Beras Langka Di Desa Penghasil Beras

Dan seperti biasanya saat mendekati panen harga padi/beras melonjak cukup tinggi. Dan lonjakan pada tahun ini mungkin tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan pengamatan pribadi. Tak terkecuali di Desa Ngadirejo, desa di Kabupaten Nganjuk yang menghasilkan Beras Berkualitas terbaik yang ditanam  oleh petani-petani yang bekerja penuh dedikasi.Tahun ini, harga padi disawah perhektar bisa mencapai Rp 36.000.000,- beras di Toko sudah mencapai harga Rp 11.000,- itupun barangnya tidak tersedia. dan kerennya lagi  Dedak untuk pakan ternak, harus ditebus dengan harga Rp 4000,- itupun di pasaran juga sudah jadi barang langka. Karena langkanya beras di pasaran, padi yang masih dalam kondisi hijau lebih 30 % sudah dipanen. Ini yang gak keren pasti kualitas beras yang dihasilkan juga tidak bagus. tapi karena godaan harga yang menggiurkan mau-tidak mau petanipun rela melepaskan padinya yang belum cukup umur.

Dengan biaya produksi tahun ini yang tidak terlalu besar, karena alam sedang bersahabat yang tentu saja karena kemurahan Allah SWT (hujan tepat waktu dan tepat takaran, angin yang biasanya menjadi musuh alami petani musim inipun hanya berhembus dengan lemah gemulai dan hama yang jika pada tahun-tahun lalu selalu menimbulkan konflik batin, musim inipun seperti malu-malu, Alhamdullilah). Melihat semua tanda-tanda alam tersebut dipastikan keuntungan petani musim ini akan lebih besar dibanding tahun lalu.

Meski dalam sanubari kami yang terdalam, kami juga kasian jika Masyarakat terutama yang tidak menghasilkan Beras harus keluar biaya lebih untuk membeli beras, tapi dalam sanubari kami yang lebih terdalam lagi selalu berharap semoga harga panen kami tahun-tahun berikutnya seperti saat ini. Kami juga ingin sejahtera lho. Bukankah jika dengan bertani bisa sejahtera maka kedepannya Negeri tercinta ini tidak akan kekurangan petani. Jika petani sejahtera, maka petani punya modal untuk berinovasi, mengembangkan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan kedepannya jika produksi meningkat beraspun tidak akan langka di pasaran.

Aminn,,

5 Blog Tempat Belajar Bertani yang Asik

Saat ini sebagai Petani harus banyak belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, karena tantangan dalam bertani saat ini semakin komplek. Berikut adalah 5 Blog yang bisa menjadi tempat belajar tentang pertanian.



1. ISROI.COM
Dalam Blog isroi.com dengan motto Berbagi tidak pernah rugi, kita bisa menemukan banyak artikel yang berkaitan dengan budidaya pertanian organik, di Blog ini kita bisa belajar bagaimana membuat MOL, membuat Pupuk organik juga banyak artikel yang membahas tentang hormon tanaman.


 2. GERBANG PERTANIAN
Artikel-artikel yang ditulis oleh Mas Pary banyak membahas mengenai teknis budidaya pertanian mulai dari tanaman padi dengan segala varietasnya, palawija sampai sayur. Semua ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai foto-foto proses budidayanya.Termasuk jika ingin membeli beberapa produk pertanian seperti benih, agen hayati atau peralatan pertanian maka blog ini tepat untuk anda kunjungi


 3. LEMBAH PINUS
Dengan fokus utama menyediakan bibit buah-buahan. Banyak varitas baru yang masih sulit dijumpai di toko bibit pada umumnya dapat kita dijumpai di blog ini.



4. BPPINDONESIA.COM
Blog yang masih relatif baru ini muncul dengan metode baru untuk bertani, hal yang berusaha dikenalkan adalah penggunaan Booslem. Boosslem adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai bio reaktor yang digunakan untuk membiakan dan meningkatkan populasi mikroba aerob dengan biaya produksi yang murah.





