Showing posts with label pertanian. Show all posts
Showing posts with label pertanian. Show all posts

Cara Praktis Tanam Padi

Menanam padi bukanlah hal asing bagi sebagian banyak orang, karena selain mayoritas penduduk indonesia adalah petani juga bukan hal yang sulit menemukan artikel tentang menanam padi terutama di Internet. Pada kesempatan kali ini ini akan dibahas cara tanam padi di dataran rendah disebuah kabupaten yang menjadi nama blog ini, Nganjuk! Jadi, apa saja yang harus dilakukan dalam proses menanam padi?
1.   
  1.     Memilih Benih Yang tepat

Kok judulnya memilih benih yang tepat? Apa bagus saja tidak cukup? Ok, kenapa bagus saja tidak cukup? Karena kita anggap semua benih yang dijual di toko pertanian adalah benih yang bagus, asal dari perusahaan benih yang terpercaya, mereka akan siap mengganti bila benihnya tidak tumbuh. Tetapi tidak semua benih yang bagus tersebut cocok ditanam di lahan kita.

Jadi pertama kita harus mengenali jenis tanah lahan pertanian kita? Ya tapi gak harus sedetil itu. Cukup kita ketahui daya simpan terhadap air saja, tanah dengan warna hitam biasanya memiliki daya simpan air yang lebih lama dibanding tanah yang agak kemerahan yang kadang memiliki kandungan pasir.

Terus hubungannya dengan pemilihan benih? Meski padi merupakan tanaman yang membutuhkan banyak air tapi jika air tersebut ada dan menggenang selama masa hidupnya kemungkinan hasilnya tidak akan bagus. Jadi untuk lahan seperti ini, yang paling tepat adalah memilih benih dengan karakteristik batang kokoh dan tahan terhadap genangan air, semisal vareitas mekongga.

Sedangkan untuk lahan dengan kondisi tanah yang porous pilihan varietas bisa lebih banyak, meski begitu jika kita menanam pada MT 1 maka tetap harus dipilih vareitas yang lebih tahan terhadap curah hujan tinggi. Sebagai gambaran jika musim hujan petani di desa saya lebih memilih vareitas Ciherang dibanding Ir 64. Dengan pertimbangan vareitas Ciherang lebih tahan terhadap serangan jamur dan rebah dibanding IR 64.

Jika anda ingin mencoba benih baru yang belum pernah ditanam di daerah lahan pertanian anda, akan sangat bijak jika dicoba dalam jumlah kecil dulu sampai yakin akan hasil panen dari varietas tersebut.


2    2.  Membuat Lahan Persemaian

Setelah benih ditentukan, maka tanggal tanam harus segera ditentukan. Pada daerah yang mayoritas petani dengan jadwal yang ketat akan sangat sulit jika mencari pekerja dengan mendadak. Harus direncanakan minimal satu bulan sebelumnya.
Setelah tanggal tanam ditentukan maka selanjutnya membuat lahan persemaian, sedangkan untuk benih tidak ada perlakuan khusus, karena benih rata-rata sudah memiliki daya tumbuh yang bagus. Asal tidak kebanjiran!

Ada dua teknik dalam membuat persemaian.

Pertama tanpa direndam, persemaian ini biasanya dilakukan pada bulan awal desember. Dengan syarat kondisi lahan kering dan musim hujan belum datang.

Caranya sediakan lahan untuk sebaran benih sesuai dengan banyak benih yang ditebar, perlakuan lahan cukup dengan dibersihkan dari gulma. Setelah ditebar benih padi ditimbun dengan tanah secukupnya, tanah untuk menimbun bisa dari tanah hasil pembersihan sebelumnya. Setelah itu lahan sebaran diairi dan selanjutnya setiap hari lahan persemaian harus diairi untuk menjaga kelembaban.

Kedua adalah dengan teknik direndam, teknik ini biasa diterapkan saat kondisi lahan banyak air yang biasanya pada bulan Pebruari. Ketika menanam padi pada Musim Tanam 1 petani kadang menyiapkan sedikit benih yang berasal dari varietas yang berumur pendek. Dengan masa panen hanya antara 70-75 hari. Yang tujuannya menyiapkan lahan untuk persemaian untuk Musim tanam 2.



lahan persemaian padi
Gambar lahan persemaian yang disiapkan dengan menanam padi usia pendek

Untuk teknik ini benih cukup direndam dengan air selama minimal 24 jam, ditiriskan, maka pada 2 hari setelahnya benih siap ditebar. Setelah benih ditebar, ada baiknya diberi penutup dari jerami kering yang bertujuan untuk mencegah benih terkumpul karena guyuran air hujan. Apa masalahnya jika benih terkumpul? Toh terkumpulnya disitu juga. Benih yang terkumpul menyebabkan kerapatan jumlah tebar menjadi meningkat pada satu titik tertentu, dan ketika kerapatan tebar meningkat maka pertumbuhan benih menjadi kurang maksimal. Dengan benih yang masih kecil tukang tanam akan secara naluri akan mengambil lebih banyak bibit saat tanam hal inilah yang akhirnya menyebabkan kebutuhan bibit meningkat.

