Showing posts with label bebas menulis. Show all posts
Showing posts with label bebas menulis. Show all posts

Menghitung Keuntungan Petani Padi dalam Satu Musim, Hasilnya Luar Biasa!


Profesi sebagai petani memang sangat menggiurkan, apalagi sebagai petani tradisional. Pekerjaan penuh tantangan dimana setiap hari kita bisa bekerja dengan suasana alami jauh dari polusi, pekerjaan yang menyehatkan karena setiap aktivitasnya pasti membakar kalori yang banyak. Dan tentu karena tanggungjawab besar seorang petani membantu ketersediaan pangan bagi bangsa dan negara. Apalagi jika pas menanam Cabai, pas pertumbuhan cabainya bagus dan bertepatan dengan harga yang melambung, itu pasti sesuatu banget. Jadi tak heran profesi sebagai petani selalu diincar banyak orang. Hmmm,,, benarkah?

 Setiap pekerjaan pasti ada tujuan ekonomi yang ingin dicapai, begitu juga pekerjaan sebagai petani sekarang akan kita coba menghitung keuntungan seorang petani dalam satu musim. Pembahasan kita batasi dengan komuditas padi, dengan luasan hitung adalah petak terkecil yang biasa dimiliki petani tradisional dalam hal ini ukuran lahan seluas 1750m2 (jika ingin menghitung dalam 1 ha bisa dikalikan 6).  Untuk mudahnya simak tabel dibawah ini.

Uraian
jumlah
satuan
Nilai
Sewa Lahan


Rp  1.700.000,00
Kebutuhan benih
5
kg
  Rp        60.000,00
Kebutuhan Pupuk



Urea
50
kg
 Rp        90.000,00
SP-36
8
kg
 Rp        16.000,00
Za
25
kg
 Rp        35.000,00
NPK
37
kg
 Rp        85.100,00
Organik
16
kg
 Rp          8.000,00




Kebutuhan pestisida



Insectisida
1
btl
 Rp        80.000,00
Fungisida
2
btl
 Rp      160.000,00
Bakterisida
1
btl
 Rp      100.000,00
Biaya Pengairan


 Rp      300.000,00
Pekerja



Olah Tanah


 Rp      225.000,00
Tanam


 Rp      225.000,00
Perawatan


 Rp      300.000,00
panen
120
Kg
 Rp      420.000,00
Jasa Perontok


 Rp        45.000,00




Total Biaya
 Rp  3.849.100,00
Hasil Panen
1200
Kg
 Rp  4.200.000,00
Keuntungan
 Rp      350.900,00


Penjelasan

Sewa lahan bisa lebih rendah atau lebih tinggi, untuk tanaman padi selisih kurang lebihnya sekitar 100.000

Pupuk acuan yang digunakan adalah RDKK dengan HET tahun 2016, untuk setiap lahan yang berbeda jumlah dan jenis pupuk bisa disesuaikan.

Kebutuhan pestisida, harus diterapkan dengan hati-hati. Utamakan pengamatan, jangan gunakan Pestisida dengan bahan aktif yang sama dalam jangka panjang dan perhatikan petunjuk pemakaian.
Biaya Pengairan sangat berbeda dalam tiap lahannya, bisa nol rupiah jika alam sedang bersahabat (Hujan dalam takaran yang pas) bisa sangat banyak jika menanam dimusim kemarau dan pengairanmenggunakan mesin pompa.

Panen menggunakan hitungan tradisional 10% dari hasil panen.

Harga panen dipatok 3500 per kilogram, harga pada bulan januari 2017, harga ini yang paling menentukan untung rugi petani. Bagaimana? Sudah bisa melihat betapa menggiurkan keuntungan petani dalam satu musim? 

Alasan Mesin Tanam Padi Sulit Diterima Petani Tradisional

Meskipun petani tradisional telah banyak melakukan penyesuaian terhadap perubahan pola bertani, yang terlihat dengan mulai digunakannya peralatan pertanian modern. Tetapi ada satu alat pertanian yang sampai saat ini masih sulit diterima sepenuhnya penggunaannya. Mesin tanam padi bukanlah sesuatu yang asing, sudah sejak tahun 2013 petani sudah pernah mendapat bantuan mesin tanam. Hanya saja sampai sekarang belum keberadaannya belum bisa menggantikan secara penuh tenaga tanam manusia. Berbeda dengan mesin traktor, begitu kemunculannya langsung menggantikan tenaga sapi atau kerbau dalam mengolah lahan pertanian.

