Menghitung Keuntungan Petani Padi dalam Satu Musim, Hasilnya Luar Biasa!


Profesi sebagai petani memang sangat menggiurkan, apalagi sebagai petani tradisional. Pekerjaan penuh tantangan dimana setiap hari kita bisa bekerja dengan suasana alami jauh dari polusi, pekerjaan yang menyehatkan karena setiap aktivitasnya pasti membakar kalori yang banyak. Dan tentu karena tanggungjawab besar seorang petani membantu ketersediaan pangan bagi bangsa dan negara. Apalagi jika pas menanam Cabai, pas pertumbuhan cabainya bagus dan bertepatan dengan harga yang melambung, itu pasti sesuatu banget. Jadi tak heran profesi sebagai petani selalu diincar banyak orang. Hmmm,,, benarkah?

 Setiap pekerjaan pasti ada tujuan ekonomi yang ingin dicapai, begitu juga pekerjaan sebagai petani sekarang akan kita coba menghitung keuntungan seorang petani dalam satu musim. Pembahasan kita batasi dengan komuditas padi, dengan luasan hitung adalah petak terkecil yang biasa dimiliki petani tradisional dalam hal ini ukuran lahan seluas 1750m2 (jika ingin menghitung dalam 1 ha bisa dikalikan 6).  Untuk mudahnya simak tabel dibawah ini.

Uraian
jumlah
satuan
Nilai
Sewa Lahan


Rp  1.700.000,00
Kebutuhan benih
5
kg
  Rp        60.000,00
Kebutuhan Pupuk



Urea
50
kg
 Rp        90.000,00
SP-36
8
kg
 Rp        16.000,00
Za
25
kg
 Rp        35.000,00
NPK
37
kg
 Rp        85.100,00
Organik
16
kg
 Rp          8.000,00




Kebutuhan pestisida



Insectisida
1
btl
 Rp        80.000,00
Fungisida
2
btl
 Rp      160.000,00
Bakterisida
1
btl
 Rp      100.000,00
Biaya Pengairan


 Rp      300.000,00
Pekerja



Olah Tanah


 Rp      225.000,00
Tanam


 Rp      225.000,00
Perawatan


 Rp      300.000,00
panen
120
Kg
 Rp      420.000,00
Jasa Perontok


 Rp        45.000,00




Total Biaya
 Rp  3.849.100,00
Hasil Panen
1200
Kg
 Rp  4.200.000,00
Keuntungan
 Rp      350.900,00


Penjelasan

Sewa lahan bisa lebih rendah atau lebih tinggi, untuk tanaman padi selisih kurang lebihnya sekitar 100.000

Pupuk acuan yang digunakan adalah RDKK dengan HET tahun 2016, untuk setiap lahan yang berbeda jumlah dan jenis pupuk bisa disesuaikan.

Kebutuhan pestisida, harus diterapkan dengan hati-hati. Utamakan pengamatan, jangan gunakan Pestisida dengan bahan aktif yang sama dalam jangka panjang dan perhatikan petunjuk pemakaian.
Biaya Pengairan sangat berbeda dalam tiap lahannya, bisa nol rupiah jika alam sedang bersahabat (Hujan dalam takaran yang pas) bisa sangat banyak jika menanam dimusim kemarau dan pengairanmenggunakan mesin pompa.

Panen menggunakan hitungan tradisional 10% dari hasil panen.

Harga panen dipatok 3500 per kilogram, harga pada bulan januari 2017, harga ini yang paling menentukan untung rugi petani. Bagaimana? Sudah bisa melihat betapa menggiurkan keuntungan petani dalam satu musim? 

Alasan Mesin Tanam Padi Sulit Diterima Petani Tradisional

Meskipun petani tradisional telah banyak melakukan penyesuaian terhadap perubahan pola bertani, yang terlihat dengan mulai digunakannya peralatan pertanian modern. Tetapi ada satu alat pertanian yang sampai saat ini masih sulit diterima sepenuhnya penggunaannya. Mesin tanam padi bukanlah sesuatu yang asing, sudah sejak tahun 2013 petani sudah pernah mendapat bantuan mesin tanam. Hanya saja sampai sekarang belum keberadaannya belum bisa menggantikan secara penuh tenaga tanam manusia. Berbeda dengan mesin traktor, begitu kemunculannya langsung menggantikan tenaga sapi atau kerbau dalam mengolah lahan pertanian.

Ada dua alasan utama yang menyebabkan mesin tanam padi masih sulit diterima, alasan pertama adalah alasan sosial. Mesin tanam sangatlah efektif dari penggunaan tenaga manusia dan efisiensi waktu. Dan justru alasan inilah, petani tradisional lebih memikirkan mereka yang biasa mencari nafkah dengan menjadi tukang tanam. Meski tidak menutup kemungkinan pada akhirnya tenaga manusia itu akan terganti karena tidak ada regenerasi pekerja tanam.