Idealnya benih harus ditebar agak renggang dengan acuan yang biasa dipakai petani adalah untuk setiap 1 kg benih disediakan lahan persemaian seluas 6 m2. Untuk perawatan bibit cukup sederhana, pemupukan sekali atau lebih (lakukan pengamatan dengan indikasi warna daun bibit). dosis kira-kira sesuai dengan berat benih yang ditebar dengan jenis pupuk bisa menggunakan NPK. Sedangkan pestisida sesuaikan dengan gejala serangan yang muncul.

lahan persemaian padi
 gambar benih ditutup jerami
       3. Olah Tanah

Air yang cukup, traktor yang prima dan operator traktor yang handal adalah 3 hal yang diperlukan untuk mendapat hasil maksimal dalam mengolah tanah untuk tanam padi.

Air yang kurang akan sangat memberatkan kinerja traktor, lahan yang dibajakpun tidak akan menghasilkan lumpur dengan baik dan tentu saja hasil pembajakan tidak akan bisa rata. Begitu pula jika air berlebih, operator akan kesulitan meratakan lahan.

Ada dua jenis traktor yang umum dipakai oleh petani yang jenis rotary dan tanpa rotary yang biasa kami sebut Bajak Singkal. Dari kedua jenis traktor ini hampir tak ada beda yang signifikan dalam mengolah tanah asal ditunjang air yang cukup dan operator yang handal. Perbedaan hanya pada tingkat konsumsi bahan bakar, jika menggunakan Bajak Singkal kebutuhan BBM lebih sedikit jika dibanding bajak Rotary.

2.       . 
       4 Tanam Padi

Jika lahan telah siap maka saatnya bibit yang telah kita semai segera kita pindah. Tidak ada patokan baku mengenai umur pindah tanam, yang perlu diperhatikan adalah bibit yang akan kita tanam memiliki ketinggian melebihi air yang ada di lahan kita, sebagai antisipasi setelah tanam hujan turun dan air berlimpah. Tentu saja kondisi ini tidak berlaku di lahan dengan sistem drainase yang baik. 


Yang perlu jadi perhatian dalam proses cabut benih dan tanam adalah jumlah pekerja, usahakan jumlah pekerja pas, dengan arti bibit yang kita cabut hari ini paing lambat besok harus tertanam semua sebagai gambaran dalam 1 ha idealanya diperlukan pekerja tanam 12 orang dan pekerja cabut 15 orang agar selesai dalam 1 hari kerja. Jika terlalu lama bibit akan menguning bahkan busuk. Tetapi bila ada kondisi yang mengharuskan bibit baru bisa ditanam 2 atau 3 hari berikutnya maka letakan bibit yang sudah dicabut ditempat teduh tanpa ditali.

Untuk jarak tanam padi berapa idealnya, yang biasa diterapkan petani disekitar saya antara sebagian besar 25x25 atau 22x25, sebagian kecil 30x30 dan sedikit ada yang mencoba jajar legowo. Dari semua ukuran mana yang lebih unggul? Pada bagian ini adalah sesuatu yang harus anda coba berulang sendiri, sesuaikan dengan lahan  dan anda akan menemukan ukuran atau metode yang pas buat lahan anda. Yang jelas hindari jarak tanam yang terlalu rapat, selain butuh bibit dalam jumlah besar kondisi tanaman padi yang rapat akan menyulitkan perawatan tanaman padi.

1.       
        5. Pemupukan
Berapa kebutuhan pupuk untuk tanaman padi? Apakah tiap musim sama? Dan tiap varietas kebutuhan pupuknya juga sama? Baik dilihat dari segi jumlah dan kompsisi? Jawabnya sama!!! Karena kita mengacu RDKK, RDKK telah memberi standar kebutuhan pupuk rata-rata komuditas pertanian per wilayah. Dan itu adalah jumlah pupuk bersubsidi yang sah yang bisa kita beli. Jadi apakah dengan jumlah sesuai RDKK sudah bisa menghasilkan panen terbaik? Jelas belumlah!! Kebutuhan pupuk untuk padi sangat dipengaruhi kondisi lahan, kondisi musim dan sedikit pengaruh varietas yang kita tanam.

Terus berapa ideal kebutuhan pupuk? Angka yang pasti untuk jumlah pupuk dan jenisnya merupakan satu hal yang terus dipelajari petani, bahkan dengan varietas yang sama ditanam di lahan yang sama, akan menghasilkan kualitas tanaman padi yang berbeda.

Jadi untuk pemupukan, dengan acuan dasar RDKK selanjutkan sesuaikan dengan musim tanam, kondisi cuaca dan jenis lahan. Catat hasil setiap panen dan kebutuhan pupuk, gunakan sebagai acuan untuk musim tanam yang sama tahun depan. 


padi usia 80 hST
 Gambar di atas adalah contoh padi dengan varietas yang sama tapi dengan penggunaan pupuk yang berbeda, pupuk berlebih pada musim hujan membuat daun mudah mengering. 

1.      
      6. Perawatan

Perawatan tanaman padi terdiri pengairan dan pengendalian terhadap OPT.
Setelah bibit padi ditanam saat itu pengairan harus mulai diperhatikan, khususnya jika lahan anda bukan termasuk lahan yang memiliki saluran irigasi, diawal pertumbuhan penggenangan juga berfungsi untuk mematikan benih gulma, dengan cara sederhana ini adnda akan banyak menghemat biaya untuk penyiangan dan bisa meminimalisir penggunaan herbisida. Tetapi ada lahan yang justru harus dikeringkan airnya agar padi bisa tumbuh normal, menurut penyuluh pertanian hal ini disebabkan karena kadar keasaman tanah yang terlalu tinggi.