Ada dua alasan utama yang menyebabkan mesin tanam padi masih sulit diterima, alasan pertama adalah alasan sosial. Mesin tanam sangatlah efektif dari penggunaan tenaga manusia dan efisiensi waktu. Dan justru alasan inilah, petani tradisional lebih memikirkan mereka yang biasa mencari nafkah dengan menjadi tukang tanam. Meski tidak menutup kemungkinan pada akhirnya tenaga manusia itu akan terganti karena tidak ada regenerasi pekerja tanam.

Alasan kedua adalah alasan teknis, meski cepat dan hemat dalam penggunaan benih tetapi kondisi benih yang harus menggunakan benih muda dengan ketinggian bibit yang terbatas mengakibatkan sulit disesuaikan dengan berbagai jenis lahan. Sebagai gambaran, ada lahan yang mudah tergenang air (bukan banjir ya) maka diperlukan bibit padi yang memiliki ketinggian lebih dari ketinggian air di lahan tersebut. Dan salah satu metode pengendalian gulma adalah dengan penggenangan yang bertujuan mematikan bibit rumput agar tidak terlalu tergantung dengan herbisida, jika tinggi bibit masih dibawah air yang mati malah padinya.

Seperti yang saya sebut di atas pada akhirnya petanipun akan dengan sendirinya menggunakan mesin tanam, ketika para tukang tanam sudah tidak punya penerus. Tapi agar berfungsi dengan baik sesuai kondisi lahan pasti perlu banyak modifikasi. Bahkan mesin bajak tidak ada yang standar sesuai spek pabrik, pasti ada penyesuaian tiap komponen dengan kondisi lahan agar bisa bekerja dengan maksimal.

Alasan Metode Jajar Legowo Sulit Diterapkan

Metode tanam Jajar Legowo sampai saat ini masih jarang diterapkan, meski berdasarkan informasi metode ini berpotensi dapat meningkatkan hasil panen hingga 10 %, Jajar legowo berarti  “Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Tetapi, kenyataannya metode ini masih sulit diterapkan di kalangan petani, bahkan sampai harus ada program subsidi bagi yang mau menerapkan metode tanam jajar legowo ini.

Mengapa metode tanam ini sulit diterima petani, berikut Kendala-kendala yang menyebabkan  metode jajar legowo sulit diterapkan;
  1.  Mahalnya biaya tanam jika dibanding metode konvensional

Sebagai gambaran, metode konvensional pada musim biaya tanamnya mencapai 850.000 per hektar, ditambah dengan biaya makan pasti perhektar mencapai 1000.000. sementara jika dengan metode jajar legowo, biaya tanam mencapai 1.400.000

    2.  Hasil panen yang belum pasti

Dari segi hitungan, baik jika menghitung populasi tanam dan pola tanam yang memungkinkan semua tanaman mendapat pasokan udara dan sinar matahari yang cukup maka metode ini diyakini bisa meningkatkan hasil panen padi hingga 10 persen. hanya saja dari beberapa kali demplot, metode jajar legowo di desa saya ternyata tidak bisa memperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Kalaupun ada peningkatan, peningkatan tersebut bisa dicapai dengan metode tanam biasa.

Tetapi saya pribadi mengakui bahwa dengan metode tanam jajar legowo, memudahkan kontrol (pengamatan) terhadap tanaman padi dan memperlancar proses perawatan. Akhirnya dengan alasan tersebut pada musim tanam ini perjarak 3 meter dibuat jalur buat perawatan tanaman. 
Sampai saat ini, manfaat yang saya rasakan adalah mudahnya menjangkau bagian tengah lahan, tanpa harus menginjak tanaman padi, sedangkan untuk hasil panen apa ada perubahan dari sebelumnya tentu harus menunggu 3 bulan lagi.
tanam jajar legowo

tanam jajar legowo

"Peran" Pengoplos Pupuk dalam Pertanian Organik

Tertangkapnya beberapa pelaku pengoplos pupuk akhir-akhir ini, selain menimbulkan kegeraman di hati petani ternyata juga mampu menimbulkan hal positif. Berawal dari keluhan seorang petani ketikan pada musim tanam kali ini, ternyata untuk mencapai pertumbuhan padi seperti musim sebelumnya dibutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak. Faktor lambatnya perkembangan padi setelah dipupuk dan tampilan fisik pupuk yang tidak mudah larut (jenis NPK), menjadikan Petani ini terus menambah jumlah pupuk yang diaplikasikan pada tanaman padinya.

