami petani lain, terutama karena beberapa tahun terakhir petani desa Ngadirejo mulai membudidayakan padi pada musim tanam ketiga (antara bulan September sampai november) dan saat itu hampir tak ada tanaman padi di wilayah lain. bisa dibayangkan berapa banyak burung yang datang mencari makan di lahan tanaman padi kami.

Sebelum menggunakan Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi, petani desa Ngadirejo juga menggunakan cara tradisional untuk mengusir hama burung yaitu dengan menggunakan buni-bunyian. Tapi cara itu tidak efektif jika serangan bukan hanya ratusan burung tapi ribuan. selain bunyi-bunyian pernah petani desa Ngadirejo menggunakan jasa penangkap Hama Burung. cara kerjanya adalah sebuah jaring dibentangkan vertikal sepamjang lahan tanaman padi, jika gerombolan burung sudah berkumpul di lahan dan menikmati sedapnya padi yang baru berisi si penangkap Burung menggunakan sejenis peluit yang bisa menirukan suara burung Predator, kontan saja para burung yang lagi menikmati makan pagi terbang berhamburan tanpa sempat berpikir dan terjebaklah mereka di jaring yang sudah dipasang.

Hanya saja cara ini tidak bertahan lama, karena masalah muncul ketika burung yang tertangkap jumlahnya ribuan, ada yang dengan teganya mengeleminasi burung-burung tersebut. 

Akhirnya dengan tetap menggunakan jaring yang sama, tapi kali ini jaring dibentangkan diseluruh lahan untuk menutupi tanaman padi, Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi ini lebih efisien karena begitu dipasang tidak perlu lagi ada penunggu, dan tidak burung yang ditangkap maka lebih ramah lingkungan dan tidak perlu mengeleminasi burung, hanya satu masalah nya jika menggunakan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi, setelah jaring terpasang maka perawatan padi akan sulit karena tertutup jaring. jadi pastikan terapakan Pengelolaan Tanaman Terpadu untuk meminimalisir hama lain.

Alat dan bahan untuk menerapkan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi:
  • Jaring nylon yang belinya di toko alat pancing, dengan harga Rp 20.000 untuk ukuran 2x20 meter pada tahun 2013
  • tiang kecil sebagai penyangga
  • tali

mengendalikan hama burung pada tanaman padi

Mungkin pada awalnya biaya yang dikeluarkan sangat besar, pada tahun 2013 saja perhektar dibutuhkan dana kurang lebih Rp.6.000.000 sudah termasuk biaya pasang. Tapi jika perawatan jaringnya baik maka bisa berumur lebih dari 4 Tahun, tentu pada akhirnya biaya yang dikeluarkan untuk mengendalikan hama burung Jauh lebih murah.

Demikian Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. semoga bermanfaat.

Pengalaman Pertama Mencicipi Beras Hitam

padi hitam


Dari yang kubaca tentang manfaat beras hitam, muncul rasa penasaran yang mendalam baik tentang bagaimana rasanya, ada yang menyebut bercitarasa bangsawan dan manfaatnya, katanya dengan beberapa kali mengkonsumsi sudah badan terasa lebih segar.

Satu waktu ada seorang teman, dia adalah penggiat pertanian organik mengatakan mendapat benih padi hitam dari malang. Dan dia menanamnya pada musim kemarau.

Setelah kurang lebih 3,5 bulan. dan padi hitampun siap panen. hasilnya tidak terlalu banyak mungkin karena ditanam pada musim kemarau, juga padi hitam temanku banyak dimakan burung, dari yang saya dengar padi hitam lebih disukai burung.

Akhirnya saya menyempatkan beli beras hitam sebanyak 10 kg. Setelah sampai di Rumah ibu langsung memasak dengan cara seperti ibuku memasak nasi beras putih. dan yang terjadi adalah nasi tetap terasa keras (cenderung tidak matang) meski dimasak lagi selama 10 menit dan ditambah air. Dan rasanya kalo boleh dibilang lebih hambar dari yang aku bayangkan. apa citarasa bangsawan hambar kayak gini ya? Agak sedikit enak jika beras hitam ini dimasak dengan beras putih.

Setelah berbagai cara memasak dilakukan tetap saja ibuku tidak bisa membuat nasi beras hitam jadi pulen, sedap dan wangi, akhirnya beras hitam tersebut digiling dan dimasak sebagai bubur, bisa empuk tapi rasanya kok tetap kurang sedap. baru bisa merasakan enaknya beras hitam ketika tepung beras hitam tadi digunakan sebagai bahan dasar pembuatan Nogosari.

Yang jadi pertanyaan, apa beras hitam yang saya konsumsi bukan dari varietas beras hitam yang punya citarasa "Bangsawan" dengan tekstur yang lembut, pulen dan beraroma wangi?  bahkan ada tetangga yang memvonis bahwa beras hitamku adalah ketan hitam, jika dilihat dari lamanya waktu memasak. Dan ternyata beberapa petani lain yang menanam padi hitam juga mengalami hal serupa. Ataukah memang begitu rasa beras dari padi hitam.