Pengendalian OPT
Dalam beberapa kali kejadian, OPT dapat menyebabkan petani gagal panen, terutama wereng dan blast. Jika pertanyaannya adakah pestisida yang handal? Jawabnya pasti ada! Tapi ketika OPT mewabah misal wereng maka pestisida sebaik apapun tidak akan mampu mengendalikan. Atau bisa mengendalikan tapi biaya yang dibutuhkan akan sangat besar, jadi sangat mungkin meski panen tapi keuntungannya sangat sedikit.


Jadi yang harus dilakukan? selain karena cuaca ektrim keberadaan OPT juga dipicu oleh pola tanam yang kurang tepat. Sedari awal persiapan lahan, pemilihan benih yang tepat, jarak tanam akan sangat mempengaruhi tingkat penggunaan pestisida pada masa pertumbuhan. Bukankah harapan kita adalah menanam padi dengan penggunaan pestisida seminimal mungkin, lebih untung lebih sehat.

1.   
         7. Panen
Moment yang paling ditunggu adalah panen padi siap dipanen manakala sudah memenuhi target waktu sesuai dengan varietas yang kita tanam. Atau penampilan secara fisik adalah seluruh malai sudah menguning, itu normalnya.

Karena terkadang ada saat dimana petani harus panen dini, misal ketika padi roboh padi biasanya dipanen lebih awal untuk menghindari kerugian lebih banyak (semoga kita terhindar dari hal tersebut).
Tidak ada tips khusus tentang tata cara panen, hanya usahakan panen agak siang agar embun yang menempel di gabah sudah sedikit mengering. Hal tersebut bertujuan agar proses gabah pengeringan lebih mudah, atau jika dijual langsung akan mendapat harga yang lebih tinggi.

Jadi Dari artikel yang panjang ini apa kesimpulannya? Pertanian dalam hal ini tanaman padi merupakan sebuah proses yang saling berkait dari mulai memilih benih. Suatu metode tanam ketika diterapkan dalam lahan yang sama dalam waktu yang berbeda belum tentu akan mendapatkan hasil yang sama. Selalu mengamati, catat dan jangan takut berinovasi untuk mendapat hasil terbaik. 

padi siap panen
Gambar padi siap panen

Manajemen Tanam Ala Petani Tradisional untuk Mencapai Untung Lebih

Harus diakui bahwa sebagian besar petani kita adalah petani tradisional, petani yang banyak mengandalkan cara-cara tradisional dalam mengolah lahan. Meski sebenarnya pola tradisional ini tidak sepenuhnya merupakan pilihan sadar tapi lebih pada karena kurangnya sosialisasi terhadap perkembangan teknologi terbaru dalam pengelolaan lahan pertanian. Trus apa tidak ada yang mendampingi? Ada sih, tapi hanya teori. Kalau hanya teori sesuai teks ketika diterapkan hasilnya tentu tidak sama. Itu yang menyebabkan rendahnya daya serap petani terhadap teknologi terbaru.
.
Dengan kondisi seperti di atas, ketika petani dihadapkan dengan permasalahan pertanian yang paling mendasar, Permasalahan tentang bagaimana meningkatkan keuntungan dari lahan yang semakin terbatas, Para petani tradisionalpun juga bisa berpikir modern, ya mereka memanajemen lahan terbatas milik mereka.

Jika petani dulu berpedoman pada pranoto mongso, maka petani sekarang hanya berpedoman bagaimana menggunakan lahan seefektif mungkin. Bisa dikatakan petani mulai meninggalkan budaya warisan leluhur tersebut. Petani sekarang lebih berkeyakinan siapa yang bisa mensuply pasar saat pasar butuh dialah yang akan mendapat untung. Untuk mencapai hal tersebut petani sudah memiliki jadwal yang detil sepanjang tahun mulai dari kapan membuat semaian, mulai tanam sampai tanggal panen.

Dan prinsip siapa cepat dia dapat menjadi acuan baru petani dalam mengelola lahan pertaniannya, ditengah harga yang tidak menentu saat panen.

Alasan Metode Jajar Legowo Sulit Diterapkan

Metode tanam Jajar Legowo sampai saat ini masih jarang diterapkan, meski berdasarkan informasi metode ini berpotensi dapat meningkatkan hasil panen hingga 10 %, Jajar legowo berarti  “Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Tetapi, kenyataannya metode ini masih sulit diterapkan di kalangan petani, bahkan sampai harus ada program subsidi bagi yang mau menerapkan metode tanam jajar legowo ini.

Mengapa metode tanam ini sulit diterima petani, berikut Kendala-kendala yang menyebabkan  metode jajar legowo sulit diterapkan;
  1.  Mahalnya biaya tanam jika dibanding metode konvensional

Sebagai gambaran, metode konvensional pada musim biaya tanamnya mencapai 850.000 per hektar, ditambah dengan biaya makan pasti perhektar mencapai 1000.000. sementara jika dengan metode jajar legowo, biaya tanam mencapai 1.400.000

    2.  Hasil panen yang belum pasti

Dari segi hitungan, baik jika menghitung populasi tanam dan pola tanam yang memungkinkan semua tanaman mendapat pasokan udara dan sinar matahari yang cukup maka metode ini diyakini bisa meningkatkan hasil panen padi hingga 10 persen. hanya saja dari beberapa kali demplot, metode jajar legowo di desa saya ternyata tidak bisa memperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Kalaupun ada peningkatan, peningkatan tersebut bisa dicapai dengan metode tanam biasa.