Meski belum tentu penyebab dari meningkatnya kebutuhan pupuk adalah kualitas pupuk yang menurun, tetapi karena akhirnya ada pengoplos pupuk yang tertangkap maka sangat wajar jika timbul kecurigaan bahwa pupuk yang beredar di kalangan petani ada yang sudah dioplos. Terlebih berdasarkan berita pelaku Pengoplos pupuk yang tertangkap adalah pemain lama yang sudah berulang kali tertangkap dengan kasus yang sama, dan tragisnya beberapa hari setelah ditangkap ternyata pelaku tersebut sudah bersantai di rumah. maka tentu tidak salah jika petani semakin tidak yakin akan kualitas pupuk yang dibelinya.

Hanya saja sudah menjadi sifat kebanyakan petani yang tidak banyak protes, karena protes pun tidak tau kemana harus protes maka solusi termudahnya adalah petani menghindari jenis pupuk yang sering dioplos dan yang menggembirakan petani dengan sadar mulai ada keinginan menggunakan produk-produk pupuk organik. 

Kita sepakat tindakan mengoplos pupuk merupakan tindakan jahat yang merugikan petani dan harus ditindak tegas, tapi jika akhirnya membuat petani secara sadar beralih menggunakan pupuk organik ,mungkin kita bisa memberikan "Award" bagi pengoplos pupuk. 

Menggunakan Traktor untuk Lahan Rawa

Sepanjang saya bertani, penggunaan handtraktor baik yang model sejenis G-1000 atau yang sejenis dan yang type Rotary, pengguna pasti berjalan di belakang traktornya. Tapi di video berikut handtraktor jenis Rotary ternyata bisa dikendarai dengan nyaman.Mungkin jenis traktornya yang berbeda dengan yang biasa digunakan petani di daerah saya ataukah pembajaknya yang lihai...


Mesin Panen Padi untuk Padi Roboh

Saat padi roboh menjelang panen, yang biasanya terjadi karena hujan deras disertai angin dan kondisi batang padi yang tidak terlalu kokoh, merupakan kondisi yang kurang menguntungkan bagi petani. Butuh banyak biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Biaya tersebut diantaranya ongkos tenaga kerja untuk mendirikan batang padi. Tetapi jika panen sudah tidak terlalu lama padi memang tidak perlu didiriak lagi, hanya saja jika panen dalam kondisi roboh maka ongkosnya tentu akan lebih mahal.
Tapi dengan mesin panen padi berikut, sepertinya permasalahan tersebut dapat diatasi.
 

Cara Gila Membajak Lahan Pertanian

Sebuah video modifikasi hand tractor dijadikan "kendaraan" pembajak roda tiga. jika disempurnakan bisa mengefisiensikan proses olah tanah. Dan sepertinya kegiatan membajak lahan sawah terlihat begitu menyenangkan

[Video] Drag Tractor. Adu Cepat Tractor Di Lintasan balap

Traktor yang biasanya dibuat membajak sawah ternyata bisa dijadikan alat penyalur hoby balap, dalam video berikut tampak sebuah pick-up sedang adu kecepatan dengan sebuah hand tractor. Bisa ditiru jika sedang gak ada kegiatan membajak nihh..

[Video] Mesin Pembuat Guludan

Dalam bertani Membuat guludan merupakan proses olah tanah yang cukup lama, Tapi dengan mesin berikut kegiatan tersebut akan lebih mudah, cepat dan rapi.

Varietas Padi Tahan Banjir temuan IRRI

Banjir adalah bencana alam yang kerap terjadi. Dalam pertanian, petani sering dihadapkan dengan kendala alam ini. selain curah hujan yang tinggi, sistem drainase yang kurang bagus menjadi penyebab utama terjadinya banjir di lahan pertanian. Pada usia padi yang muda ketika ketinggian tanaman masih dibawah 20 cm, resiko tanaman padi mati akibat tergenang air menjadi sangat tinggi.

Untuk mengurangi kerugian petani akibat banjir, IRRI mengembangkan varietas padi yang toleran terhadap penggenangan air lebih dari dua minggu.  