 Sumber gambar  : http://historydistribution.blogspot.com


Manfaat Pohon Cangkring


Setelah merasa badan pegal-pegal selama tiga hari, sebelumnya aku anggap kecapean biasa. karena beberapa hari ini intensitas internetanku agak meningkat :). Tepat pagi hari keempat, aku terbangun dengan satu bintik memerah di dahi yang rasanya sedikit sakit, dan sorenya bintik kecil itu ada airnya. iseng aku pencet aja sampai pecah. Anehnya setelah pecah kok gak segera kering dan keesokan paginya puluhan bintik kecil berair muncul lebih banyak. Baru sadar "aku kena Cacar Air!!"

Tak perlu menunggu lama aku langsung ke Dokter dan hasilnya aku libur mandi selama 1 minggu. Dua hari minum obat dari Dokter bintiknya masih aja muncul meski tidak sebesar sebelumnya.  Sorenya Ayahku bawa daun penuh duri kecil, katanya daun Cangkring. daun yang dipercaya bisa mengobati cacar air. Pohon cangkring atau dadap yang memiliki nama latin
Erythrina variegata  memiliki pohon yang berukuran sedang, mencapai tinggi 15–20 m dan gemang 50–60 cm. Bagian kulit batang yang masih muda dan halus bergaris-garis vertikal hijau, abu-abu, coklat muda atau keputihan; batang biasanya dengan duri-duri tempel kecil (1–2 mm) yang berwarna hitam. Tajuknya serupa payung atau membulat renggang, menggugurkan daun di musim kemarau.
Daun-daun dadap yang muda dapat digunakan sebagai sayuran. Daun-daun ini berkhasiat membanyakkan susu ibu, membuat tidur lebih nyenyak, dan bersama dengan bunganya untuk melancarkan haid. Cairan sari daun yang dicampur madu diminum untuk mengobati cacingan; sari daun dadap yang dicampur minyak jarak (kasteroli) digunakan untuk menyembuhkan disentri. Daun dadap yang dipanaskan digunakan sebagai tapal untuk meringankan rematik. Pepagan (kulit batang) dadap memiliki khasiat sebagai pencahar, peluruh kencing dan pengencer dahak. Bijinya agaknya beracun.


Namun demikian, laporan terbaru pada tahun 1980-an menunjukkan di mana daun, batang, buah, dan akar dadap mengandung racun yang bernama asam hidrosianida. Racun yang lainnya yang ditemukan adalah eritrina. Dalam bijinya, ditemukan alkaloid eritralin dan hipaforin. Dalam sebuah tes pada seekor kodok, ditemukan kodok tersebut menjadi sangat aktif dan banyak bergerak. Namun, dalam salah satu turunannya (derivative-nya), apabila terminum dalam dosis yang banyak, dapat menyebabkan kelumpuhan. 


Memiliki kandungan protein (dan nitrogen) yang tinggi, daun-daun dadap juga dimanfaatkan sebagai pakan ternak atau untuk pupuk hijau. Sebatang pohon dadap yang berukuran sedang, yang dipangkas 3-4 kali setahun, dapat menghasilkan 15-50 kg hijauan pakan ternak dalam setahunnya. Sejauh ini, daun-daun dadap diketahui tidak bersifat racun (toksik) bagi ternak ruminansia. Perakaran dadap bersimbiosis dengan bakteri Bradyrhizobium mengikat nitrogen dari udara, dan meningkatkan kesuburan tanah. Namun demikian, dadap dapat digunakan sebagai pemberantas serangga
Setelah dua kali mandi dengan rebusan daun cangkring bintik berisi air langsung pecah dan mulai mengering dan tidak ada bintik baru, tapi sayang bintik pertama yang di dahi, yang aku pencet sampai sekarang meninggalkan bekas. Dari keterangan yang kuambil dari wikipedia diatas, ternyata pohon cangkring juga memilki manfaat lebih untuk pertanian.  Hanya saja belum dikembangkan, atau memang petani sekarang inginnya hal yang praktis jadi pertanian yang berbasis kearifan lokal atau istilah kerennya Pertanian Organik memang belum menarik dijadikan gaya bertani petani di sekitarku.

manfaat Pohon Cankring

 sumber:wikipedia


Atap Gedung, Pilihan Terakhir Lahan Pertanian Di Kota

Beberapa saat lalu menteri pertanian Suswono mengusulkan menggunakan atap untuk digunakan sebagai lahan pertanian, hal ini merupakan respon dari masalah semakin berkurangnya lahan pertanian di kota dan diharapkan sekaligus bisa memecahkan masalah lingkungan kota besar. yaitu semakin langkanya ruang terbuka hijau.

Sebuah ide bagus yang menyelesaikan dua permasalahan dengan satu solusi, meski agar maksimal dukungan semua fihak sangat dibutuhkan.

