Pengaruh pH Terhadap Kesuburan Tanah

Suatu pagi yang agak mendung, beberapa petani berkumpul di tepi sawah Pak Budi. mereka sedang mendengarkan keluh kesah Pak Budi mengenai lahan sawahnya yang membutuhkan pupuk lebih banyak dibandingkan sawah sebelahnya,(dengan luasan yang sama). memang jika dilihat, terlihat tanaman padi Pak Budi agak kuning dan jumlah anakan perrumpun lebih sedikit.




pengaruh ph terhadap kesuburan tanahTeringat penyuluhan kemarin tentang kadar keasaman tanah, dimana dijelaskan bagaimana ph tanah mempengaruhi kesuburan tanah.

Nilai pH menunjukkan banyaknya konsentrasi ion hydrogen (H+) di dalam tanah. Makin tinggi kadar ion H+ di dalam tanah, semakin masam tanah tersebut. Di dalam tanah selain H+ dan ion-ion lain ditemukan pula ion OH-, yang jumlahnya berbanding terbalik dengan banyaknya H+. Pada tanah-tanah yang masam jumlah ion H+ lebih tinggi daripada OH-, sedang pada tanah alkalis kandungan OH- lebih banyak daripada H+. Bila kandungan H+ sama dengan OH- maka tanah bereaksi netral yaitu mempunyai pH = 7 (Hardjowigeno, 2003)
Dengan bahasa sederhananya jika pH tanah tidak bernilai 7, maka proses tukar ion akan terganggu, dan masih menurut penyuluh dengan terganggunya proses tukar ion maka tanaman terrlihat kurang subur meski jumlah pupuk yang dipakai lebih banyak.  Berdasarkan hal itu kami menyarankan Pak budi mengambil sampel tanah sawahnya untuk dilakukan uji tanah agar diketahui berapa nilai pH tanah sawahnya.

Akhirnya Pak Budi mengambil contoh tanahnya dari 5 titik dan membawa ke sebuah toko pertanian yang memiliki alat uji pH meski ternyata ada cara sederhana untuk menguji ph tanah, baru tahu. Memang untuk hasil akurat harus dengan alat uji tanah tapi jika alat itu tidak ada bisa dicoba dengan kertas lakmus atau kunyit, caranya :
  1. Ambil kunyit sebesar jari telunjuk
  2. Potong jadi dua
  3. Salah satu potongan kunyit tadi, masukkan kedalam tanah basah yang akan kita ukur pH nya
  4. Tunggu sampai kira-kira setengah jam (30 menit)
  5. Ambil kunyit tesebut dan lihat warna bagian potongan kunyit tersebut
  6. Jika warna bagian yang terpotong tadi pudar berarti tanah kita asam.
  7. pH tanah kita netral jika hasil potongan tadi berwarna tetap cerah.
  8. Akan tetapi jika warna kunyit tadi biru berarti tanah kita cenderung basa.
(http://infohikmatuliman.wordpress.com/)

Setelah dilakukan uji ph ternyata diketahui lahan sawah Pak Budi rata-rata bernilai 5 dan ditoko tersebut sudah ada tabel berapa banyak kapur pertanian yang dibutuhkan untuk menetralkan pH tanahnya. kalau tidak salah hampir dua ton untuk lahan seluas seperempat ha.

Itu adalah cerita dua tahun lalu, dan sekarang kebutuhan pupuk dilahan sawah pak Budi terlihat wajar dan hasil panenpun meningkat. 




Manfaat Abu Vulkanis Bagi Pertanian


abu vulkanis gunung kelud
Letusan Gunung Kelud yang baru saja terjadi, mengakibatkan hampir separuh pulau jawa tertutup abu vulkanis, tidak terkecuali kota  Nganjuk. Beruntungnya meski, letak kota Nganjuk cukup dekat dengan gunung kelud ternyata jumlah abu vulkanis yang sampai di kota Nganjuk relatif sedikit, jika dibanding dengan kota lain yang lebih jauh.

Meski kandungan abu vulanis gunung Kelud masih diteliti, tapi secara umum kandungan Abu vulkanik Yang paling dominan adalah silika, aluminium, kalsium, dan besi. Jadi meski pada saat awal memiliki dampak buruk bagi tanaman karena kadar keasaman abu vulkanik sekitar 4-4,3 yang akan mempengaruhi kesuburan tanah karena akan menurunkan kadar keasaman tanah. tetapi dalam jangka panjang, unsur yang terkandung di dalam abu vulkanik akan memberikan dampak yang sangat positif bagi peningkatan produktivitas tanah.