Tetapi saya pribadi mengakui bahwa dengan metode tanam jajar legowo, memudahkan kontrol (pengamatan) terhadap tanaman padi dan memperlancar proses perawatan. Akhirnya dengan alasan tersebut pada musim tanam ini perjarak 3 meter dibuat jalur buat perawatan tanaman. 
Sampai saat ini, manfaat yang saya rasakan adalah mudahnya menjangkau bagian tengah lahan, tanpa harus menginjak tanaman padi, sedangkan untuk hasil panen apa ada perubahan dari sebelumnya tentu harus menunggu 3 bulan lagi.
tanam jajar legowo

tanam jajar legowo

Kendala Pasca Panen Padi (Pengeringan)

Seperti pada postingan sebelumnya tentang 5 Alasan Harga Panen Padi Murah dimana salah satu kendala dalam bertani adalah pengolahan pasca panen. seperti pada musim penghujan saat ini, matahari yang tiap harinya lebih sering tertutup mendung. Tentu untuk mengeringkan Padi hasil panen butuh waktu ekstra dan tenaga ekstra yang berarti biaya ekstra.

Sebagai gambaran, untuk mengeringkan 1 ton padi dari kondisi Kering Panen sampai Kering Giling diperlukan lantai pengering seluas 80 meter persegi dengan waktu penjemuran kurang lebih 10 jam dan diperlukan pembalikan gabah tiap satu jam untuk membantu proses pengeringan.
Tentu bisa dibayangkan jika kondisi awal gabah lebih basah, lantai pengering lebih sempit dan matahari enggan bersinar tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Dan berita gembiranya tidak semua petani memiliki lantai pengering yang memadai'

Sebenarnya beberapa hal telah dilakukan petani agar kerugian yang diakibatkan kurang maksimalnya proses pengeringan bisa diminimalisir ;
  1. Menjemur di Jalan aspal; Ini solusi mudah bagi petani yang tidak memiliki lantai pengering sendiri. mengganggu lalulintas? mungkin, tapi selama ini belum ada keluhan yang disebabkan penggunaan jalan untuk menjemur gabah.
  2. Memulai panen lebih siang, tujuan memulai panen setelah matahari bersinar adalah embun atau air yang ada di padi bisa berkurang. Tentu hal ini bukan hal yang mudah karena kebanyakan pekerja akan memulai pekerjaannya sepagi mungkin agar memanen padi lebih banyak.
Permasalahan yang terjadi saat pasca panen, bukanlah hal baru tetapi permasalahan klasik yang tidak pernah ada niat untuk dicari solusinya. Dan pola pikir petani sendirilah yang menghambat proses penyerapan teknologi terbaru dibidang pertanian. Ketika negara lain sudah memiliki pusat pengeringan padi dengan bantuan mesin, sementara bagi petani kita (contohnya saya), mengeringkan padi dengan mesin masih dalam daftar tunggu untuk dihayalkan.

proses pengeringan padi tradisional
Seperti gambar diatas, merupakan proses pengeringan padi yang mengandalkan panas matahari, yang merupakan metode warisan leluhur, sedangkan gambar dibawah adalah pusat pengeringan padi yang diambil dari situs http://www.fftc.agnet.org

mesin pengering padi

5 Blog Tempat Belajar Bertani yang Asik

Saat ini sebagai Petani harus banyak belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, karena tantangan dalam bertani saat ini semakin komplek. Berikut adalah 5 Blog yang bisa menjadi tempat belajar tentang pertanian.



1. ISROI.COM
Dalam Blog isroi.com dengan motto Berbagi tidak pernah rugi, kita bisa menemukan banyak artikel yang berkaitan dengan budidaya pertanian organik, di Blog ini kita bisa belajar bagaimana membuat MOL, membuat Pupuk organik juga banyak artikel yang membahas tentang hormon tanaman.


 2. GERBANG PERTANIAN
Artikel-artikel yang ditulis oleh Mas Pary banyak membahas mengenai teknis budidaya pertanian mulai dari tanaman padi dengan segala varietasnya, palawija sampai sayur. Semua ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai foto-foto proses budidayanya.Termasuk jika ingin membeli beberapa produk pertanian seperti benih, agen hayati atau peralatan pertanian maka blog ini tepat untuk anda kunjungi


 3. LEMBAH PINUS
Dengan fokus utama menyediakan bibit buah-buahan. Banyak varitas baru yang masih sulit dijumpai di toko bibit pada umumnya dapat kita dijumpai di blog ini.



4. BPPINDONESIA.COM
Blog yang masih relatif baru ini muncul dengan metode baru untuk bertani, hal yang berusaha dikenalkan adalah penggunaan Booslem. Boosslem adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai bio reaktor yang digunakan untuk membiakan dan meningkatkan populasi mikroba aerob dengan biaya produksi yang murah.





5. TABLOID SINAR TANI
Karena merupakan Tabloid Blog ini pasti Update tiap hari, selain metode bertani blog ini juga banyak berisi artikel tentang peluang bisnis yang berkaitan dengan pertanian.