Berbagai padi yang tahan terhadap rendaman air selama dua minggu telah dikembangkan oleh IRRI. Melalui pemuliaan konvensional, ilmuwan menjelajahi banyak negara yang memiliki keragaman varietas padi untuk menemukan padi yang memiliki tolerasi tinggi terhadap penggenangan. Setelah gen (disebut gen Sub1) ditemukan, gen itu dimasukkan ke dalam varietas padi yang biasa dibudidayakan di negara-negara  Asia.

Beberapa varietas dengan "scuba" gen telah dirilis ke India, Bangladesh, Filipina, Indonesia, Myanmar, Laos, dan Nepal. Gen ini juga sedang ditransfer ke varietas populer di Afrika. Meski IRRI telah menemukan Varietas padi tahan banjir tapi masih perlu banyak waktu untuk mengembangkan menjadi sesuai yang diharapkan.

"Beras Pecah Kulit" Makanan Diet alami

makanan diet alami
Pola hidup sehat merupakan gaya hdup yang mulai diterapkan oleh sebagian besar masyarakat indinesia dewasa ini. tidak hanya bagi masyarakat perkotaan, bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan pola hidup sehat mulai banyak diterapkan. hal ini disebabkan semakin banyaknya kasus-kasus kesehatan yang dulu hanya dijumpai pada masyarakat yang tinggal di perkotaan kinipun sudah lazim ditemui terjadi pada masyarakat yang tinggal di pedesaaan. 

Salah satu penyakit yang harus diwaspadai generasi sekarang adalah Diabetes, dan salah satu cara mencegah penyakit ini adalah dengan mengkonsumsi makanan yang kaya serat. 
Serat berfungsi memperlambat absorpsi karbohidrat ke dalam darah sehingga menstabilkan kadar gula darah. dan makanan diet alami yang mudah didapatkan untuk penderita diabetes adalah Beras Pecah Kulit, Beras pecah kulit (dalam bahasa Inggris disebut brown rice) hanya membuang lapisan terluar (gabah), sehingga kandungan zat gizi yang kaya pada kulit ari-nya (kulit terluar beras) masih utuh.

Proses penggilingan dan pemolesan padi (sosoh/selip) berbagai varietas sampai menjadi beras berwarna putih ternyata telah menghilangkan sekitar 80% vitamin B1, 70% vitamin B3 , 90% vitamin B6, 50% mangan (Mn), 50% fosfor (P), 60% zat besi (Fe), 100% serat, dan asam lemak esensial. Pada akhirnya yang tersisa hanyalah beras berwarna putih bersih dan hanya mengandung karbohidrat saja, padahal seharusnya beras merupakan bahan makanan yang kaya vitamin, mineral, serat, dan asam lemak esensial.

Brown rice mengandung Selenium (Se) merupakan mineral yang berfungsi penting dalam mencegah timbulnya keganasan, metabolisme tubuh, anti-oksidan, dan berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh. Selenium merupakan komponen enzim glutathione peroxidase yang berperan penting dalam proses detoksifikasi di hati.

Asam lemak esensial yang terkadung pada brown rice dapat menurunkan kolesterol LDL (bad cholesterol) sampai 7%. Ditambah kandungan serat, Mg dan vitamin B, maka brown rice juga melindungi terhadap penyakit kardiovaskuler.

Brown rice juga kaya fitonutrien yang merupakan anti-oksidan misalnya quercetin, curcumin, ellagic acid, catechins, dan sebagainya. Lebih dari 80% fitonutrien terdapat pada kulit ari, maka proses penggilingan dan pemolesan telah membuang sebagian besar fitonutrien.
Sebenarnya untuk mendapatkan makanan diet alami sangatlah mudah terutama bagi petani, cukup dengan mengubah pola pikir. dari pemikiran beras terbaik adalah beras yang putih bersih menjadi beras coklat.
Semoga bermanfaat
Sumber :bumiganesa.com

Tips Memilih Traktor yang Ideal Untuk Pertanian

Setelah mengetahui Jenis jenis Traktor untuk usaha pertanian, lalu bagaimana kita menentukan traktor mana yang harus kita pilih untuk menjalankan usaha pertanian kita?