5. TABLOID SINAR TANI
Karena merupakan Tabloid Blog ini pasti Update tiap hari, selain metode bertani blog ini juga banyak berisi artikel tentang peluang bisnis yang berkaitan dengan pertanian.

6. ANGIN-NGANJUK.BLOGSPOT.COM
Dipastikan anda tidak akan menemukan banyak ilmu di blog ini, penulis blog ini adalah petani yang pernah gagal nanam melon sebanyak 2 kali, gagal nanam cabai sampai 3 kali sehingga saat ini fokus pada tanaman padi, tapi masih belum bisa membedakan antara padi kena bakteri dan kena fungi. Tapi yang jelas anda akan mendapatkan cerita tentang indahnya menjadi petani.

Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online

daftar harga beras termahal

Sudah menjadi impian banyak Petani jika mampu menghasilkan dan menjual produknya dengan harga mahal. Jika kita bicara tentang beras, maka yang ada hanya senyum getir karena ketika panen tiba yang terjadi adalah terjun bebasnya harga dibanding sebelum panen tiba. Banyak alasan yang dijadikan alasan untuk mejatuhkan harga dan alasan paling klasik adalah stok berlebih.
Tapi tahukah Anda ada beberapa Beras yang memiliki nilai jual fantastis?
Berikut ini adalah Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online ;

1. Ketan Pulu Mandoti 

Beras ketan yang hanya tumbuh di Desa Salukanan, kecamatan Baraka, kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Ketan Pulu Mandoti ditanam di ketinggian 700 dpl dan jika dimasak maka aroma wanginya akan menyebar dalam radius yang luas. Dan uniknya meski bisa ditanam di desa lain tapi hasilnya tidak bisa sewangi dan seenak jika ditanam di Desa Salukanan.
Harga : Rp 20.000 /kg

 2. Hitomebore
Beras yang dibudidayakan di Prefektur Miyagi, sebuah wilayah di Negara Jepang ini memiliki textur yang lembut dan biasanya disajikan dalam bentuk Onigiri. 
Harga : Rp.64.500/kg

3. Beras Basmati
Beras yang berasal dari India dan Pakistan ini memiliki kadar Glukosa yang sangat rendah sehingga cocok untuk seseorang yang sedang diet glukosa. Karena manfaat untuk kesehatan yang cukup tinggi tak heran harga beras ini cukup mahal di pasaran.
Harga : Rp 75.000 /kg

4. Uonuma Koshihikari
Masih dari negara Jepang, Beras yang namanya  berarti "Cahaya Khosi" , dengan rasa manis, rasa pedas dan sedikit lengket, beras dalam kategori premium ini sangat cocok untuk sushi. Saat ini beras Koshihikari dibudidayajkan di daerah khusus, seperti Uonuma di prefektur Nigata . Disebuah situs beras ini ditawarkan dengan harga yang cukup mahal
Harga : Rp. 235.554 /kg

Beras-beras tersebut mahal jelas karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki beras lain, pertanyaannya adalah apa negeri kita hanya punya Beras Ketan  Pulu Mandoti, bagaimana dengan daerah lain? andaikan tiap daerah punya produk pertanian (beras) yang memiliki kelebihan dan tidak dimiliki daerah lain tentu  meningkatkan kesejahteraan petani ke level dua tingkat yang lebih tinggi pasti tidak sulit.
Semoga...