Alasan kedua adalah alasan teknis, meski cepat dan hemat dalam penggunaan benih tetapi kondisi benih yang harus menggunakan benih muda dengan ketinggian bibit yang terbatas mengakibatkan sulit disesuaikan dengan berbagai jenis lahan. Sebagai gambaran, ada lahan yang mudah tergenang air (bukan banjir ya) maka diperlukan bibit padi yang memiliki ketinggian lebih dari ketinggian air di lahan tersebut. Dan salah satu metode pengendalian gulma adalah dengan penggenangan yang bertujuan mematikan bibit rumput agar tidak terlalu tergantung dengan herbisida, jika tinggi bibit masih dibawah air yang mati malah padinya.

Seperti yang saya sebut di atas pada akhirnya petanipun akan dengan sendirinya menggunakan mesin tanam, ketika para tukang tanam sudah tidak punya penerus. Tapi agar berfungsi dengan baik sesuai kondisi lahan pasti perlu banyak modifikasi. Bahkan mesin bajak tidak ada yang standar sesuai spek pabrik, pasti ada penyesuaian tiap komponen dengan kondisi lahan agar bisa bekerja dengan maksimal.

Manajemen Tanam Ala Petani Tradisional untuk Mencapai Untung Lebih

Harus diakui bahwa sebagian besar petani kita adalah petani tradisional, petani yang banyak mengandalkan cara-cara tradisional dalam mengolah lahan. Meski sebenarnya pola tradisional ini tidak sepenuhnya merupakan pilihan sadar tapi lebih pada karena kurangnya sosialisasi terhadap perkembangan teknologi terbaru dalam pengelolaan lahan pertanian. Trus apa tidak ada yang mendampingi? Ada sih, tapi hanya teori. Kalau hanya teori sesuai teks ketika diterapkan hasilnya tentu tidak sama. Itu yang menyebabkan rendahnya daya serap petani terhadap teknologi terbaru.
.
Dengan kondisi seperti di atas, ketika petani dihadapkan dengan permasalahan pertanian yang paling mendasar, Permasalahan tentang bagaimana meningkatkan keuntungan dari lahan yang semakin terbatas, Para petani tradisionalpun juga bisa berpikir modern, ya mereka memanajemen lahan terbatas milik mereka.

Jika petani dulu berpedoman pada pranoto mongso, maka petani sekarang hanya berpedoman bagaimana menggunakan lahan seefektif mungkin. Bisa dikatakan petani mulai meninggalkan budaya warisan leluhur tersebut. Petani sekarang lebih berkeyakinan siapa yang bisa mensuply pasar saat pasar butuh dialah yang akan mendapat untung. Untuk mencapai hal tersebut petani sudah memiliki jadwal yang detil sepanjang tahun mulai dari kapan membuat semaian, mulai tanam sampai tanggal panen.

Dan prinsip siapa cepat dia dapat menjadi acuan baru petani dalam mengelola lahan pertaniannya, ditengah harga yang tidak menentu saat panen.

Cara Panen Padi agar terhindar dari kerugian

Panen adalah momen yang ditungu tunggu petani, 4 bulan adalah masa bayaran seorang petani. dan sudah jadi cerita lama jika panen padi adalah saat dimana harga komuditas itu turun :( berikut adalah cara mengurangi kerugian saat panen yang disebabkan harga turun.

1. Harga gabah mengalami titik terendah saat musim penghujan,
Pada musim penghujan Meski harga beras stabil, harga gabah akan mengikuti kemunculan matahari, Jika matahari muncul dengan terik maka harga dipastikan tinggi begitu juga sebaliknya 

solusi: jika musim hujan usahakan panen dimulai agak siang agak kandungan air yang ada pada gabah bisa sedikit berkurang.

2. banyak hama saat musih hujan

Selain kandungan air yang banyak, pada musim penghujan banyak hama penyakit berkeliaran.pembeli gabah akan sangat mudah mencari cacat dari gabah hasil panen. setelah menunjukan kejelekan dari panen kita maka harga pun akan dimainkan.

solusi : perketat pengamatan selama masa tanam, pergunakan pupuk dan pestisida dengan bijak dan jalin hubugan yang baik dengan pedagang. jika hubungan dengan pedagang baik mereka tidak akan mencari-cari kejelekan hasil panen. meski pada kenyataannya hasil panen kita tidak terlalu bagus, tapi ketika dicari kejelekanya,, rasanya sakit banget!!

3. Pertimbangkan untuk memiliki alat pengering

ketika kondisi pasar memang tidak mampu menyerap gabah kering panen, satu-satunya jalan adalah mengeringkan dan menyimpannya untuk dijual saat harga mulai membaik. untuk desain lantai pengering silahkan ikuti tautan artikel tersebut. meski idealnya setiap desa harusnya memilki sebuah oven untuk mengeringkan hasil panen ketika musim hujan, tapi saat ini yang paling memungkinkan adalah lantai pengering.

Terakhir perbanyak berdoa, petani hanya bisa menanam dan merawat sedangkan hasilnya biarlah Allah yang mengatur.