Sebenarnya pertanian yang menggunakan atap gedung sebagai lahan bukanlah hal baru, tercatat pada tahun 2008, dua anak perusahaan telekomunikasi Jepang NTT mulai mengembangkan pertanian di Atap gedungnya.

pertanian di atap

Sebagai kota besar yang memiliki masalah yang klasik, lahan pertanian yang berkurang, Mutu udara yang buruk tentu pemilihan menambah jumlah lahan pertanian menjadi solusi yang terbaik. seperti terlihat pada gambar diatas, tampak dua orang perkerja sedang merawat tanaman ubi. Menurut NTT Proyek yang bernama "Green Potato" memberikan dampak yang positif, mulai menurunnya suhu ruangan gedung dibawahnya saat musim panas. Daun Ubi yang lebar mampu menutupi seluruh permukaan atap gedung, sehingga panas matahari tidak langsung mengenai beton gedung.

Manfaat selanjutnya adalah terciptanya satu lapangan kerja baru, Bisa dibayangkan satu gedung yang atapnya diubah menjadi lahan pertanian membutuhkan 2 pekerja ( petani ) Jika seluruh pemilik gedung berpikir hal yang sama maka akan ada ribuan pemuda yang mendapat pekerjaan.

sweet potatoes.jpg

Bisakah diterapkan Di Indonesia? yang pasti seperti yang saya ungkapkan diatas butuh dukungan banyak pihak agar bisa mewujudkan pertanian diatap. atau kita jangan berpikir terlalu jauh membayangkan semua gedung di jakarta menggunakan Atapnya untuk lahan pertanian. Kita mulai dari lingkungan terkecil. satu keluarga memaksimalkan lahan pekarangannya untuk menanam, (tidak harus di Atap dan gak harus tanam ubi). dan manfaat pertama yang akan diperoleh adalah ketersediaan pangan bagi keluarga yang terjamin kesehatannya (tentu jika ditanam dengan konsep pertanian organik).

Bagaimana, siap menanami atap rumah anda?

sumber gambar : http://www.cityfarmer.info


Cara Meningkatkan Hasil Pertanian dengan Trichoderma


Hasil padi seringkali tidak maksimal akibat kurangnya pemupukan lahan. Penyebabnya antara lain sulitnya memperoleh pupuk dan harga yang cukup mahal jika tidak mengandalkan subsidi dari pemerintah.

Salah satu upaya untuk menggantikan pupuk kimia agar tanaman padi berhasil dan diharapkan mampu menaikkan hasil panen padi adalah dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. yang dapat menguraikan jerami padi menjadi kompos(pupuk organik) yang selanjutnya ditebar di lahan sawah. Penggunaan Trichoderma sp. untuk kompos jerami padi dapat menurunkan biaya produksi tanaman karena harganya murah, bahkan dapat diproduksi sendiri oleh petani. Bibit Trichoderma sp. dapat diperoleh di UPTPH Dinas Pertanian, dapat juga dengan mencari jamur tersebut di lahan sawah setempat dengan memakai belahan buah kelapa yang ditutupkan ke tanah selama beberapa hari, jamur hijau yang muncul diantaranya adalah Trichoderma sp.


MANFAAT
Selain meningkatkan produksi padi, Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti:
1. Layu Fusarium
2. Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
3. Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
4. Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
5. dan lain-lain

UJICOBA DI KALBAR DAN KALSEL
Pemakaian kompos jerami padi di Desa Sei Itik Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya telah menunjukkan hasil panen lebih tinggi sekitar 30% - 40% dari pada pola konvensional. Dari satu hektar lahan sawah yang memakai Trichoderma sp dihasilkan padi sebanyak 3,6 hingga 4 ton GKP pada musim gadu, sementara lahan yang tidak memakai Trichoderma sp hanya menghasilkan 2,7 ton GKP. Jerami yang dikomposkan dengan Trichoderma sp mengandung nutrisi yang diperlukan tanaman padi yaitu unsur N, P, K yang biasanya didapat dari pupuk kimia. Peningkatan hasil padi dengan memakai Trichoderma sp juga tampak pada penanaman padi di Kalimantan Selatan yang telah menghasilkan sekitar 7 s/d 10 ton GKP per hektar.

CARA PERBANYAKAN STARTER Trichoderma sp PADAT
Petani dapat melakukan sendiri perbanyakan starter Trichoderma sp dengan cara sebagai berikut :
  1. Bahan. Bibit (starter Trichoderma sp F1, dapat diperoleh di UPTPH Distan), Beras 6 kg (untuk 1 hektar lahan), Alkohol, Air bersih, Kapas, Kantong Plastik, Lilin, Selotif dan Minyak tanah sebagai bahan bakar kompor.
  2. Alat : Ember, baskom, Staples, Kipasan, Dandang, Nyiur, Sendok, Centong dan kompor.
  3. Penyiapan Media. Beras direndam selama 30-60 menit, selanjutnya cuci sampai bersih kemudian ditiriskan lalu dikukus hingga setengah masak, angkat dan dinginkan.
  4. Pengantongan. Media (nasi setengah masak) yang telah dingin dimasukan kedalam kantong plastik, dibentuk gulungan kemudian diselotif, selanjutnya dimasukkan kedalam dandang untuk proses strerilisasi.
  5. Sterilisasi. Kukus media tersebut selama 2-3 jam, setelah itu angkat dan dinginkan.
  6. Inokulasi.Tularkan jamur Trichoderma sp dari tabung reaksi kedalam media beras kemudian tutup kemasan/kantong plastik dengan staples atau lilin. Perlu diperhatikan, proses inokulasi tersebut diusahakan dilakukan diruangan yang steril.
  7. Inkubasi. Susun kemasan yang berisi media dan Trichoderma sp secara berjajar dan simpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, setelah 4-7 hari media akan ditumbuhi oleh jamur, pada awalnya berwarna putih kemudian berubah menjadi hijau, selanjutnya media siap diaplikasikan.
  