sumber: 
Common Grains
ekonomi.kompasiana
Gambar: zhalabe.blogspot.com

Manfaat Tanam Padi Serentak

Pasti sebagian besar petani sudah paham terhadap manfaat Tanam  Serentak, dalam hal ini pada tanaman padi. Ada beberapa manfaat dengan melakukan Pola Tanam Padi Serentak diantarannya :
  1. Pola tanam serentak memiliki manfaat untuk memutus siklus hidup hama.Jika diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi. atau jika dipandang dari sisi negatif jikalaupun hama tidak bisa dikendalikan maka kita tidak sendirian menanggung kerugian.
  2. Selanjutnya adalah masalah irigasi, jika usia tanaman sama maka kebutuhan air akan sama.( Hal ini berlaku untuk lahan yang menggunakan pengairan dari saluran irigasi dan irigasinya kurang bagus). jika usia padi tidak sama maka kebutuhan air tidak sama hal inilah yang biasanya memicu konflik antar petani, karena ada petani yang butuh air dan ada petani yang padinya hampir mati karena kebanyakan air. Tentu hal ini tidaka akan terjadi jika pola tanam padinya serentak.
  3. Ini hal yang mungkin hanya terjadi di wilayah saya, adakalanya benih yang kita semai tidak tumbuh maksimal karena beberapa alasan. Maka jika dalam suatu wilayah itu masa tanam padinya serentak tentu akan sangat mudah memperoleh bibit padi sisa, gratis tinggal tanam dan tentu saja BIBIT UNGGUL
Tapi dengan segala manfaat itu sampai saat ini petani masih sulit diajak melakukan pola tanam padi serentak?
Hal ini tidak lepas dari pola pemasaran hasil panen yang masih mengandalkan tengkulak, ketika panen raya disuatu daerah sedang berlangsung maka harga komoditas tersebut pasti naik turun seperti jalanan di pegunungan, harga tinggi di awal panen dan selanjutnya banyak turunnya. Sehingga untuk memperoleh harga terbaik petani berlomba untuk dapat panen paling awal.

Selain itu keterbatasan tenaga kerja dibidang pertanian juga menghambat dilaksanakan pola tanam padi serentak.
tanam padi serentak

Jadi iming-iming mudahnya pengairan, pengendalian hama dan "Bibit Unggul" gratis tidak terlalu menggoda dibandingkan dengan tawaran harga tinggi bagi yang panen awal.

Mungkin jika kelak jalur pemasaran sudah dibenahi, harga komoditas hasil panen bisa lebih stabil dan petanipun dengan sendirinya mau menerapkan pola tanam padi serentak.

Kendala Dalam Menggunakan Mesin Tanam Padi


Berkurangnya tenaga kerja dibidang pertanian adalah hal nyata yang dialami petani diberbagai wilayah, hilangnya minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian adalah penyebab utama tidak adanya regenerasi pekerja di sektor ini. Maka Penggunaan Mesin Pertanian modern saat ini merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak, meski dibeberapa jenis pekerjaan sudah menggunakan mesin pertanian, tapi ada beberapa  pekerjaan masih menggunakan tenaga manusia, salah satu yang belum terganti saat ini adalah proses Tanam Padi.

Pada musim tanam tahun ini Pak Mbong, petani desa Ngadirejo berkesempatan mencoba mesin tanam padi yang dimiliki oleh Gapoktan dari desa sebelah, biaya yang ditawarkan jauh lebih murah dari tanam konvensional. sebagai gambaran jika menggunakan mesin tanam padi biaya tanam 1 Ha hanya 1 juta (sudah termasuk benih dan biaya semai), sedangkan cara konvensional Rp.1.250.000 hanya untuk biaya tanam, biaya beli benih dan biaya persemaian belum termasuk.

Jadi ketika memutuskan mengunakan mesin tanam padi ini, pak Mbong hanya melakukan olah tanah saja, sementara proses pembenihan sudah dilakukan pemilik mesin tanam padi ini, benar-nenar praktis.

kendala menggunakan mesin tanam

Tetapi, kepraktisan mesin tanam padi ini sepertinya belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. baik dari operator maupun pemilik sawah sendiri tentunya.Yang akhirnya memunculkan beberapa kendala dalam menggunakan mesin tanam padi