Untuk menentukan traktor mana yang kita pilih, salain besaran anggaran dana, yang tak kalah penting adalah kondisi lahan dimana traktor tersebut akan digunakan. 
Untuk lahan pertanian di dataran rendah, pemilihan traktor sejenis G 1000 menjadi pilihan yang tepat selain harganya yang lebih murah konsumsi bahan bakarnya lebih irit jika dibanding dengan yang tipe Rotary.  Dan karena bentuknya yang simple traktor jenis ini sangat mudah untuk pindah antar lahan. Sedangkan kelemahannya adalah jika lahan pertaniannya agak berlumpur dan ada sisa jerami di lahan tersebut, bisa dipastikan alat bajaknya akan mudah tersangkut.

Pilihan kedua adalah Traktor jenis Rotary, traktor yang didesain untuk segala medan. Bisa digunakan untuk olah tanah lahan padi, membuat Guludan untuk tanaman jagung, atau membuat bedegan untuk tanam kacang. Sedangkan kelemahan traktor jenis ini adalah Konsumsi BBM yang lebih banyak, butuh mesin diesel kualitas terbaik karena tingginya putaran mesin (traktor Merk Quick). Dengan desainnya yang berat traktor ini sedikit mengalami kesulitan untuk pindah antar lahan pertanian. Bahkan untuk lahan yang sangat berlumpur, traktor ini cenderung mudah terbenam dalam lumpur.
memilih traktor pertanian

Dari sedikit gambaran diatas tentu kita bisa memilih traktor mana yang ideal untuk lahan pertanian kita.
Semoga bermanfaat..

Jenis-jenis Traktor Untuk Usaha Pertanian

Dalam usaha pertanian tentu kita tidak lepas dari peran mesin traktor. Dulu pada tahun 1985, ketika pertama kali traktor diperkenalkan untuk menggantikan bajak bertenaga sapi atau kerbau sebagian besar petani menolaknya dengan segala alasan. Tapi seiring waktu, peran mesin traktor dalam usaha pertanian menjadi tak tergantikan baik sebagai alat angkut ataupun fungsi utamanya sebagai alat pengolah tanah.

Berikut ini adalah beberapa jenis Traktor yang biasa digunakan petani dalam usaha pertaniannya. Data diambil dari http://www.quick.co.id/

CAPUNG METAL
- Mesin penggerak motor bensin dengan tenaga 6.5 HP
- Sangat cocok untuk lahan sempit karena radius belok kecil dan ringan dikendalikan
IMPALA
- Mesin penggerak diesel atau motor bensin dengan tenaga 6.5 HP
- Jagonya manjat, sangat cocok digunakan pada lahan terasering
G 600
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 6.5 HP
- Lincah dan gesit, cocok digunakan pada lahan sempit
KIJANG
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 HP
- Konstruksi lebuh ringan & lincah, cocok digunakan untuk mengolah lahan yang dalam
E 85
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 HP
- Ringan bertenaga, mudah dioperasikan untuk mengolah lahan basah atau kering
TL 800
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Awet dan tangguh, tanpa sistem pembelok (kopling kemudi), cocok digunakan untuk lahan berukuran luas
G 1000 (best selling)
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Kuat dan awet, sangat cocok dan tangguh digunakan untuk mengolah lahan kering maupun basah
G 1000 BOXER (recomended)
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Hebatnya makin hebat, stabil, perawatan mudah, dan cocok untuk mengolah lahan basah maupun kering
G 1000 VAGANZA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Tampilan gagah, serta cocok digunakan untuk mengolah lahan basah maupun kering
M 1000 ALFA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Multispeed (2 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur), cocok digunakan sebagai alat transportasi dan alat angkut (ditambah trailer atau gandengan)
G 3000 ZEVA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Tampilan mewah dan cantik, serta cocok digunakan pada lahan basah maupun kering
ZENA ROTARY
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Andalan petani modern, kuat, stabil, dan bertenaga untuk membajak, rotary, maupun membuat guludan atau bedengan


Selain traktor diatas ada satu traktor yang terkadang digunakan petani untuk olah tanah yaitu traktor besar untuk mengolah lahan dengan area yang luas, semisal pengolahan tanah untuk menanam tebu.

Strategi Menjual Hasil Panen

Menjual hasil panen, merupakan tantangan tersendiri dalam usaha pertanian dan untuk memperoleh harga terbaik maka ada strateginya. Terlebih dengan begitu dinamisnya pasar produk pertanian. Sebenarnya jika panen pada musim kemarau kendala dalam penjualan hampir tidak ada, dengan kondisi hasil panen yang relatif sudah kering maka petani bisa menahan hasil panennya jika harga belum sesuai.