Seperti yang disebutkan diatas unsur yang paling dominan adalah silika, menurut beberapa sumber silicate memainkan peranan penting untuk memegang nutrien dan air dalam tanah. silicate dapat meningkatkan tahap “cation exchange capacity” (cec) di dalam tanah. ia mampu menyerap dan menyimpan pupuk yang ditaburkan ke atas tanah seperti potassium, calcium, magnesium, ammonia dan lain-lain nutrien agar tersedia apabila di perlukan oleh tanaman. cation exchange capasity (cec) adalah sukatan jumlah nutrien bercas positif yang dapat disimpan di dalam tanah liat dan humus. tanaman akan melepaskan ion hidrogen untuk ditukarkan dengan nutrien yang diperlukan seperti calcium, magnesium, dan potassium dari tanah liat atau humus.

Penggabungan pupuk kimia n.p.k dengan pupuk silikon mampu mengurangkan kehilangan nutrien akibat daripada pemeruwapan, larian permukaan dan larut resap. silicate juga dapat mengurangkan ancaman toksik aluminium dengan mengikatkan aluminium kepada bentuk aluminosilicate yang kurang bertoksik di dalam tanah.

Selain itu Silikat juga dapat meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit.

Semoga erupsi Gunung Kelud membawa berkah bagi petani


Berbagi sumber

Atap Gedung, Pilihan Terakhir Lahan Pertanian Di Kota

Beberapa saat lalu menteri pertanian Suswono mengusulkan menggunakan atap untuk digunakan sebagai lahan pertanian, hal ini merupakan respon dari masalah semakin berkurangnya lahan pertanian di kota dan diharapkan sekaligus bisa memecahkan masalah lingkungan kota besar. yaitu semakin langkanya ruang terbuka hijau.

Sebuah ide bagus yang menyelesaikan dua permasalahan dengan satu solusi, meski agar maksimal dukungan semua fihak sangat dibutuhkan.

Sebenarnya pertanian yang menggunakan atap gedung sebagai lahan bukanlah hal baru, tercatat pada tahun 2008, dua anak perusahaan telekomunikasi Jepang NTT mulai mengembangkan pertanian di Atap gedungnya.

pertanian di atap

Sebagai kota besar yang memiliki masalah yang klasik, lahan pertanian yang berkurang, Mutu udara yang buruk tentu pemilihan menambah jumlah lahan pertanian menjadi solusi yang terbaik. seperti terlihat pada gambar diatas, tampak dua orang perkerja sedang merawat tanaman ubi. Menurut NTT Proyek yang bernama "Green Potato" memberikan dampak yang positif, mulai menurunnya suhu ruangan gedung dibawahnya saat musim panas. Daun Ubi yang lebar mampu menutupi seluruh permukaan atap gedung, sehingga panas matahari tidak langsung mengenai beton gedung.

Manfaat selanjutnya adalah terciptanya satu lapangan kerja baru, Bisa dibayangkan satu gedung yang atapnya diubah menjadi lahan pertanian membutuhkan 2 pekerja ( petani ) Jika seluruh pemilik gedung berpikir hal yang sama maka akan ada ribuan pemuda yang mendapat pekerjaan.

sweet potatoes.jpg

Bisakah diterapkan Di Indonesia? yang pasti seperti yang saya ungkapkan diatas butuh dukungan banyak pihak agar bisa mewujudkan pertanian diatap. atau kita jangan berpikir terlalu jauh membayangkan semua gedung di jakarta menggunakan Atapnya untuk lahan pertanian. Kita mulai dari lingkungan terkecil. satu keluarga memaksimalkan lahan pekarangannya untuk menanam, (tidak harus di Atap dan gak harus tanam ubi). dan manfaat pertama yang akan diperoleh adalah ketersediaan pangan bagi keluarga yang terjamin kesehatannya (tentu jika ditanam dengan konsep pertanian organik).

Bagaimana, siap menanami atap rumah anda?

sumber gambar : http://www.cityfarmer.info


Cara Meningkatkan Hasil Pertanian dengan Trichoderma


Hasil padi seringkali tidak maksimal akibat kurangnya pemupukan lahan. Penyebabnya antara lain sulitnya memperoleh pupuk dan harga yang cukup mahal jika tidak mengandalkan subsidi dari pemerintah.

Salah satu upaya untuk menggantikan pupuk kimia agar tanaman padi berhasil dan diharapkan mampu menaikkan hasil panen padi adalah dengan memanfaatkan jamur Trichoderma sp. yang dapat menguraikan jerami padi menjadi kompos(pupuk organik) yang selanjutnya ditebar di lahan sawah. Penggunaan Trichoderma sp. untuk kompos jerami padi dapat menurunkan biaya produksi tanaman karena harganya murah, bahkan dapat diproduksi sendiri oleh petani. Bibit Trichoderma sp. dapat diperoleh di UPTPH Dinas Pertanian, dapat juga dengan mencari jamur tersebut di lahan sawah setempat dengan memakai belahan buah kelapa yang ditutupkan ke tanah selama beberapa hari, jamur hijau yang muncul diantaranya adalah Trichoderma sp.