6. ANGIN-NGANJUK.BLOGSPOT.COM
Dipastikan anda tidak akan menemukan banyak ilmu di blog ini, penulis blog ini adalah petani yang pernah gagal nanam melon sebanyak 2 kali, gagal nanam cabai sampai 3 kali sehingga saat ini fokus pada tanaman padi, tapi masih belum bisa membedakan antara padi kena bakteri dan kena fungi. Tapi yang jelas anda akan mendapatkan cerita tentang indahnya menjadi petani.

Manfaat Tanam Padi Serentak

Pasti sebagian besar petani sudah paham terhadap manfaat Tanam  Serentak, dalam hal ini pada tanaman padi. Ada beberapa manfaat dengan melakukan Pola Tanam Padi Serentak diantarannya :
  1. Pola tanam serentak memiliki manfaat untuk memutus siklus hidup hama.Jika diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi. atau jika dipandang dari sisi negatif jikalaupun hama tidak bisa dikendalikan maka kita tidak sendirian menanggung kerugian.
  2. Selanjutnya adalah masalah irigasi, jika usia tanaman sama maka kebutuhan air akan sama.( Hal ini berlaku untuk lahan yang menggunakan pengairan dari saluran irigasi dan irigasinya kurang bagus). jika usia padi tidak sama maka kebutuhan air tidak sama hal inilah yang biasanya memicu konflik antar petani, karena ada petani yang butuh air dan ada petani yang padinya hampir mati karena kebanyakan air. Tentu hal ini tidaka akan terjadi jika pola tanam padinya serentak.
  3. Ini hal yang mungkin hanya terjadi di wilayah saya, adakalanya benih yang kita semai tidak tumbuh maksimal karena beberapa alasan. Maka jika dalam suatu wilayah itu masa tanam padinya serentak tentu akan sangat mudah memperoleh bibit padi sisa, gratis tinggal tanam dan tentu saja BIBIT UNGGUL
Tapi dengan segala manfaat itu sampai saat ini petani masih sulit diajak melakukan pola tanam padi serentak?
Hal ini tidak lepas dari pola pemasaran hasil panen yang masih mengandalkan tengkulak, ketika panen raya disuatu daerah sedang berlangsung maka harga komoditas tersebut pasti naik turun seperti jalanan di pegunungan, harga tinggi di awal panen dan selanjutnya banyak turunnya. Sehingga untuk memperoleh harga terbaik petani berlomba untuk dapat panen paling awal.

Selain itu keterbatasan tenaga kerja dibidang pertanian juga menghambat dilaksanakan pola tanam padi serentak.
tanam padi serentak

Jadi iming-iming mudahnya pengairan, pengendalian hama dan "Bibit Unggul" gratis tidak terlalu menggoda dibandingkan dengan tawaran harga tinggi bagi yang panen awal.

Mungkin jika kelak jalur pemasaran sudah dibenahi, harga komoditas hasil panen bisa lebih stabil dan petanipun dengan sendirinya mau menerapkan pola tanam padi serentak.

Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi

JIka petani China menggunakan kaset CD untuk mengusir hama burung pada tanaman padi, maka beda dengan petani di Desa Ngadirejo. Petani di desa Ngadirejo, sebuah desa di Kabupaten Nganjuk memiliki Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa burung merupakan salah satu hama yang paling menggangu selama proses budidaya tanaman padi, jika dibiarkan resiko kerugian akibat hama burung ini bisa mencapai 60 %. (pengalaman pribadi). saat itu padi yang saya tanam lebih cepat berbuah dibanding padi disekitarnya maka otomatis seluruh burung terkonsentrasi di lahan tanaman padi saya.

Hal serupa juga dialami petani lain, terutama karena beberapa tahun terakhir petani desa Ngadirejo mulai membudidayakan padi pada musim tanam ketiga (antara bulan September sampai november) dan saat itu hampir tak ada tanaman padi di wilayah lain. bisa dibayangkan berapa banyak burung yang datang mencari makan di lahan tanaman padi kami.

Sebelum menggunakan Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi, petani desa Ngadirejo juga menggunakan cara tradisional untuk mengusir hama burung yaitu dengan menggunakan buni-bunyian. Tapi cara itu tidak efektif jika serangan bukan hanya ratusan burung tapi ribuan. selain bunyi-bunyian pernah petani desa Ngadirejo menggunakan jasa penangkap Hama Burung. cara kerjanya adalah sebuah jaring dibentangkan vertikal sepamjang lahan tanaman padi, jika gerombolan burung sudah berkumpul di lahan dan menikmati sedapnya padi yang baru berisi si penangkap Burung menggunakan sejenis peluit yang bisa menirukan suara burung Predator, kontan saja para burung yang lagi menikmati makan pagi terbang berhamburan tanpa sempat berpikir dan terjebaklah mereka di jaring yang sudah dipasang.

Hanya saja cara ini tidak bertahan lama, karena masalah muncul ketika burung yang tertangkap jumlahnya ribuan, ada yang dengan teganya mengeleminasi burung-burung tersebut. 

Akhirnya dengan tetap menggunakan jaring yang sama, tapi kali ini jaring dibentangkan diseluruh lahan untuk menutupi tanaman padi, Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi ini lebih efisien karena begitu dipasang tidak perlu lagi ada penunggu, dan tidak burung yang ditangkap maka lebih ramah lingkungan dan tidak perlu mengeleminasi burung, hanya satu masalah nya jika menggunakan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi, setelah jaring terpasang maka perawatan padi akan sulit karena tertutup jaring. jadi pastikan terapakan Pengelolaan Tanaman Terpadu untuk meminimalisir hama lain.