Permasalahannya adalah jika panen tepat saat musim penghujan, dan kebetulan petaninya tidak punya lantai pengering yang ideal. Maka dipastikan petani akan mudah menyerah dengan harga yang ditawarkan oleh tengkulak.


Tetapi sebenarnya menjual dengan kondisi basah dengan harga murah tidak selamanya merugikan jika dibanding dengan menjual dalam kondisi kering dengan harga yang sedikit lebih tinggi. dikalangan petani jika selisih antar harga gabah basah dan kering giling hanya Rp. 1000 maka petani akan lebih untung jika dijual dalam kondisi basah. dengan perhitungan, pada panen musim penghujan penyusutan berat dari kondisi basah dan kondisi kering setelah dijemur rata-rata 20% ditambah dengan biaya tenaga saat proses pengeringan dipastikan hasilnya akan sama jika gabah dijual dalam kondisi basah. Tetapi, akan berbeda jika petani berniat menyimpan untuk waktu yang lama, maka kemungkinan mendapat nilai jual yang lebih tinggi menjadi sangat besar. Tentu saja proses penyimpanan gabah pun petani paling lama 2-3 bulan karena, selain kendala tikus akibat sistem perrgudangan yang masih sederhana, dalam waktu 2-3 bulan setelah panen merupakan harga tertinggi yang bisa diperoleh petani. Dan setelahnya harga gabah panenan lama akan turun seiring adanya gabah hasil panen baru.

Dari sedikit gambaran diatas harus diakui petani yang tradisionalpun sudah mengenal sedikit tentang strategi bisnis untuk memperoleh hasil terbaik dari produk pertaniannya, hanya saja campur tangan pemerintah dalam menjaga kestabilan harga masih sangat diperlukan. 

"Selain hama dan bencana, turunnya harga saat panen adalah faktor yang menyebabkan petani merugi"



Desain Lantai Pengering Padi yang Ideal

Pengeringan hasil panen merupakan proses yang sangat penting dari suatu usaha pertanian, dalam kondisi basah (apalagi panen saat musim penghujan) harga jual produk pertanian sepenuhnya ditentukan oleh tengkulak. bagi petani yang tidak bisa melakukan pengeringan, pilihan menjual hasil panen dengan harga murah lebih menguntungkan daripada hasil panennya rusak karena proses pengeringan yang tidak maksimal.
Proses pengeringan yang baik juga berpengaruh terhadap proses pengolahan hasil pertanian selanjutnya. Jika dalam hal ini adalah tanaman padi, pengeringan yang baik akan memperkecil resiko beras patah saat proses penggilingan. Dan sekali lagi adalah meningkatnya harga jual pada produk pertanian tersebut.
Melihat pentingnya proses pengeringan dalam usaha pertanian, maka bagi petani tradisional kebutuhan akan lantai pengering merupakan salah satu hal yang cukup vital, mengingat sampai saat ini proses pengeringan hasil panen pertanian sepenuhnya masih bergantung dengan panas matahari.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan membagun lantai pengering,
  1. Idealnya dalam membagun lantai pengering dipilih lokasi yang minim halangan sehingga cahaya Matahari dapat menyinari lebih lama.
  2. Untuk desain diupayakan pada tengah lantai pengering dibuat lebih tinggi sehingga ketika hujan air tidak menggenangi hasil panen yang telah dikumpulkan.
  3. Lantai pengering sebaiknya dibuat memanjang, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengumpulan.
Berikut ini gambar sederhana desain lantai pengering yang bisa dijadikan acuan dalam membangun lantai pengering yang ideal. Untuk ukuran bisa disesuaikan dengan ketersedian lahan yang akan dibangun.

Kendala Pasca Panen Padi (Pengeringan)

Seperti pada postingan sebelumnya tentang 5 Alasan Harga Panen Padi Murah dimana salah satu kendala dalam bertani adalah pengolahan pasca panen. seperti pada musim penghujan saat ini, matahari yang tiap harinya lebih sering tertutup mendung. Tentu untuk mengeringkan Padi hasil panen butuh waktu ekstra dan tenaga ekstra yang berarti biaya ekstra.