MANFAAT
Selain meningkatkan produksi padi, Trichoderma sp. juga dapat memperbaiki struktur tanah, memperbaiki daya ikat tanah dan daya ikat air, meningkatkan ketersediaan unsur hara, menguragi ancaman kekeringan, memperbaiki drainase dan tata udara mikro tanah, mengikat besi, membantu proses pelapukan bahan mineral, mengurangi pembakaran lahan, dan ramah lingkungan. Sebagai agen antagonis, Trichoderma sp dapat membantu melindungi tanaman dari berbagai penyakit yang diakibatkan oleh jamur/cendawan tular tanah seperti:
1. Layu Fusarium
2. Busuk buah Antraknosa Colletotrichum
3. Layu bakteri Pseudomonas solanacearum
4. Busuk pangkal batang Phytoptora sp.
5. dan lain-lain

UJICOBA DI KALBAR DAN KALSEL
Pemakaian kompos jerami padi di Desa Sei Itik Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya telah menunjukkan hasil panen lebih tinggi sekitar 30% - 40% dari pada pola konvensional. Dari satu hektar lahan sawah yang memakai Trichoderma sp dihasilkan padi sebanyak 3,6 hingga 4 ton GKP pada musim gadu, sementara lahan yang tidak memakai Trichoderma sp hanya menghasilkan 2,7 ton GKP. Jerami yang dikomposkan dengan Trichoderma sp mengandung nutrisi yang diperlukan tanaman padi yaitu unsur N, P, K yang biasanya didapat dari pupuk kimia. Peningkatan hasil padi dengan memakai Trichoderma sp juga tampak pada penanaman padi di Kalimantan Selatan yang telah menghasilkan sekitar 7 s/d 10 ton GKP per hektar.

CARA PERBANYAKAN STARTER Trichoderma sp PADAT
Petani dapat melakukan sendiri perbanyakan starter Trichoderma sp dengan cara sebagai berikut :
  1. Bahan. Bibit (starter Trichoderma sp F1, dapat diperoleh di UPTPH Distan), Beras 6 kg (untuk 1 hektar lahan), Alkohol, Air bersih, Kapas, Kantong Plastik, Lilin, Selotif dan Minyak tanah sebagai bahan bakar kompor.
  2. Alat : Ember, baskom, Staples, Kipasan, Dandang, Nyiur, Sendok, Centong dan kompor.
  3. Penyiapan Media. Beras direndam selama 30-60 menit, selanjutnya cuci sampai bersih kemudian ditiriskan lalu dikukus hingga setengah masak, angkat dan dinginkan.
  4. Pengantongan. Media (nasi setengah masak) yang telah dingin dimasukan kedalam kantong plastik, dibentuk gulungan kemudian diselotif, selanjutnya dimasukkan kedalam dandang untuk proses strerilisasi.
  5. Sterilisasi. Kukus media tersebut selama 2-3 jam, setelah itu angkat dan dinginkan.
  6. Inokulasi.Tularkan jamur Trichoderma sp dari tabung reaksi kedalam media beras kemudian tutup kemasan/kantong plastik dengan staples atau lilin. Perlu diperhatikan, proses inokulasi tersebut diusahakan dilakukan diruangan yang steril.
  7. Inkubasi. Susun kemasan yang berisi media dan Trichoderma sp secara berjajar dan simpan pada tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung, setelah 4-7 hari media akan ditumbuhi oleh jamur, pada awalnya berwarna putih kemudian berubah menjadi hijau, selanjutnya media siap diaplikasikan.
  
CARA APLIKASI/PEMAKAIAN
  1. Kumpulkan jerami yang akan dikompos (6 s/d 9 ton).
  2. Hamparkan jerami dengan ketinggian sekitar 20 - 30 cm.
  3. Ambil Starter Trichoderma sp yang sudah jadi, masukkan ke dalam air di ember dan diremas-remas, saring, isikan ke dalam gembor penyiram.
  4. Siramkan merata lapisan pertama jerami,
  5. Tutup lapisan pertama dengan jerami berikutnya, lalu siramkan lagi Trichoderma, demikian seterusnya hingga jerami habis.
  6. Biarkan jerami mengalami penguraian selama 2-3 minggu. Kompos jerami yang telah matang siap di padu dengan tanah di lahan sawah pada saat pengolahan tanah.
  7. Lahan siap ditanam tanpa perlu tergantung penuh pada pupuk kimia lagi. Pupuk Superphos / Sp-36 mungkin masih diperlukan sedikit untuk membantu kekurangan unsur P.
  8. Panen meningkat hasilnya dan biaya produksi menurun sehingga petani dapat menikmati hasil panen lebih baik dari sebelumnya.

