Evaluasi Hasil Panen Musim Tanam kedua 2013


Seperti pada tulisan sebelumnya, ditengah naiknya harga BBM, petani di desaku mengalami penurunan hasil panen yang sangat signifikan, kondisi lingkungan yang seharusnya menurut musim adalah kemarau, ternyata hujan dan mendung masih mendominasi hari-hari pertumbuhan padi (kemarau basah).

opt tanaman padiPada musim tanam pertama hasil panen rata-rata 8 ton per ha, sementara hasil panen yang paling bagus pada musim tanam kedua kali ini adalah 5 ton per ha. ada yang kurang dari itu. ketika memulai tanam, petani beranggapan musim akan kemarau jadi biasanya nutrisi (pupuk harus ditambah) sedangkan yang terjadi adalah curah hujan tetap tinggi. akibat pemberian pupuk yang lebih apalagi pupuk dengan unsur N padi tumbuh lebat, tinggi dan batang kurang kuat sehinga bisa dipastikan padi mudah roboh akibat terpaan angin yang menyertai hujan. sedangkan lebatnya padi meningkatkan serangan kresek dan blast dan pada area tertentu yang tanamannya padi tidak putus, hama wereng mengalami ledakan populasi.
padi roboh

Tetapi untuk padi yang tidak roboh dan serangan OPT yang rendah juga mengalami penurunan hasil panen, apakah hal ini karena masa antara padi mulai berbunga sampai panen matahari jarang bersinar? itu yang masih butuh analisayang lebih mendalam.

Yang jadi pertanyaan, kadang di media ada yang mengklaim bisa menghasilkan 15 ton per ha bahkan lebih, bagaimana caranya? sementara jika padi lebat sedikit saja maka resiko terserang opt dan roboh sangat tinggi dan jika itu terjadi bisa dipastikan hasil panen akan berkurang drastis.

Jadi untuk saat ini sepertinya profesi petani bukan lagi profesi sederhana, karena tantangan baik dari alam maupun tantangan dari pasar menuntut petani untuk memperkaya diri dengan ilmu tentang bagaimana memperlakukan tanaman, menghargai alam, dan membaca pasar tentunya. yang pada akhirnya bisa sedikit menggurangi tingkat kerugian dalam bertani.

sumber gambar

Panen Pertama Setelah BBM Naik.

Akhirnya panen juga, setelah 85 hari menanti, berjuang mengatasi OPT yang menggila dan bertahan dengan kondisi alam yang katanya tidak normal karena meningkatnya suhu permukaan laut.
meski, pada panen kali ini hasilnya turun 1,5 ton dari hasil panen musim tanam kemarin.
Sedangkan harga gabah mulai meloncat naik, tentu ini karena efek naiknya harga BBM. berbanding terbalik dengan harga tebasan padi di sawah, karena penampilan padi pada musim tanam kali ini kurang bagus, harga tebasan hanya Rp,15.000.000,- per Ha. itupun penebasnya kadang masih merugi. apalagi petaninya ya?
Dan apapun Rintangannya kami tetap bertani , dan tentu tak ada alasan untuk tidak bersyukur.

Setelah BBM Naik




Kenaikan BBM kali ini tepat saat petani di desaku akan mulai panen, meski sebenarnya ada rasa kecewa. ya,, sebagai rakyat hanya bisa tunduk pada keputusan pemerintah. satu hal yang pasti akan terjadi perubahan dalam hitungan biaya produksi produk pertanian.
Dan Sayangnya musim tanam kali ini hasil panen kurang begitu bagus, karena anomali cuaca OPT semakin  ganas. mulai wereng, penggerek batang, terakhir padi roboh karena kerasnya tiupan angin. Yang semua itu membuat menurunnya kualitas dan kuantitas panen padi.
kondisi yang membuat kehidupan petani jadi agak sulit,,
Tapi jangan kuatir bagi kami sekali bertani tetap bertani hehe. karena bertani adalah orang yang terpilih..
Anda mau jadi petani?

Sumber gambar