Kendala dalam menggunakan Mesin Tanam Padi tersebut adalah :
  • Mesin Tanam Padi ini hanya mampu menanam untuk bibit yang berukuran tinggi 8 cm.
  • Sistem olah tanah yang menghasilkan lumpur dengan kedalaman sekitar 20 Cm.
  • Pengapung pada kedua sisi mesin tanam padi yang cukup besar.
Ketiga hal tersebut menjadi kendala dalam penggunaan mesin tanam padi, karena lumpur hasil olah tanah yang cukup dalam (20 Cm), menyebabkan ketika mesin tanam padi ini berjalan kedua pengapung disisi kanan dan kirinya menimbulkan riak dan akhirnya bibit padi yang ketinggiannya hanya 8 Cm langsung tertimbun lumpur tanpa ampun. dan masalah lain adalah bibit yang bisa bertahan karena tidak tertutup lumpur, dengan ketinggian hanya 8 Cm harus bersaing dengan gulma (meski hal ini lebih karena olah tanahnya kurang bagus, sehingga gulma merajalela)

baca juga : Cara Praktis Tanam Padi

Pengalaman pertama Pak Mbong menggunakan Mesin Tanam Padi ini memang harus dibayar dengan biaya mahal, dengan banyaknya bibit yang tertimbun maka butuh pekerja tambahan untuk melakukan penyulaman. Meskipun begitu ada pelajaran yang berhasil diambil, dibeberapa tanah yang tidak terlalu berlumpur bibit tidak tertimbun dapat hidup dan menghasikan jumlah anakan yang luar biasa. Jadi, mungkin solusinya adalah : setelah olah tanah lahan harus didiamkan 3-4 hari sampai lumpur sedikit liat sehingga hal itu bisa mengurangi resiko bibit tertimbun lumpur. Sedangkan untuk masalah gulma yang tumbuh lebih cepat itu bisa diatasi jika olah tanahnya benar-benar rata, jadi bisa melakukan penggenangan agar gulma tidak tumbuh tapi tidak sampai menenggelamkan bibit padinya.

Meski sementara ini banyak Kendala dalam menggunakan Mesin tanam padi, tapi dengan dengan proses belajar dan inovasi pasti ke depan Mesin Tanam Padi ini akan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian.
          




Cara Menanam Selada dalam Ruangan

Ide mengembangkan pertanian di dalam ruangan berawal ketika bencana Tsunami melanda jepang pada tahun 2011, yang mengakibatkan beberapa wilayah mengalami kekurangan bahan makanan. Adalah Shigeharu Shimamura orang yang berperan mengubah bekas pabrik semikonduktor menjadi lahan pertanian dalam ruangan.

Jenis tanaman yang dipilih untuk ditanam didalam ruangan saat ini adalah Selada. Dengan mengandalkan sumber pencahayaan dari lampi LED Shigeharu Shimamura melakukan inovasi dengan memperpendek durasi antara siang dan malam serta mengoptimalkan suhu dan kelembaban dalam lingkungan buatan ini. Hasilnya pertanian dalam ruangan ini mampu berproduksi 100 kali lebih banyak dibanding dengan pertanian konvensional dalam luasan yang sama.dalam prosesnya penggunaan air sangat efisien karena tidak ada air yang terbuang kedalam tanah.

Sementara untuk kualitas, selada yang di tanam dalam ruangan menghasilkan tanaman yang lebih hijau segar bebas dari gangguan hama.

Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi

JIka petani China menggunakan kaset CD untuk mengusir hama burung pada tanaman padi, maka beda dengan petani di Desa Ngadirejo. Petani di desa Ngadirejo, sebuah desa di Kabupaten Nganjuk memiliki Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. 

Tidak bisa dipungkiri bahwa burung merupakan salah satu hama yang paling menggangu selama proses budidaya tanaman padi, jika dibiarkan resiko kerugian akibat hama burung ini bisa mencapai 60 %. (pengalaman pribadi). saat itu padi yang saya tanam lebih cepat berbuah dibanding padi disekitarnya maka otomatis seluruh burung terkonsentrasi di lahan tanaman padi saya.