UJI LABORATORIUM
Komposisi jerami padi yang diuraikan dengan Trichoderma sp telah diuji kandungannya di Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak dengan hasil yang sangat baik, yang memberikan gambaran kandungan unsur N, P dan K pada kompos jerami padi.

sumber:http://cybex.deptan.go.id
sumber gambar :http://isroi.wordpress.com

Sawah Negara untuk Petani

undang-undang pertanian
Satu malam di Metro tv ada acara sentilan-sentilun, kebetulan menghadirkan bintang tamu menteri pertanian dan audien persatuan petani tebu. banyak hal yang diperbincangkan di acara itu, mulai masalah harga gula, lahan tebu, pupuk dan masalah-masalah lain dalam pertanian tebu.

Tapi ada satu hal yang menarik dari acara itu bagi saya, seorang petani. yaitu ketika menteri pertanian menjelaskan bahwa sudah ada undang-undang perlindungan dan pemberdayaan petani. Ternyata Undang-undang tersebut sangat manis bagi seorang petani kecil seperti saya.

Dalam undang-undang tersebut ada pasal tentang asuransi pertanian, yang melindungi petani dari gagal panen, baik karena hama, bencana, dan perubahan iklim.

Dan yang tak kalah menarik adalah pasal 58 ayat 2 tentang jaminan kemudahan dilakukan dengan memberikan kemudahan untuk memperoleh tanah negara bebas yang diperuntukan atau ditetapkan sebagai kawasan Pertanian. kalau menurut pasal tersebut petani akan diberi paling luas 2 hektare tanah negara bebas yang telah ditetapkan sebagai kawasan Pertanian kepada Petani, yang telah melakukan Usaha Tani  paling sedikit 5 (lima) tahun berturut-turut.

Sebagai petani kecil yang tidak tahu bagaimana tafsir sebenarnya dari ayat tersebut dan bagaimana implentasinya, ( yang jelas sangat tidak mungkin jika semua petani diberi 2ha lahan) tapi saya pribadi, yang layak diimpikan adalah dari undang-undang tersebut adalah jaminan stabilitas harga baik saat panen atau tidak. tentu ini berkaitan dengan kebijakan impor.

Pasti jadi harapan semua pihak jika kemandirian dan  profesionalisme petani dapat terpupuk dan terlindungi dengan undang-undang ini.

Durian Unggul Desa Bendolo

durian unggulan
Melakukan perjalanan ke desa Bendolo pada bulan Pebruari seperti ini, tentu akan jadi pengalaman yang asik bagi pecinta buah Durian. Pada bulan ini disepanjang jalan ke Desa Bendolo dihiasi buah durian yang sudah diikat, menandakan buah mulai masak.
Para pedagang dengan keranjang yang terpasang pada kanan kiri sepeda motornya terus berkeliling mencari buah Durian yang benar-benar siap petik.

durian unggulan

Tapi dari semua pohon durian yang tertanam di sepanjang jalan, ada satu pohon yang cukup menarik perhatianku, sebuah pohom durian tua yang seluruh dahannya menjulur tepat diatas jalan. dari segi penampilan, buah durian ini terlihat lebih besar dari kebanyakan pohon lainnya, juga dalam satu tandan ada lebih dari satu buah dengan ukuran yang nyaris seragam dan tampilan kulitnya terlihat mulus dan lebih cerah.
karena si pemilik juga tidak tahu jenis durian ini, serta buah durian ini belum masak, jadi belum bisa menggambarkan bagaimana rasa tekstur dan aromanya.
Yang jelas dari penampilan luarnya terlihat berbeda dan jika dikembangkan pasti bisa jadi durian unggulan dari Desa Bendolo. Menurut pendapat pribadiku.

durian unggulan

Sebenarnya, sebelumnya seorang teman pernah menunjukkan foto durian dari desa Bomo,(desa yang bersebelahan dengan desa Bendolo) kalo dari fotonya berat durian tersebut mungkin lebih dari 12kg. dalam satu pohon hanya ada 20 buah dan dibeli seharga 2juta. sayangnya fotonya sudah terhapus :(.
Berdasarkan hal itu Saya rasa jika dikembangkan dengan serius, durian memiliki potensi untuk jadi produk unggulan baik untuk desa Bendolo atau secara umum produk unggulan Kabupaten Nganjuk, atau bisa saja durian dijadikan daya tarik wisata selain air terjun Sedudo tentunya.
Agrowisata "BELAH DUREN" Desa Bendolo Kabupaten Nganjuk