CARA APLIKASI/PEMAKAIAN
  1. Kumpulkan jerami yang akan dikompos (6 s/d 9 ton).
  2. Hamparkan jerami dengan ketinggian sekitar 20 - 30 cm.
  3. Ambil Starter Trichoderma sp yang sudah jadi, masukkan ke dalam air di ember dan diremas-remas, saring, isikan ke dalam gembor penyiram.
  4. Siramkan merata lapisan pertama jerami,
  5. Tutup lapisan pertama dengan jerami berikutnya, lalu siramkan lagi Trichoderma, demikian seterusnya hingga jerami habis.
  6. Biarkan jerami mengalami penguraian selama 2-3 minggu. Kompos jerami yang telah matang siap di padu dengan tanah di lahan sawah pada saat pengolahan tanah.
  7. Lahan siap ditanam tanpa perlu tergantung penuh pada pupuk kimia lagi. Pupuk Superphos / Sp-36 mungkin masih diperlukan sedikit untuk membantu kekurangan unsur P.
  8. Panen meningkat hasilnya dan biaya produksi menurun sehingga petani dapat menikmati hasil panen lebih baik dari sebelumnya.

UJI LABORATORIUM
Komposisi jerami padi yang diuraikan dengan Trichoderma sp telah diuji kandungannya di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak dengan hasil yang sangat baik, yang memberikan gambaran kandungan unsur N, P dan K pada kompos jerami padi.

sumber:http://cybex.deptan.go.id
sumber gambar :http://isroi.wordpress.com

Manfaat Tepung Mata Beras

Manfaat Tepung Mata Beras


tulisan: Tosin Glio


Beras adalah makanan pokok masyarakat Indonesia yang sangat bergizi. Dalam beras terdapat banyak nutrisi penting, yaitu karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral. Vitamin utama yang terkandung dalam beras adalah vitamin B1 (Thiamin). Vitamin ini banyak terdapat pada bagian kulit ari beras (bekatul). Pada proses penggilingan beras, bagian kulit ari dan mata beras terlepas menjadi serbuk halus. Akibatnya beras yang kita konsumsi saat ini sudah "terlalu bersih" dan menjadi "miskin" akan protein, mineral, serat makanan, dan nutrisi-nutrisi penting lainnya.

Asal CRP
Tepung Mata Beras Bekatul (Coarse Rice Powder/CRP) dari NATUREFARM terbuat dari mata beras dan bekatul pilihan berkualitas tinggi, tanpa menggunakan bahan pengawet. Pengawasan yang ketat dalam proses pengolahan membuat kandungan gizi yang terdapat dalam Tepung Mata Beras Bekatul tetap terjaga secara optimal.

Komposisi Tepung Mata Beras Bekatul terdiri dari :
Kulit Beras : 29 %
Mata Beras : 66 %
Isi Beras : 5 %

Mengapa Tepung Mata Beras Bekatul sangat penting untuk dikonsumsi ?

Tepung Mata Beras Bekatul tidak hanya kaya akan protein, mineral, dan serat pencernaan makanan, tetapi juga banyak mengandung asam lemak esensial, vitamin B Complex (B1, B2, B3, B5, B6, dan B15), antioksidan, dan vitamin E (Tocopherols dan Tocotrienols). Dietery fibre (serat pencernaan makanan) yang tinggi bermanfaat dalam proses pencernaan makanan dan mencegah terjadinya proses keganasan dalam usus.

Tingginya nilai gizi yang terkandung dalam Tepung Mata Beras Bekatul menjadikannya sangat baik untuk dikonsumsi oleh siapa saja, dari anak-anak sampai orang lanjut usia guna menjaga stamina dan memelihara kesehatan tubuh, terutama saat pemulihan kesehatan setelah sakit.

Manfaat Tepung Mata Beras Bekatul antara lain :
• Membantu menurunkan kadar gula dalam darah (Diabetes)
• Sangat efektif membantu menurunkan kolesterol dan trigliserida
• Mengatasi asma, batuk dan radang lambung
• Mengatasi asam urat
• Mengatasi gangguan pada lambung (sakit Maag)
• Melindungi dari penyakit beri-beri
• Mengatasi hipertensi dan wasir
• Mengatasi sembelit atau susah buang air besar
• Membantu mengatasi gangguan fungsi hati
• Meningkatkan berat badan balita
• Memulihkan kesehatan & Menjaga stamina tetap fit
• Menghaluskan kulit yang kasar
• Sangat cocok untuk Diet / mengatasi obesitas.