Hal serupa juga dialami petani lain, terutama karena beberapa tahun terakhir petani desa Ngadirejo mulai membudidayakan padi pada musim tanam ketiga (antara bulan September sampai november) dan saat itu hampir tak ada tanaman padi di wilayah lain. bisa dibayangkan berapa banyak burung yang datang mencari makan di lahan tanaman padi kami.

Sebelum menggunakan Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi, petani desa Ngadirejo juga menggunakan cara tradisional untuk mengusir hama burung yaitu dengan menggunakan buni-bunyian. Tapi cara itu tidak efektif jika serangan bukan hanya ratusan burung tapi ribuan. selain bunyi-bunyian pernah petani desa Ngadirejo menggunakan jasa penangkap Hama Burung. cara kerjanya adalah sebuah jaring dibentangkan vertikal sepamjang lahan tanaman padi, jika gerombolan burung sudah berkumpul di lahan dan menikmati sedapnya padi yang baru berisi si penangkap Burung menggunakan sejenis peluit yang bisa menirukan suara burung Predator, kontan saja para burung yang lagi menikmati makan pagi terbang berhamburan tanpa sempat berpikir dan terjebaklah mereka di jaring yang sudah dipasang.

Hanya saja cara ini tidak bertahan lama, karena masalah muncul ketika burung yang tertangkap jumlahnya ribuan, ada yang dengan teganya mengeleminasi burung-burung tersebut. 

Akhirnya dengan tetap menggunakan jaring yang sama, tapi kali ini jaring dibentangkan diseluruh lahan untuk menutupi tanaman padi, Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi ini lebih efisien karena begitu dipasang tidak perlu lagi ada penunggu, dan tidak burung yang ditangkap maka lebih ramah lingkungan dan tidak perlu mengeleminasi burung, hanya satu masalah nya jika menggunakan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi, setelah jaring terpasang maka perawatan padi akan sulit karena tertutup jaring. jadi pastikan terapakan Pengelolaan Tanaman Terpadu untuk meminimalisir hama lain.

Alat dan bahan untuk menerapkan Cara Terbaru Mengatasi Hama Burung Pada Tanaman Padi:
  • Jaring nylon yang belinya di toko alat pancing, dengan harga Rp 20.000 untuk ukuran 2x20 meter pada tahun 2013
  • tiang kecil sebagai penyangga
  • tali

mengendalikan hama burung pada tanaman padi

Mungkin pada awalnya biaya yang dikeluarkan sangat besar, pada tahun 2013 saja perhektar dibutuhkan dana kurang lebih Rp.6.000.000 sudah termasuk biaya pasang. Tapi jika perawatan jaringnya baik maka bisa berumur lebih dari 4 Tahun, tentu pada akhirnya biaya yang dikeluarkan untuk mengendalikan hama burung Jauh lebih murah.

Demikian Cara Terbaru Mengendalikan Hama Burung Pada Tanaman Padi. semoga bermanfaat.

Budidaya Jamur Tiram dengan Cara Praktis III

Kembali melanjutkan cerita Pak Pe yang membudidayakan jamur tiram dengan cara praktis. pada bulan kedua jamur sudah mulai bisa dipanen, mulai dari 2 ons sampai hari ini pada minggu ke 6 produksi jamur sudah sampai 6 kg per hari.

Untuk pemasarannya sampai saat ini belum ada kendala, mulai dari pedagang sayur keliling dan tetangga siap menampung hasil panen. bahkan saat postingan ini ditulis sms pesanan Jamur terus masuk, yang dengan berat hati harus ditolak karena ketidakadaan stok. bahkan untuk panenan esok haripun sudah habis dipesan.

Tapi ada yang sedikit mengganjal di hati Pak Pe, meski baru pertama membudidayakan Jamur Tiram yang berarti masih pemula banget. Tapi Pak Pe merasa ada yang salah dengan pertumbuhan Jamur Tiramnya. nulai dari tidak serentak pertumbuhan jamur dan ukuran jamur yang tidak sebesar punya temannya. bahkan tercatat tidak lebih dari dari 30 % jamur yang sudah berproduksi dari 500 baglog.