Alat dan bahan untuk menerapkan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi:
  • Jaring nylon yang belinya di toko alat pancing, dengan harga Rp 20.000 untuk ukuran 2x20 meter pada tahun 2013
  • tiang kecil sebagai penyangga
  • tali

mengendalikan hama burung pada tanaman padi

Mungkin pada awalnya biaya yang dikeluarkan sangat besar, pada tahun 2013 saja perhektar dibutuhkan dana kurang lebih Rp.6.000.000 sudah termasuk biaya pasang. Tapi jika perawatan jaringnya baik maka bisa berumur lebih dari 4 Tahun, tentu pada akhirnya biaya yang dikeluarkan untuk mengendalikan hama burung Jauh lebih murah.

Demikian Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. semoga bermanfaat.

Prabowo: Masalah Pertanian Lebih Penting dari Ekonomi

Prabowo Subianto mengatakan bahwa keberadaan pertanian sangat strategis bagi kehidupan bangsa, sehingga permasalahannya lebih penting dari ekonomi. "Masalah pertanian lebih penting dari ekonomi, strategis bagi bangsa, ketahanan bangsa, karena produksi akhir pertanian adalah pangan. Tanpa pangan tidak ada peradaban," ujar calon presiden yang diusung Partai Gerindra itu, dalam dialog tokoh "Mewujudkan pembangunan pertanian yang berkedaulat dan mensejahterakan" di Kampus IPB Dramaga, Bogor, akhir pekan ini.

Menurut Prabowo, pentingnya sektor pertanian sehingga menjadikan keberadaan IPB dan fakultas pertanian lainnya di Indonesia juga sangat strategis. Prabowo sangat bangga dengan hasil riset yang dihasilkan oleh IPB yang sangat banyak dimana 1/3 inovasi di Litbang Indonesia berasal dari IPB.

"Dengan adanya IPB dan fakultas pertanian di Indonesia, bisa memandang masa depan dengan optimis untuk menghasilkan trobosan-trobosan Iptek," ujar Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra tersebut, seperti dikutip Antara.

Menurut purnawirawan perwira tinggi bintang tiga TNI AD itu, pertanian tidak hanya pangan tapi juga perikanan, peternakan dan juga agro industri yang harus berdaulat.

Terkait lahan pertanian yang semakin menyempit, Prabowo menilai perlu ada aturan-aturan tata ruang yang ketat yang harus menjaga agar lahan pertanian tetap dipertahanankan.

Ia mengatakan, dibeberapa negara, Undang-Undang pertanian dilindungi. Hal tersebut juga harus dilakukan oleh Indonesia. Sehingga perlu political will, mengingat banyak pejabat poltik yang berfikir pendek.

Prabowo mengatakan, terjunnya ia ke politik untuk mempertahankan keunggulan Indonesia dibidang pertanian.

"Karena pembangunan bangsa berpusat pada pertanian. Kebangkitan ekonomi Indonesia harus bersandar pada pertanian. Industri juga harus bersandar pada pertanian, kalau industri maju pertanian juga," ujar mantan Komandan Jenderal Kopassus TNI AD itu.

Prabowo hadir sebagai tokoh nasional yang diundang oleh Direktorat Kajian Strategis Kebijakan Pertanian (KSKP) IPB dalam dialog tokoh dengan tema "Mewujudkan pembangunan pertanian yang berkedaulatan dan menyejahterakan".

"Kami mengundang Prabowo sebagai Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), yang diharapkan sumbangsi pemikiran-pemikirannya dalam mewujudkan pembangunan pertanian yang berdaulat dan mendorong peran IPB bagi sektor pertanian," ujar Rektor IPB Prof Herry Suhardiyanto. (TMA)

sumber : http://red.gatra.com

Pengaruh pH Terhadap Kesuburan Tanah

Suatu pagi yang agak mendung, beberapa petani berkumpul di tepi sawah Pak Budi. mereka sedang mendengarkan keluh kesah Pak Budi mengenai lahan sawahnya yang membutuhkan pupuk lebih banyak dibandingkan sawah sebelahnya,(dengan luasan yang sama). memang jika dilihat, terlihat tanaman padi Pak Budi agak kuning dan jumlah anakan perrumpun lebih sedikit.




pengaruh ph terhadap kesuburan tanahTeringat penyuluhan kemarin tentang kadar keasaman tanah, dimana dijelaskan bagaimana ph tanah mempengaruhi kesuburan tanah.

Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. Pada tanah-tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-, sedang pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Hardjowigeno, 2003)
Dengan bahasa sederhananya jika pH tanah tidak bernilai 7, maka proses tukar ion akan terganggu, dan masih menurut penyuluh dengan terganggunya proses tukar ion maka tanaman terrlihat kurang subur meski jumlah pupuk yang dipakai lebih banyak.  Berdasarkan hal itu kami menyarankan Pak budi mengambil sampel tanah sawahnya untuk dilakukan uji tanah agar diketahui berapa nilai pH tanah sawahnya.