URIN SEBAGAI PUPUK CAIR DAN FUNGISIDA ALAMI


URIN SEBAGAI PUPUK CAIR DAN FUNGISIDA ALAMI

Urin atau air kencing sebagai pupuk cair? Bagi yang baru mendengar pasti merupakan hal yang menjijikkan. Sumber saya dapatkan dari Buku Panduan Untuk Permakultur Menuju Hidup Lestari oleh Permatil dan Yayasan Idep (2006). Kemudian saya mencobanya, hasilnya bagus.



Buku Panduan Permakultur tersebut saya pelajari benar, dan kemudian saya mempraktekkannya. Urin atau air kecing manusia merupakan suatu sumber unsur hara yang mudah didapat, gratis dan terus-menerus. Kandung nitrogen dalam air kencing cukup tinggi.

Bila air kencing diencerkan (10-20% air kencing, dengan air 80-90% atau 1-2 bagian air kencing dicampur dengan 8-9 bagian air) akan menjadi pupuk yang baik untuk tanaman buah-buahan. Tanaman jeruk paling cocok untuk dipupuk dengan air kencing encer.
Air kencing bisa pula dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan kompos, baik anaerob maupun aerob. Saya mencoba mempraktekkan pada proses pengomposan aerob dan aerob, hasilnya cukup bagus. 

Dalam buku panduan tersebut dikatakan bahwa pupuk cairt air kencing tidak dianjurkan digunakan pada kebun sayuran. Barangkali karena sayuran sering dikonsumsi langsung, jadi menghindari bila ada unsur yang tidak diinginkan yang ikut termakan oleh kita.
 

Pohon buah-buahan yang sudah dewasa dikatakan dalam buku panduan tersebut memang akan mendapatkan manfaat dari pemberian urin secara langsung. Namun dikatakan bahwa sebaiknya tidak diberikan pada suatu tanaman secara terus menerus.
 

Selain itu air kencing dapat pula dimanfaatkan sebagai fungisida alami (semprotan untuk menanggulangi jamur tanaman). Caranya campurkan 1 bagian air kencing pada 4 bagian air. Semprotkan pada tanaman atau pohon yang terserang jamur, misalnya jenis jamur tepung, jamur merambat, dan jenis jamur lainnya.


sumber

Fungsi PGPR dan Cara Membuatnya


PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) adalah :
  • Sejenis bakteri yang hidup di sekitar perakaran tanaman.
  • Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.
  • Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.
  • Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya.
Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu
  • Mmampu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi penyakit atau kerusakan oleh serangga.
  • Selain itu PGPR juga meningkatkan ketersediaan nutrisi lain seperti phospat, belerang, besi dan tembaga.
  • PGPR juga bisa memproduksi hormon tanaman, menambah bakteri dan cendawan yang menguntungkan serta mengontrol hama dan penyakit tumbuhan.

Fungsi PGPR dan Cara MembuatnyaCARA PEMBUATAN PGPR
ALAT DAN BAHAN:
  1. 100 gr akar bambu
  2. 400 gr gula pasir
  3. 200 gr trasi
  4. 1 kg dedak halus
  5. 10 lt air
  6. Penyedap rasa secukupnya
CARA MEMBUAT:
  1. Rendam akar bambu dalam air matang dingin 2-4 hari
  2. Rebus bahan 2 s/d 6 sampai memdidih selama 20 menit
  3. Setelah dingin masukkan semua bahan kedalam jerigen dan tutup rapat
  4. Buka dan kocok-kocok sehari sekali
  5. Setelah 15 hari PGPR siap digunakan
CARA MENGGUNAKAN:
  1. Saring PGPR
  2. Campurkan 1 lt PGPR ke dalam air 1 tangki
  3. Semprotkan PGPR tersebut ke lahan yang belum ditanami
  4. Ulangi penyemprotan setiap 20 hari sekali

Manfaat Bacillus sp Untuk Pertanian


Bacillus sp. merupakan salah satu kelompok bakteri gram positif yang sering digunakan sebagai pengendali hayati penyakit akar. Anggota genus ini memiliki kelebihan, karena bakteri membentuk spora yang mudah disimpan, mempunyai daya tahan hidup lama, dan relatif mudah diinokulasi ke dalam tanah. Bacillus sp. telah terbukti memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang baik, misalnya terhadap bakteri patogen seperti R. solanacearum (Soesanto, 2008).
Bacillus sp. dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri tanah ini dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung fitohormon dari bakteri menghambat aktivitas patogen pada tanaman, sedangkan pengaruh secara langsung fitohormon tersebut adalah meningkatkan petumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan (Greenlite, 2009).

filtrasi steril dari kultur Bacillus subtilis diaplikasikan tiga kali seminggu mengendalikan penyakit karat pada tanaman kacang dilapangan nyata lebih baik dari fungisida mancozeb dengan aplikasi satu kali seminggu.

