Showing posts with label Mesin pertanian. Show all posts
Showing posts with label Mesin pertanian. Show all posts

Menggunakan Traktor untuk Lahan Rawa

Sepanjang saya bertani, penggunaan handtraktor baik yang model sejenis G-1000 atau yang sejenis dan yang type Rotary, pengguna pasti berjalan di belakang traktornya. Tapi di video berikut handtraktor jenis Rotary ternyata bisa dikendarai dengan nyaman.Mungkin jenis traktornya yang berbeda dengan yang biasa digunakan petani di daerah saya ataukah pembajaknya yang lihai...


Mesin Panen Padi untuk Padi Roboh

Saat padi roboh menjelang panen, yang biasanya terjadi karena hujan deras disertai angin dan kondisi batang padi yang tidak terlalu kokoh, merupakan kondisi yang kurang menguntungkan bagi petani. Butuh banyak biaya tambahan yang harus dikeluarkan. Biaya tersebut diantaranya ongkos tenaga kerja untuk mendirikan batang padi. Tetapi jika panen sudah tidak terlalu lama padi memang tidak perlu didiriak lagi, hanya saja jika panen dalam kondisi roboh maka ongkosnya tentu akan lebih mahal.
Tapi dengan mesin panen padi berikut, sepertinya permasalahan tersebut dapat diatasi.
 

Cara Gila Membajak Lahan Pertanian

Sebuah video modifikasi hand tractor dijadikan "kendaraan" pembajak roda tiga. jika disempurnakan bisa mengefisiensikan proses olah tanah. Dan sepertinya kegiatan membajak lahan sawah terlihat begitu menyenangkan

[Video] Mesin Pembuat Guludan

Dalam bertani Membuat guludan merupakan proses olah tanah yang cukup lama, Tapi dengan mesin berikut kegiatan tersebut akan lebih mudah, cepat dan rapi.

Tips Memilih Traktor yang Ideal Untuk Pertanian

Setelah mengetahui Jenis jenis Traktor untuk usaha pertanian, lalu bagaimana kita menentukan traktor mana yang harus kita pilih untuk menjalankan usaha pertanian kita?

Untuk menentukan traktor mana yang kita pilih, salain besaran anggaran dana, yang tak kalah penting adalah kondisi lahan dimana traktor tersebut akan digunakan. 
Untuk lahan pertanian di dataran rendah, pemilihan traktor sejenis G 1000 menjadi pilihan yang tepat selain harganya yang lebih murah konsumsi bahan bakarnya lebih irit jika dibanding dengan yang tipe Rotary.  Dan karena bentuknya yang simple traktor jenis ini sangat mudah untuk pindah antar lahan. Sedangkan kelemahannya adalah jika lahan pertaniannya agak berlumpur dan ada sisa jerami di lahan tersebut, bisa dipastikan alat bajaknya akan mudah tersangkut.

Pilihan kedua adalah Traktor jenis Rotary, traktor yang didesain untuk segala medan. Bisa digunakan untuk olah tanah lahan padi, membuat Guludan untuk tanaman jagung, atau membuat bedegan untuk tanam kacang. Sedangkan kelemahan traktor jenis ini adalah Konsumsi BBM yang lebih banyak, butuh mesin diesel kualitas terbaik karena tingginya putaran mesin (traktor Merk Quick). Dengan desainnya yang berat traktor ini sedikit mengalami kesulitan untuk pindah antar lahan pertanian. Bahkan untuk lahan yang sangat berlumpur, traktor ini cenderung mudah terbenam dalam lumpur.
memilih traktor pertanian

Dari sedikit gambaran diatas tentu kita bisa memilih traktor mana yang ideal untuk lahan pertanian kita.
Semoga bermanfaat..

Jenis-jenis Traktor Untuk Usaha Pertanian

Dalam usaha pertanian tentu kita tidak lepas dari peran mesin traktor. Dulu pada tahun 1985, ketika pertama kali traktor diperkenalkan untuk menggantikan bajak bertenaga sapi atau kerbau sebagian besar petani menolaknya dengan segala alasan. Tapi seiring waktu, peran mesin traktor dalam usaha pertanian menjadi tak tergantikan baik sebagai alat angkut ataupun fungsi utamanya sebagai alat pengolah tanah.