Akhirnya Pak Budi mengambil contoh tanahnya dari 5 titik dan membawa ke sebuah toko pertanian yang memiliki alat uji pH meski ternyata ada cara sederhana untuk menguji ph tanah, baru tahu. Memang untuk hasil akurat harus dengan alat uji tanah tapi jika alat itu tidak ada bisa dicoba dengan kertas lakmus atau kunyit, caranya :
  1. Ambil kunyit sebesar jari telunjuk
  2. Potong jadi dua
  3. Salah satu potongan kunyit tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya
  4. Tunggu sampai kira-kira setengah jam (30 menit)
  5. Ambil kunyit tesebut dan lihat warna bagian potongan kunyit tersebut
  6. Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam.
  7. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah.
  8. Akan tetapi jika warna kunyit tadi biru berarti tanah kita cenderung basa.
(http://infohikmatuliman.wordpress.com/)

Setelah dilakukan uji ph ternyata diketahui lahan sawah Pak Budi rata-rata bernilai 5 dan ditoko tersebut sudah ada tabel berapa banyak kapur pertanian yang dibutuhkan untuk menetralkan pH tanahnya. kalau tidak salah hampir dua ton untuk lahan seluas seperempat ha.

Itu adalah cerita dua tahun lalu, dan sekarang kebutuhan pupuk dilahan sawah pak Budi terlihat wajar dan hasil panenpun meningkat. 




Manfaat Abu Vulkanis Bagi Pertanian


abu vulkanis gunung kelud
Letusan Gunung Kelud yang baru saja terjadi, mengakibatkan hampir separuh pulau jawa tertutup abu vulkanis, tidak terkecuali kota  Nganjuk. Beruntungnya meski, letak kota Nganjuk cukup dekat dengan gunung kelud ternyata jumlah abu vulkanis yang sampai di kota Nganjuk relatif sedikit, jika dibanding dengan kota lain yang lebih jauh.

Meski kandungan abu vulanis gunung Kelud masih diteliti, tapi secara umum kandungan Abu vulkanik Yang paling dominan adalah silika, aluminium, kalsium, dan besi. Jadi meski pada saat awal memiliki dampak buruk bagi tanaman karena kadar keasaman abu vulkanik sekitar 4-4,3 yang akan mempengaruhi kesuburan tanah karena akan menurunkan kadar keasaman tanah. tetapi dalam jangka panjang, unsur yang terkandung di dalam abu vulkanik akan memberikan dampak yang sangat positif bagi peningkatan produktivitas tanah.

Seperti yang disebutkan diatas unsur yang paling dominan adalah silika, menurut beberapa sumber silicate memainkan peranan penting untuk memegang nutrien dan air dalam tanah. silicate dapat meningkatkan tahap “cation exchange capacity” (cec) di dalam tanah. ia mampu menyerap dan menyimpan pupuk yang ditaburkan ke atas tanah seperti potassium, calcium, magnesium, ammonia dan lain-lain nutrien agar tersedia apabila di perlukan oleh tanaman. cation exchange capasity (cec) adalah sukatan jumlah nutrien bercas positif yang dapat disimpan di dalam tanah liat dan humus. tanaman akan melepaskan ion hidrogen untuk ditukarkan dengan nutrien yang diperlukan seperti calcium, magnesium, dan potassium dari tanah liat atau humus.

Penggabungan pupuk kimia n.p.k dengan pupuk silikon mampu mengurangkan kehilangan nutrien akibat daripada pemeruwapan, larian permukaan dan larut resap. silicate juga dapat mengurangkan ancaman toksik aluminium dengan mengikatkan aluminium kepada bentuk aluminosilicate yang kurang bertoksik di dalam tanah.

Selain itu Silikat juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Semoga erupsi Gunung Kelud membawa berkah bagi petani


Berbagi sumber

Cara Meningkatkan Hasil Pertanian dengan Trichoderma


Hasil padi seringkali tidak maksimal akibat kurangnya pemupukan lahan. Penyebabnya antara lain sulitnya memperoleh pupuk dan harga yang cukup mahal jika tidak mengandalkan subsidi dari pemerintah.

Salah satu upaya untuk menggantikan pupuk kimia agar tanaman padi berhasil dan diharapkan mampu menaikkan hasil panen padi adalah dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. yang dapat menguraikan jerami padi menjadi kompos(pupuk organik) yang selanjutnya ditebar di lahan sawah. Penggunaan Trichoderma sp. untuk kompos jerami padi dapat menurunkan biaya produksi tanaman karena harganya murah, bahkan dapat diproduksi sendiri oleh petani. Bibit Trichoderma sp. dapat diperoleh di UPTPH Dinas Pertanian, dapat juga dengan mencari jamur tersebut di lahan sawah setempat dengan memakai belahan buah kelapa yang ditutupkan ke tanah selama beberapa hari, jamur hijau yang muncul diantaranya adalah Trichoderma sp.


MANFAAT
Selain meningkatkan produksi padi, Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti:
1. Layu Fusarium
2. Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
3. Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
4. Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
5. dan lain-lain

UJICOBA DI KALBAR DAN KALSEL
Pemakaian kompos jerami padi di Desa Sei Itik Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya telah menunjukkan hasil panen lebih tinggi sekitar 30% - 40% dari pada pola konvensional. Dari satu hektar lahan sawah yang memakai Trichoderma sp dihasilkan padi sebanyak 3,6 hingga 4 ton GKP pada musim gadu, sementara lahan yang tidak memakai Trichoderma sp hanya menghasilkan 2,7 ton GKP. Jerami yang dikomposkan dengan Trichoderma sp mengandung nutrisi yang diperlukan tanaman padi yaitu unsur N, P, K yang biasanya didapat dari pupuk kimia. Peningkatan hasil padi dengan memakai Trichoderma sp juga tampak pada penanaman padi di Kalimantan Selatan yang telah menghasilkan sekitar 7 s/d 10 ton GKP per hektar.