Fungsi Bacillus spp. (seperti Bacillus subtillis) antara lain dapat mengendalikan penyakit layu bakteri pada kentang dan meningkatkan hasil umbi kentang sampai 160%. Bacillus spp. dapat mengendalikan penyakit lincat pada tembakau dan penyakit layu bakteri pada biji tomat yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum pada tanaman tembakau
thank Bagus DW

Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

mengenal silika sebagai unsur hara tanaman
Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

Silika termasuk unsur nonesensial bagi tanaman sehingga perannya kurang mendapat perhatian. Si berperan dalam meningkatkan
 fotosintesis dan resistensi tanaman terhadap cekaman biotik (serangan hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan, salinitas,
 alkalinitas, dan cuaca ekstrim). Silika (Si) adalah salah satu unsur
 hara yang dibutuhkan tanaman, terutama padi dan tanaman lain
yang bersifat akumulator Si. Namun, peran Si sebagai unsur hara
 yang dibutuhkan tanaman belummandapat perhatian. Meskipun
 bukan termasuk unsur hara esensial, Si dikenal sebagai unsur hara yang 
bermanfaat (beneficial element), terutama untuk tanaman
 padi dan tebu. Unsur Si dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan menghindarkan tanaman dari  serangan penyakit dan cekaman  suhu, radiasi matahari, serta defisiensi dan keracunan unsur hara.

Sejarah Penelitian Unsur Silika
 
Silika merupakan unsur kedua terbesar di kerak bumi, dan sebagian besar Si 
terdapat di dalam tanah. Dengan demikian, semua jaringan perakaran tanaman dalam
 tanah mengandung Si. Keberadaannya yang universal menyebabkan unsur ini belum banyak mendapat perhatian. Kandungan Si dalam tanah dianggap berlimpah untuk
 memenuhi kebutuhan tanaman.Perhatian terhadap unsur Si dimulai pada abad ke-19. Pada tahun 1862, Sachs mengamati peran Si dalam tanaman dengan
 membandingkan respons tanaman jagung yang diberi perlakuan 0,3% dan 9% Si dalam media tanam  hidroponik. Sachs menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan 
pertumbuhan jagung yang diberi 0,3% dan 9% Si. Sejak itu, Si dianggap
 sebagai unsur hara nonesensial bagi tanaman. Selanjutnya, penelitian  baik dalam aspek fisiologi maupun  kesuburan tanah.
 Beberapa temuan penting yang berkaitan dengan peran Si bagi tanaman padi adalah kandungan Si pada tanaman yang terinfeksi penyakit blas lebih rendah dibandingkan pada tanaman yang sehat. Varietas padi yang tahan penyakit blas memiliki 
kandungan Si lebih tinggi dalam jaringan tanaman dibanding varietas yang peka.
 Peran unsur Si secara fisiologi pertama kali dikemukakan oleh  Ohkawa dan 
Ishibashi (1936- 1939). Mereka menyatakan, defisiensi Si menghambat pertum buhan 
tanaman padi dan Si mengurangi jumlah gabah hampa.
Pengaruh Si sangat penting pada  tanaman padi yang dipupuk nitrogen takaran tinggi dimana daunnya menjadi lebih lunak dan rentan  terhadap penyakit. Hal ini 
menunjukkan bahwa Si berperan dalam menghambat dan mengurangi risiko akibat serangan penyakit.  Namun, berbagai temuan tersebut belum diaplikasikan di lapangan
 karena Si dianggap selalu tersedia di dalam tanah. Si secara konsisten
dilepaskan dari mineral tanah melalui proses pelapukan sehingga pemberian Si ke dalam tanah tidak  diperlukan. Selain itu, pupuk Si juga  belum tersedia saat itu.
 Pada tahun 1940-an, produksi  padi di Jepang menurun drastis  yang diduga karena penurunan  kesuburan tanah. Selanjutnya diketahui bahwa penurunan hasil tersebut disebabkan oleh defisiensi Si di dalam tanah. Belajar dari hal itu,  pupuk Si diberikan secara reguler pada tanah sawah di Jepang dan  Silika penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi dan menghindarkan  tanaman dari serangan penyakit serta cekaman biotik dan abiotik.  penelitian Si pun berkembang, termasuk untuk tanaman padi. Di Indonesia, hingga saat ini belum ada penelitian komprehensif
 mengenai peran Si bagi tanaman. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanah yang berasal dari bahan  induk abu vulkan memiliki kandungan Si tersedia lebih tinggi dibandingkan dengan tanah aluvial. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, kandungan Si dalam air irigasi dan  tanah sawah di Jawa dan Sumatera menurun. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh retensi Si  di dalam waduk/dam.
 Berdasarkan hasil penelitian  tersebut, persepsi kita terhadap
 unsur Si harus diubah. Anggapan  bahwa tanah di daerah tropis mengandung hara Si berlimpah ternyata tidak tepat karena tanah  mengalami pelapukan yang intensif sehingga kehilangan hara termasuk Si juga tinggi. Kandungan total Si dalam tanah mineral sangat tinggi (±50%), namun ketersediaannya bagi tanaman  sering kali sangat rendah. Tingkat  ketersediaan hara Si bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor,  yaitu suhu tanah, potensial redoks  (Eh), pH atau keasaman tanah, dan
 konsentrasi Si dalam larutan tanah.  Oleh karena itu, ketersediaan Si
 pada tanah sawah tidak berkorelasi  positif dengan kandungan total Si
 dalam tanah.  
Peran Silika bagi Tanaman