Berikut ini adalah beberapa jenis Traktor yang biasa digunakan petani dalam usaha pertaniannya. Data diambil dari http://www.quick.co.id/

CAPUNG METAL
- Mesin penggerak motor bensin dengan tenaga 6.5 HP
- Sangat cocok untuk lahan sempit karena radius belok kecil dan ringan dikendalikan
IMPALA
- Mesin penggerak diesel atau motor bensin dengan tenaga 6.5 HP
- Jagonya manjat, sangat cocok digunakan pada lahan terasering
G 600
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 6.5 HP
- Lincah dan gesit, cocok digunakan pada lahan sempit
KIJANG
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 HP
- Konstruksi lebuh ringan & lincah, cocok digunakan untuk mengolah lahan yang dalam
E 85
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 HP
- Ringan bertenaga, mudah dioperasikan untuk mengolah lahan basah atau kering
TL 800
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Awet dan tangguh, tanpa sistem pembelok (kopling kemudi), cocok digunakan untuk lahan berukuran luas
G 1000 (best selling)
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Kuat dan awet, sangat cocok dan tangguh digunakan untuk mengolah lahan kering maupun basah
G 1000 BOXER (recomended)
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Hebatnya makin hebat, stabil, perawatan mudah, dan cocok untuk mengolah lahan basah maupun kering
G 1000 VAGANZA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Tampilan gagah, serta cocok digunakan untuk mengolah lahan basah maupun kering
M 1000 ALFA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Multispeed (2 kecepatan maju dan 1 kecepatan mundur), cocok digunakan sebagai alat transportasi dan alat angkut (ditambah trailer atau gandengan)
G 3000 ZEVA
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Tampilan mewah dan cantik, serta cocok digunakan pada lahan basah maupun kering
ZENA ROTARY
- Mesin penggerak diesel dengan tenaga 8.5 - 11.0 HP
- Andalan petani modern, kuat, stabil, dan bertenaga untuk membajak, rotary, maupun membuat guludan atau bedengan


Selain traktor diatas ada satu traktor yang terkadang digunakan petani untuk olah tanah yaitu traktor besar untuk mengolah lahan dengan area yang luas, semisal pengolahan tanah untuk menanam tebu.

Kendala Dalam Menggunakan Mesin Tanam Padi


Berkurangnya tenaga kerja dibidang pertanian adalah hal nyata yang dialami petani diberbagai wilayah, hilangnya minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian adalah penyebab utama tidak adanya regenerasi pekerja di sektor ini. Maka Penggunaan Mesin Pertanian modern saat ini merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak, meski dibeberapa jenis pekerjaan sudah menggunakan mesin pertanian, tapi ada beberapa  pekerjaan masih menggunakan tenaga manusia, salah satu yang belum terganti saat ini adalah proses Tanam Padi.

Pada musim tanam tahun ini Pak Mbong, petani desa Ngadirejo berkesempatan mencoba mesin tanam padi yang dimiliki oleh Gapoktan dari desa sebelah, biaya yang ditawarkan jauh lebih murah dari tanam konvensional. sebagai gambaran jika menggunakan mesin tanam padi biaya tanam 1 Ha hanya 1 juta (sudah termasuk benih dan biaya semai), sedangkan cara konvensional Rp.1.250.000 hanya untuk biaya tanam, biaya beli benih dan biaya persemaian belum termasuk.

Jadi ketika memutuskan mengunakan mesin tanam padi ini, pak Mbong hanya melakukan olah tanah saja, sementara proses pembenihan sudah dilakukan pemilik mesin tanam padi ini, benar-nenar praktis.

kendala menggunakan mesin tanam

Tetapi, kepraktisan mesin tanam padi ini sepertinya belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. baik dari operator maupun pemilik sawah sendiri tentunya.Yang akhirnya memunculkan beberapa kendala dalam menggunakan mesin tanam padi