Bahkan diawal datang ada beberapa baglog yang di dalamnya terdapat larva lalat dan beberapa baglog yang tidak terisi dengan bibit jamur. bahkan ada kemungkinan bibit jamur yang diberikan bukanlah bibit F1. Yang jelas masih banyak waktu untuk belajar dan berpraktek tentang budidaya Jamur Tiram.

Air Merambat Roro Kuning (episode Gowes)

Persiapan
Hari masih gelap ketika handphoneku berbunyi, sebuah pesan ajakan dan sekaligus tantangan untuk gowes ke Air merambat roro kuning desa Bajulan datang dari Jarwoe. Jam masih menunjukan 5.30 ketika kami bertiga memulai perjalanan, meski sebenarnya ada 4 orang yang akan berangkat tapi karena ada sesuatu hal yang mendesak dan tidak bisa diwakilkan (momong anak lanang*) satu peserta terpaksa tidak bisa ikut padahal ide awal gowes ke Roro Kuning berasal dari dia.

air merambat roro kuning nganjuk

 Pukul 6-7
Sepanjang perjalanan kami isi dengan senda gurau, cerita sana-sini bahkan sempat berpoto-poto selain karena jalanan masih sepi tubuhpun masih terasa bugar. Tak ada yang istimewa selama satu jam perjalanan ini, hanya saja ketika memasuki jam 7, jalanan tak lagi sepi, aroma kesegaran pagipun berganti dengan aroma asap kendaraan bermotor ditambah bisingnya suara mesin motor. Kamipun lebih sibuk memperhatikan jalanan yang mulai ramai daripada ngobrol. Perjalanan kamipun akhirnya terhenti oleh aroma nasi pecel disebuah warung berwarna hijau di Desa Genjeng, tepat di depan Kantor Desa Genjeng (kantor desa yang sepi). Setelah mengisi kalori dan istirahat kurang lebih setengah jam, perjalanan kami lanjutkan.


air merambat roro kuning nganjuk




air merambat roro kuning nganjuk

Pukul 7-9
Meski jalanan mulai sepi tapi karena kondisinya mulai menanjak, sepanjang perjalanan kami lebih fokus pada otot paha kami yang mulai menimbun asam laktat. Alhasil, hampir setiap setengah jam perjalanan kami menyempatkan mendinginkan mesin sepeda sekaligus menikmati indahnya alam pegunungan. Meski alasan sebenarnya adalah otot paha yang mulai terasa sakit dan detak jantung yang bisa didengar tanpa stetoskop.

Puku 9-10
Kami masih dibantu cuaca yang tidak terlalu panas, sehingga meski perlahan tanjakan demi tanjakan kami taklukkan, tak ada obrolan ataupun foto-foto selfie soalnya dari satu jam yang lalu kami sudah terpisah jauh, Jarwoe dengan Polygon Strada 3.0 nya sudah jauh didepan (maklum sepeda mahal dan katanya kemarin makan telur bebek mentah), sementara soenarjo di tanjakan sebelumnya sudah memutuskan melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Puku 10-11
Sudah setengah jam pejalanan dari rambu yang menunjukan roro kuning 3 km, kami menjumpai lagi rambu yang menunjukan Roro Kuning masih 3 km lagi, benar-benar gak jelas yang pasang rambu penunjuk. Jalanan semakin menunjukan tanjakannya tanpa ada tanda-tanda akan menurun. Akhirnya seperti soenarjo akupun memilih untuk melanjutkan perjalanan dengan berjalan, tapi alasanku bukan karena tidak kuat tapi lebih kealasan teknis. Dengan rasio gigi ringanpun sepedaku sudah tidak mau bergerak, maklum bukan polygon strada 3.0 seperti punya jarwo. Daripada rantai putus lebih baik jalan asal sampai. Dan dengan diiringi hujan yang mulai membasahi roda dan jalanan sementara indikator kalori sudah menunjukan kondisi yang butuh diisi lagi, hanya mie ayam seporsi yang menjadikan kami tetap termotivasi. Dan akhirnya tepat pukul 11.00 wib kami bisa berpose di patung Roro Kuning dan menikmati seporsi mie.