Tanaman akumulator Si membutuhkan unsur Si dalam jumlah banyak untuk 
pertumbuhannya. Tanaman akumulator Si terutama berasal dari famili Gramineae 
seperti bambu, padi, dan tebu serta tanaman tingkat rendah dari famili
Chlorophyta seperti alga. Si berperan dalam meningkatkan fotosintesis dan 
resistensi terhadap cekaman biotik dan abiotik.Mekanisme kekurangan Si pada tanah sawah dapat dijelaskan sebagai berikut. Tanaman padi sawah  membutuhkan banyak 
air untuk pertumbuhannya. Pada saat penggenangan, tanah sawah selalu dicuci
 dengan air sehingga unsur-unsur beracun dan kation basa seperti K, Ca, dan Mg 
menjadi tercuci. Pada saat itu, tanah menjadi sangat reduktif, kemudian Fe, Mn,
dan Si tereduksi dan selanjutnya larut dan turun ke tanah lapisan bawah. Ion sulfat juga tereduksi menjadi H 2S yang kemudian berubah menjadi Fe-S yang bersifat
 nontoksik dengan adanya unsur Fe. Namun, bila ketersediaan unsur Fe
 terbatas, H 2 S akan meracuni tanaman. Pada tanah sawah yang terdegradasi, Fe,
 Mn, dan Si tercuci lalu turun menuju ke lapisan tanah bagian bawah sehingga 
perakarantanaman teracuni H 2S. Pada kondisi seperti itu, tanaman yang
 awalnya tumbuh baik akan mengalami gejala layu pada daun bagian bawah dan muncul bercak-bercak coklat yang akhirnya menurunkan hasil secara drastis. Gejala ini disebut akiochi di Jepang. Kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada
 tanah sawah di Indonesia, di mana hasil padi mengalami penurunan
 dari tahun ke tahun. Tanaman padi yang diberi perlakuan Si memiliki daun dan 
gabah yang sehat, sedangkan tanpa Si, daun menjadi rentan terhadap
 penyakit dan hama serta gabah tidak sehat. Di Indonesia, sampai
 saat ini belum ada penelitian tentang pengaruh unsur Si terhadap pertumbuhan 
padi. Namun, tingginya tingkat penurunan hasil akibat serangan hama dan penyakit blas serta banyaknya gabah hampa dapat menjadi indikasi gejala keku rangan Si 
pada tanah sawah intensifikasi. Makin intensifnya penanaman padi (2-3 kali 
setahun) akan makin menguras hara Si di dalamtanah bila tanpa dibarengi upaya
 mengembalikan unsur Si ke dalam tanah. Jerami dapat menjadi sumber hara Si dan K bagi tanaman padi apabila dikelola dengan baik. Namun, jerami biasanya dibakar
 sehingga tidak ada waktu untuk mendekomposisi jerami. Unsur hara Si juga penting bagi tanaman tebu. Hasil penelitian di Rusia lebih banyak melaporkan defisiensi Si pada tanaman tebu. Defisiensi Si pada tanah di perkebunan tebu disebabkan oleh tidak adanya pemupukan Si. Sementara itu, biomassa tebu sebagai sumber
 Si setelah panen biasanya diangkut dan dibakar sehingga tidak ada pengembalian 
Si ke dalam tanah (Husnain).

Balai Penelitian Tanah

Pestisida Nabati Untuk Mengendalikan Tikus


pestisida nabati
Oleh Ir.Supono Hari Mulyadi
Gadung selain dibuat kripik, bisa dipakai sebagai pestisida nabati untuk mengendalikan hama tikus yg cukup efektif.
Bahan yg diperlukan :
- umbi gadung sebanyak 1 kg,
- katul sebanyak 3 kg.
- tepung ikan atau limbah ikan asin (ikan asin yg gak laku)  
  sebanyak 1 kg.
- alatnya adalah lumpang, alu, tampah (tempeh jawa),
  sutil kayu, sarung tangan dan air.

Cara membuatnya :
* gadung dikupas kemudian ditumbuk halus
* campurkan katul dan tepung ikan dgn gadung, aduk hingga rata.
* koyek (jawa=interi) hingga membentuk butiran-butiran sebesar kelereng.
* kemudian kering angin kan sampai kondisi mamel
* jadilah sudah pestisida nabati berjuluk "GATIK" (Gadung-Tepung Ikan- Katul)
Cara penggunaan:
> letakkan GATIK pada mulut liang aktif atau jalan yg kelihatan sering dilewati tikus.
> usahakan GATIK tidak kena air dan sinar matahari
!!! Peringatan:
Gunakan sarung tangan selama proses,karena dapat menyebabkan iritasi (gatal pada tubuh)
Semua bahan yg telah terjamah manusia tdk disukai oleh tikus.
SELAMAT MENCOBA