Kendala dalam menggunakan Mesin Tanam Padi tersebut adalah :
  • Mesin Tanam Padi ini hanya mampu menanam untuk bibit yang berukuran tinggi 8 cm.
  • Sistem olah tanah yang menghasilkan lumpur dengan kedalaman sekitar 20 Cm.
  • Pengapung pada kedua sisi mesin tanam padi yang cukup besar.
Ketiga hal tersebut menjadi kendala dalam penggunaan mesin tanam padi, karena lumpur hasil olah tanah yang cukup dalam (20 Cm), menyebabkan ketika mesin tanam padi ini berjalan kedua pengapung disisi kanan dan kirinya menimbulkan riak dan akhirnya bibit padi yang ketinggiannya hanya 8 Cm langsung tertimbun lumpur tanpa ampun. dan masalah lain adalah bibit yang bisa bertahan karena tidak tertutup lumpur, dengan ketinggian hanya 8 Cm harus bersaing dengan gulma (meski hal ini lebih karena olah tanahnya kurang bagus, sehingga gulma merajalela)

baca juga : Cara Praktis Tanam Padi

Pengalaman pertama Pak Mbong menggunakan Mesin Tanam Padi ini memang harus dibayar dengan biaya mahal, dengan banyaknya bibit yang tertimbun maka butuh pekerja tambahan untuk melakukan penyulaman. Meskipun begitu ada pelajaran yang berhasil diambil, dibeberapa tanah yang tidak terlalu berlumpur bibit tidak tertimbun dapat hidup dan menghasikan jumlah anakan yang luar biasa. Jadi, mungkin solusinya adalah : setelah olah tanah lahan harus didiamkan 3-4 hari sampai lumpur sedikit liat sehingga hal itu bisa mengurangi resiko bibit tertimbun lumpur. Sedangkan untuk masalah gulma yang tumbuh lebih cepat itu bisa diatasi jika olah tanahnya benar-benar rata, jadi bisa melakukan penggenangan agar gulma tidak tumbuh tapi tidak sampai menenggelamkan bibit padinya.

Meski sementara ini banyak Kendala dalam menggunakan Mesin tanam padi, tapi dengan dengan proses belajar dan inovasi pasti ke depan Mesin Tanam Padi ini akan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian.
          




Gambar Unik Perbandingan Proses Panen Kedelai

Lahan kedelai di negara Brazil dan mesin panennya...
kedelai di negara brazil



mesin panen kedelai




Lahan kedelai disebuah desa kecil di negara Indonesia dan petani yang sedang memanennya..

panen kedelai di indonesia

lahan kedelai di indonesia

Bagaimana Jika Robot Menanam Padi?


robot menanam padi


Beras adalah makanan pokok di Jepang, dan penanaman bibit padi merupakan pekerjaan yang melelahkan, namun penting, pekerjaan sejak zaman kuno. Petani (terutama perempuan) harus menghabiskan berjam-jam membungkuk di atas sawah berlumpur memasukkan bibit satu per satu. Pekerjaan ini membutuhkan pengalaman panjang dan baik mengasah keterampilan. Sekarang, sekelompok ilmuwan yang bekerja pada sebuah proyek yang akan menyerahkan tugas halus memasukkan bibit padi ke sawah kepada sebuah robot.

Membawa Hi-Tech untuk Farm
Mekanisasi pertama kali diperkenalkan ke pertanian padi di tahun 1800-an, meskipun dengan keberhasilan yang terbatas. Tapi robot yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Pusat Penelitian Nasional Pertanian Pertanian Nasional dan organisasi reset bio-orientasi merupakan robot yang bisa bekerja tanpa campur tangan manusia.
Peneliti melakukan uji coba di Saitama Prefektur pada bulan April 2005 di mana robot menanam padi tanpa campur tangan manusia. Untuk menemukan jalan sekitar, perangkat bergantung pada sistem posisi global (GPS), yang juga digunakan dalam perangkat navigasi mobil.  sensor dan instrumen lainnya menghitung sudut dan arah gerakan mesin, yang dikendalikan komputer, sehingga robot memiliki pemahaman yang tepat tentang posisinya di sawah.
Robot ini diharapkan dapat menggunakan  teknik baru yang disebut panjang-mat hidroponik. Dalam metode ini, bibit padi yang dimasukkan ke dalam tikar sekitar 6 meter panjang dan kemudian digulung diplanter dan menanamnya di sawah. Tikar cukup ringan, sehingga mudah untuk mengangkut bibit, dan bila planter butuh isi ulang bibit tinggal memotongnya dari gulungan besar tadi.
Robot menggabungkan teknologi cocok untuk melaksanakan tugas ini. Hal ini dapat bergerak melintasi sawah di arah yang sangat tepat, dalam margin 10 sentimeter kesalahan, bahkan ketika manusia tidak ada sekitar untuk mengontrolnya. Mesin ini juga dapat membuat U-turn on sendiri setelah mencapai tepi sawah untuk melanjutkan penanaman. Robot dapat menanam pada kecepatan 1.000 meter persegi setiap 20 menit tanpa harus reload bibit.