air merambat roro kuning nganjukair merambat roro kuning nganjuk


On location

Wisata Roro Kuning memang berubah sejak terakhir kali aku kunjungi sekitar 15 tahun lalu, mungkin kalo mau mengembangkan di Nganjuk banyak obyek wisata yang bisa menjadi tujuan melepas kejenuhan apalagi jika berkunjungnnya naik sepeda, pasti keren.

Setelah menikmati hangatnya mie dan dinginnya air merambat Roro Kuning, sekitar setengah jam. Kami memutuskan untuk segera turun karena sepertinya hujan akan segera turun.


air merambat roro kuning nganjuk

Pulang

Baru saja meluncur ditanjakan pertama hujan langsung mengguyur dengan lebatnya dan baru kusadari kalo rem dan ban sepeda ku tidak dirancang untuk jalanan pegunungan. Dengan mengumpulkan segenap kenekatan turunan kulalui dengan doa, rem memang mampu menghentikan roda tapi jalanan terlalu licin sehingga sepeda tetap meluncur dengan bebas.

Hanya si jarwo dengan strada nya yang mampu meluncur penuh gaya, kondisi soenarjoe pun tak jauh beda, ia terpaksa mengorbankan sepatunya untuk menghentikan laju sepedanya.

Hujan makin lebat, jarak pandang semakin dekat, rem tetap tidak maksimal menghentikan laju sepeda dan sebuah lubang yang digenangi air akhirnya membuat sepedaku oleng ke kiri dan sebuah pembatas jalan tak berdosa harus beradu dengan siku ku, tentu saja pembatas jalan itu tidak luka sedikitpun.

Setelah memastikan seluruh sepedaku dan aku utuh, acara meluncurpun kulanjutkan, sedikit lecet di siku dan nyeri di bahu tak kuhiraukan. Lagi pula hujan sudah mulai reda. Dan benar saja ketika di jalan yang kering ternyata sepeda lebih mudah dikendalikan, dibeberapa trak yang turunannnya agak panjang mungkin kecepatan kami bisa mencapai 50 km/jam, sensasi yang sesuai dengan sulitnya waktu mendaki tadi. Tapi tak seperti berangkatnya yang butuh waktu 4 jam, Kami hanya butuh 15 menit untuk sampai di jalannan yang rata. Dan gowes pulangpun kembali dilanjutkan. 

Pelajaran yang diperoleh sebagai pemula
1.       Siapkan stamina
2.       Cek kondisi sepeda
3.       Gunakan sepeda dengan spek yang sesuai
4.       Perhatikan cuaca
5.       Dan jangan lupa berdoa
Sampai jumpa di trak selanjutnya.

Budidaya Jamur Tiram dengan Cara Praktis II

Minggu I
Setelah baglog ditata pada tempatnya, praktis selama satu minggu tidak ada perawatan khusus, Pak Pe hanya mengamati baglog sampai seluruh baglog berwarna putih. Memasuki minggu kedua sebagian besar baglog sudah berwarna putih tanda bibit jamur sudah memenuhi baglog. Saat itulah tutup ujung baglog saatnya dibuka.
Pada tahap ini kita hanya menunggu munculnya jamur dari ujung baglog. Sedangkan perawatan rutinnya adalah menjaga kelembaban ruang budidaya jamur tiram. Sesuai saran teman pak Pe,dilakukan penyiraman tempat budidaya. jika hujan penyiraman cukup satu kali sementara jika tidak hujan dilakukan dua kali penyiraman. Sementara penyiraman baglog dilakukan secukupnya. Dan pada awal minggu kedua sudah ada tanda kemunculan jamur. 
jamur tiram mulai tumbuh

jamur tiram mulai tumbuh