Sebagai gambaran, untuk mengeringkan 1 ton padi dari kondisi Kering Panen sampai Kering Giling diperlukan lantai pengering seluas 80 meter persegi dengan waktu penjemuran kurang lebih 10 jam dan diperlukan pembalikan gabah tiap satu jam untuk membantu proses pengeringan.
Tentu bisa dibayangkan jika kondisi awal gabah lebih basah, lantai pengering lebih sempit dan matahari enggan bersinar tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Dan berita gembiranya tidak semua petani memiliki lantai pengering yang memadai'

Sebenarnya beberapa hal telah dilakukan petani agar kerugian yang diakibatkan kurang maksimalnya proses pengeringan bisa diminimalisir ;
  1. Menjemur di Jalan aspal; Ini solusi mudah bagi petani yang tidak memiliki lantai pengering sendiri. mengganggu lalulintas? mungkin, tapi selama ini belum ada keluhan yang disebabkan penggunaan jalan untuk menjemur gabah.
  2. Memulai panen lebih siang, tujuan memulai panen setelah matahari bersinar adalah embun atau air yang ada di padi bisa berkurang. Tentu hal ini bukan hal yang mudah karena kebanyakan pekerja akan memulai pekerjaannya sepagi mungkin agar memanen padi lebih banyak.
Permasalahan yang terjadi saat pasca panen, bukanlah hal baru tetapi permasalahan klasik yang tidak pernah ada niat untuk dicari solusinya. Dan pola pikir petani sendirilah yang menghambat proses penyerapan teknologi terbaru dibidang pertanian. Ketika negara lain sudah memiliki pusat pengeringan padi dengan bantuan mesin, sementara bagi petani kita (contohnya saya), mengeringkan padi dengan mesin masih dalam daftar tunggu untuk dihayalkan.

proses pengeringan padi tradisional
Seperti gambar diatas, merupakan proses pengeringan padi yang mengandalkan panas matahari, yang merupakan metode warisan leluhur, sedangkan gambar dibawah adalah pusat pengeringan padi yang diambil dari situs http://www.fftc.agnet.org

mesin pengering padi

5 Alasan Harga Panen Padi Murah

Sudah menjadi bumbu dalam bertani jika harga jual saat panen selalu berfluktuasi, tinggi diawal jatuh kemudian. Meski sebenarnya harga jual ke konsumen relatif stabil. berikut 5 alasan yang sering digunakan tengkulak agar dapat membeli hasil panen  petani dengan murah:

1. Gudang Penuh
Tidak semua Tengkulak menjual langsung ke konsumen, mereka kadang masih setor ke pengepul yang lebih besar, nah ini yang biasanya dijadikan tengkulak sebagai alasan membeli dengan harga murah.
  
2. Tanaman kurang sehat 
Meski sekarang penggunaan pestisida dalam pertanian sudah menjadi hal yang lazim, tetapi untuk menghasilkan tanaman sehat bebas dari serangan hama penyakit masih merupakan idaman banyak petani. Jadi jika tanaman terkena serangan hama penyakit, bisa dipastikan akan menurunkan nilai jual, meski terkadang serangannya tidak terlalu parah.

3. Padi Terlalu Basah
Basah karena hujan, embun atau jika berkaitan dengan padi, basah karena roboh dan lahannya sedang tergenang air.  Sedihnya lagi jika petaninya tidak punya lantai pengering, pasti pilihanya ya harus dijual meski harganya gak sesuai dihati.

4. Varietas Padi
Beberapa varietas padi memiliki karakteristik yang kurang menarik harga jualnya, seperti beras patah, beras berkapur, kulit terlalu tebal yang berdampak pada berkurangnya hasil saat diproses menjadi beras. Untuk masalah yang satu ini kadang bukan saja harga jualnya yang turun lebih ekstrim kadang tengkulak tidak mau membeli. Sedih banget jika ini terjadi.
5. Matahari Enggan Bersinar
Di musim penghujan pasti ada kalanya matahari harus tertutup mendung, hal ini tentu akan membuat proses pengeringan hasil panen jadi bertambah lama dan tentu saja akan menambah biaya pengeringan. Pasti ini jadi alasan paling klasik untuk dapat menurunkan harga beli hasil panen. Dan petani yang tidak punya lantai pengering, pasti pasraah dengan tawaran yang diberikan oleh tengkulak.

hasil panen padi
Itulah 5 alasan yang paling sering digunakan tengkulak agar dapat memperoleh hasil panen dengan harga rendah.