CARA PERBANYAKAN STARTER Trichoderma sp PADAT
Petani dapat melakukan sendiri perbanyakan starter Trichoderma sp dengan cara sebagai berikut :
  1. Bahan. Bibit (starter Trichoderma sp F1, dapat diperoleh di UPTPH Distan), Beras 6 kg (untuk 1 hektar lahan), Alkohol, Air bersih, Kapas, Kantong Plastik, Lilin, Selotif dan Minyak tanah sebagai bahan bakar kompor.
  2. Alat : Ember, baskom, Staples, Kipasan, Dandang, Nyiur, Sendok, Centong dan kompor.
  3. Penyiapan Media. Beras direndam selama 30-60 menit, selanjutnya cuci sampai bersih kemudian ditiriskan lalu dikukus hingga setengah masak, angkat dan dinginkan.
  4. Pengantongan. Media (nasi setengah masak) yang telah dingin dimasukan kedalam kantong plastik, dibentuk gulungan kemudian diselotif, selanjutnya dimasukkan kedalam dandang untuk proses strerilisasi.
  5. Sterilisasi. Kukus media tersebut selama 2-3 jam, setelah itu angkat dan dinginkan.
  6. Inokulasi.Tularkan jamur Trichoderma sp dari tabung reaksi kedalam media beras kemudian tutup kemasan/kantong plastik dengan staples atau lilin. Perlu diperhatikan, proses inokulasi tersebut diusahakan dilakukan diruangan yang steril.
  7. Inkubasi. Susun kemasan yang berisi media dan Trichoderma sp secara berjajar dan simpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, setelah 4-7 hari media akan ditumbuhi oleh jamur, pada awalnya berwarna putih kemudian berubah menjadi hijau, selanjutnya media siap diaplikasikan.
  
CARA APLIKASI/PEMAKAIAN
  1. Kumpulkan jerami yang akan dikompos (6 s/d 9 ton).
  2. Hamparkan jerami dengan ketinggian sekitar 20 - 30 cm.
  3. Ambil Starter Trichoderma sp yang sudah jadi, masukkan ke dalam air di ember dan diremas-remas, saring, isikan ke dalam gembor penyiram.
  4. Siramkan merata lapisan pertama jerami,
  5. Tutup lapisan pertama dengan jerami berikutnya, lalu siramkan lagi Trichoderma, demikian seterusnya hingga jerami habis.
  6. Biarkan jerami mengalami penguraian selama 2-3 minggu. Kompos jerami yang telah matang siap di padu dengan tanah di lahan sawah pada saat pengolahan tanah.
  7. Lahan siap ditanam tanpa perlu tergantung penuh pada pupuk kimia lagi. Pupuk Superphos / Sp-36 mungkin masih diperlukan sedikit untuk membantu kekurangan unsur P.
  8. Panen meningkat hasilnya dan biaya produksi menurun sehingga petani dapat menikmati hasil panen lebih baik dari sebelumnya.

UJI LABORATORIUM
Komposisi jerami padi yang diuraikan dengan Trichoderma sp telah diuji kandungannya di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak dengan hasil yang sangat baik, yang memberikan gambaran kandungan unsur N, P dan K pada kompos jerami padi.

sumber:http://cybex.deptan.go.id
sumber gambar :http://isroi.wordpress.com

Sawah Negara untuk Petani

undang-undang pertanian
Satu malam di Metro tv ada acara sentilan-sentilun, kebetulan menghadirkan bintang tamu menteri pertanian dan audien persatuan petani tebu. banyak hal yang diperbincangkan di acara itu, mulai masalah harga gula, lahan tebu, pupuk dan masalah-masalah lain dalam pertanian tebu.

Tapi ada satu hal yang menarik dari acara itu bagi saya, seorang petani. yaitu ketika menteri pertanian menjelaskan bahwa sudah ada undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani. Ternyata Undang-undang tersebut sangat manis bagi seorang petani kecil seperti saya.

Dalam undang-undang tersebut ada pasal tentang asuransi pertanian, yang melindungi petani dari gagal panen, baik karena hama, bencana, dan perubahan iklim.

Dan yang tak kalah menarik adalah pasal 58 ayat 2 tentang jaminan kemudahan dilakukan dengan memberikan kemudahan untuk memperoleh tanah negara bebas yang diperuntukan atau ditetapkan sebagai kawasan Pertanian. kalau menurut pasal tersebut petani akan diberi paling luas 2 hektare tanah negara bebas yang telah ditetapkan sebagai kawasan Pertanian kepada Petani, yang telah melakukan Usaha Tani  paling sedikit 5 (lima) tahun berturut-turut.

Sebagai petani kecil yang tidak tahu bagaimana tafsir sebenarnya dari ayat tersebut dan bagaimana implentasinya, ( yang jelas sangat tidak mungkin jika semua petani diberi 2ha lahan) tapi saya pribadi, yang layak diimpikan adalah dari undang-undang tersebut adalah jaminan stabilitas harga baik saat panen atau tidak. tentu ini berkaitan dengan kebijakan impor.

Pasti jadi harapan semua pihak jika kemandirian dan  profesionalisme petani dapat terpupuk dan terlindungi dengan undang-undang ini.