Alasan Mesin Tanam Padi Sulit Diterima Petani Tradisional

Meskipun petani tradisional telah banyak melakukan penyesuaian terhadap perubahan pola bertani, yang terlihat dengan mulai digunakannya peralatan pertanian modern. Tetapi ada satu alat pertanian yang sampai saat ini masih sulit diterima sepenuhnya penggunaannya. Mesin tanam padi bukanlah sesuatu yang asing, sudah sejak tahun 2013 petani sudah pernah mendapat bantuan mesin tanam. Hanya saja sampai sekarang belum keberadaannya belum bisa menggantikan secara penuh tenaga tanam manusia. Berbeda dengan mesin traktor, begitu kemunculannya langsung menggantikan tenaga sapi atau kerbau dalam mengolah lahan pertanian.

Ada dua alasan utama yang menyebabkan mesin tanam padi masih sulit diterima, alasan pertama adalah alasan sosial. Mesin tanam sangatlah efektif dari penggunaan tenaga manusia dan efisiensi waktu. Dan justru alasan inilah, petani tradisional lebih memikirkan mereka yang biasa mencari nafkah dengan menjadi tukang tanam. Meski tidak menutup kemungkinan pada akhirnya tenaga manusia itu akan terganti karena tidak ada regenerasi pekerja tanam.

Alasan kedua adalah alasan teknis, meski cepat dan hemat dalam penggunaan benih tetapi kondisi benih yang harus menggunakan benih muda dengan ketinggian bibit yang terbatas mengakibatkan sulit disesuaikan dengan berbagai jenis lahan. Sebagai gambaran, ada lahan yang mudah tergenang air (bukan banjir ya) maka diperlukan bibit padi yang memiliki ketinggian lebih dari ketinggian air di lahan tersebut. Dan salah satu metode pengendalian gulma adalah dengan penggenangan yang bertujuan mematikan bibit rumput agar tidak terlalu tergantung dengan herbisida, jika tinggi bibit masih dibawah air yang mati malah padinya.

Seperti yang saya sebut di atas pada akhirnya petanipun akan dengan sendirinya menggunakan mesin tanam, ketika para tukang tanam sudah tidak punya penerus. Tapi agar berfungsi dengan baik sesuai kondisi lahan pasti perlu banyak modifikasi. Bahkan mesin bajak tidak ada yang standar sesuai spek pabrik, pasti ada penyesuaian tiap komponen dengan kondisi lahan agar bisa bekerja dengan maksimal.

No comments:

Post a Comment