Mari Populerkan Aquaponic, Seni Berkebun Sambil Beternak Ikan



aquaponic untuk rumah tangga
Aquaponics sama tuanya dengan alam itu sendiri. Sylvia Bernstein, yang berkebun hidroponik sejak lama mengatakan, "Aquaponics benar-benar merupakan sistem sirkulasi lahan basah, sehingga sistem itu berjalan tepat di tepi danau kami."
Ia bercocok tanam tanpa tanah, menggunakan pupuk kimia yang larut dalam air, sebelum mengetahui ia bisa menggunakan air limbah dari ikan untuk menanam sayuran dan buah-buahan organik.
"Jujur, saya sangat skeptis dan sangat tidak percaya bahwa sesuatu yang sederhana, seperti limbah ikan, bisa menjadi pupuk yang lengkap. Jadi saya harus benar-benar melihat sistemnya dulu di ruang bawah tanah rumah teman. Tapi ketika saya sudah melihatnya, hal itu mengubah hidup saya," paparnya.
Itu terjadi tiga tahun lalu. Bernstein membangun sistem aquaponics pertamanya bersama anaknya yang berusia 15 tahun pada bantalan beton di luar rumahnya di Boulder, Colorado. Dalam rumah kacanya kini, ia terutama berternak ikan nila dan ikan forel - memberi mereka makan sekali sehari. Tidak ada rumput liar pada kebun aquaponicsnya, dan ia tidak perlu khawatir soal penyiraman. Tanaman tumbuh dalam wadah-wadah setinggi meja supaya mudah diurus.
Bernstein menuturkan lagi, "Baru saja, pagi ini, saya mencabut empat lobak dan sejumlah daun selada untuk makan siang. Dalam rumah kaca saya sekarang ini, saya menanam segala macam tanaman bumbu, tomat, dan paprika."
Bernstein memulai bisnisnya sendiri, The Aquaponics Source, dengan toko di internet, saluran YouTube sendiri, dan blog-nya, theaquaponicsources.com. Ia mengajarkan aquaponics di Denver Botanic Gardens dan baru-baru ini menerbitkan buku tentang cara membuat kebun aquaponic di rumah.
Menurut Berstein, semakin banyak orang di Amerika maupun di seluruh dunia berkebun aquaponics, dan menikmati hasilnya: pasokan makanan yang sehat, aman dan lezat sepanjang tahun.
Internet membantu banyak orang yang berkebun aquaponic saling terhubung dan belajar.
James Godsil, yang ikut mendirikan Sweet Water Organic, kebun aquaponics komersial di Milwaukee, Wisconsin, tiga tahun lalu, mengatakan, "Aquaponics paling pas bagi kesehatan mental dan fisik seseorang.”
Tahun 2010 ia membantu mendirikan yayasan untuk mempromosikan cara baru dalam berkebun itu.
"Yayasan Sweet Water didedikasikan untuk demokratisasi dan globalisasi informasi dan metodologi yang diperlukan dalam memajukan sistem produksi pangan, yang sangat ramah lingkungan ini, yang hanya menggunakan sekitar 10 persen air dari pertanian biasa, dan tidak menggunakan pestisida. Serba alami," papar Godsil lagi.
Menurut Godsil, kelebihan-kelebihan itu telah menjadi insentif dahsyat bagi orang-orang dari semua lapisan masyarakat yang sedang mempertimbangkan karir dalam aquaponics.
"Yayasan Sweet Water mungkin telah memiliki 500 pendukung, termasuk siswa-siswa sekolah, komunitas pensiunan insinyur, profesional, tokoh-tokoh sosial, guru dan seniman. Ada begitu banyak dewasa muda yang akan pensiun dan mencoba karir lain untuk 20 tahun ke depan," tambahnya.
Melalui kerjasama dan proyek bersama, Godsil membawa inspirasi itu ke luar perbatasan wilayah Amerika.
Ia mengatakan, "Saya diminta pergi ke Venezuela Maret ini. Saya bekerja sama dengan orang-orang yang punya proyek di Ekuador. Saya bekerja dengan orang-orang di Kongo, Uganda dan Tanzania."
Subra Mukherjee adalah sekretaris kelompok swasta di Kolkata, India.
Godsil menambahkan, "Kami sudah membentuk inisiatif aquaponics Indo-Amerika ini, dan kami bertujuan menjadikan aquaponics salah satu kegiatan ekonomi yang tumbuh paling cepat di India dalam 10 tahun."
Kelompok swasta itu bernama Masyarakat Teknologi Tepat Guna untuk Agribisnis Pedesaan, yang bermitra dengan Yayasan Sweet Water mengupayakan inisiatif tersebut di India.
Mukherjee menuturkan, “Kami bekerja di lokasi yang disebut Sunderbans, terletak di Bengali Barat. Masyarakat di sini sangat miskin dan kondisi tanahnya membuat tanaman tidak tumbuh. Jadi, saya yakin, teknologi seperti aquaponics ideal untuk situasi-situasi ini. Kita betul-betul bisa melakukannya di tengah-tengah wilayah kumuh di kota-kota. Jadi, ini contoh yang sangat baik bagi masyarakat perkotaan maupun pedesaan.”
Para advokat mengatakan, dengan naiknya harga bahan bakar dan pupuk, sementara pasokan air irigasi berkurang, aquaponics memberi alternatif berkelanjutan yang bisa membantu memberi makan penduduk dunia yang jumlahnya terus bertambah.
sumber: voa-indonesia