Harapan Baru untuk Pertanian Jepang
Bagi banyak orang yang bekerja di bidang pertanian, robot telah muncul pada waktu yang tepat. Orang-orang muda semakin sedikit yang bersedia mengambil alih peternakan tua mereka, dan mereka yang tetap di peternakan terus usia. Robot penanaman padi bisa membantu orang-orang dengan mengambil beberapa strain pekerjaan pertanian, dan dengan membuat pekerjaan lebih menarik dan menarik bagi generasi muda.
Robot adalah salah satu dari beberapa hi-tech inovasi yang sedang dikembangkan dalam bisnis pertanian. Radio kontrol perangkat, seperti perahu, sudah digunakan pada beberapa peternakan, sementara jenis lain berbagai robot yang sedang dikembangkan untuk panen buah dan sayuran. Sebagai contoh, sebuah organisasi di Yamagata Prefecture yang telah menggunakan bebek untuk menghancurkan gulma di sawah, bukan bahan kimia atau pupuk ingin beralih ke robot. Penelitian pada proyek sedang dilakukan di sekolah-sekolah tinggi teknis dan fasilitas lainnya.
Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk menciptakan "peternakan robot" di mana hampir semua tugas, termasuk penanaman, pengendalian gulma, dan pemanenan dilakukan oleh mesin. Ini adalah sebuah tujuan ambisius, sebagai robot pertanian, tidak seperti sepupu industri mereka bekerja di pabrik-pabrik, harus beroperasi secara harmonis dengan alam. Meski begitu, saat dimana robot menggantikan pekerjaan manusia mungkin sudah dekat.

Praktisnya Mesin Pemotong Padi

Video mesin pemotong padi, terlihat praktis akan sangat sesuai untuk daerah pertanian yang sudah mengalami krisis tenaga kerja.


Mengganti Manusia Dengan Mesin.

mesin panen padi
Pagi ini ketika aku berangkat kesawah, pandanganku tertuju pada sebuah mesin besar yang bersiap-siap memasuki lahan persawahan. Sebuah mesin panen padi! dengan kemampuan memanen yang cepat 1 ha dalam 2 jam, serta kemampuan memisahkan gabah hampa, mesin ini dipastikan akan meningkatkan efektifitas kerja petani. Dengan hanya menggunakan tiga orang untuk mengoperasikannya, akan sangat banyak tenaga yang dihemat.

Tetapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan, dibeberapa wilayah pertanian yang masih memiliki banyak pekerja dipastikan keberadaan mesin panen padi ini akan memancing sedikit benturan. Benturan antara petani pekerja yang berharap memperoleh hasil dari musim panen dan petani pemilik lahan yang berharap memperoleh keuntungan lebih dari efisiensi jumlah pekerja dan waktu. Dulu, ketika pertama kali traktor mesin dikenalkan, tentangan dari beberapa pihak juga terjadi. tapi seiring waktu, penerimaan petani terhadap traktor mesin juga membaik. dan sekarang hampir semua petani menggunakan traktor mesin.

mesin panen padi



Jika dilihat dari kondisi pekerja saat ini, dimana kebanyakan petani pekerja merupakan orang tua (anak muda lebih memilih jadi pekerja pabrik) mungkin daam waktu 5 tahun, keberadaan mesin panen padi ini merupakan satu keharusan.


mesin panen padi

Atau mesin panen padi ini dapat segera terapkan untuk meningkatkan daya saing petani kita, tetapi harus dicarikan solusi yang tepat untuk menyerap sisa pekerja yang jumlahnya tidak sedikit, untuk itu peningkatan kualitas SDM petani pekerja kita juga mutlak dilakukan, sehingga ketika efisiensi itu terjadi mereka bisa terserap ke sektor pekerjaan lain. Pada akhirnya keberadaan tenaga manusia dalam bidang pertanian memang harus dibantu dengan mesin.