Kedelai Lokal Dan Kedelai Import


Kedelai bukan dari Indonesia :(....

stock photo : Close up photo of soy bean after harveststock photo : field beans soybeans in early autumn

Kedelai hasil jerih payah petani indonesia :).....

kedelai siap panen
kedelai hasil panen petani

Gambar Unik Perbandingan Proses Panen Kedelai

Lahan kedelai di negara Brazil dan mesin panennya...
kedelai di negara brazil



mesin panen kedelai




Lahan kedelai disebuah desa kecil di negara Indonesia dan petani yang sedang memanennya..

panen kedelai di indonesia

lahan kedelai di indonesia

Musim Tanam Ke-4

Persiapan musim tanam ke-4, dimulai dengan pengurangan daun jagung (dau paling bawah sampai daun dibuah)
penjarangan daun jagung

Daun jagungnya bisa dimanfaatkan untuk pakan ternak. Setelah dibersihkan, lahan siap ditanami komoditas pilihan anda, biasanya kacang hijau, kedelai, kacang panjang, mentimun dll. pastikan pilih yang berumur pendek.

persiapan musim tanam ke-4

jagung super

Jagung siap panen....................

tanaman jagung

Jagung dibawah jagung yang telah berumur 25 hst.

jagung dibawah jagung

habis jagung terbitlah jagung

Prakiraan Musim Hujan 2012 Di Indonesia


Prakiraan Musim Hujan 2012 Di Indonesia

Wilayah Indonesia berada pada posisi strategis, terletak di daerah tropis, diantara Benua Asia dan Australia, diantara Samudera Pasifik dan Samudera Hindia, serta dilalui garis katulistiwa, terdiri dari pulau dan kepulauan yang membujur dari barat ke timur, terdapat banyak selat dan teluk, menyebabkan wilayah Indonesia rentan terhadap perubahan iklim/cuaca.

Fenomena yang mempengaruhi iklim di Indonesia :

a. El Nino dan La Nina

b. Dipole Mode

c. Sirkulasi Monsun Asia - Australia

d. Daerah Pertemuan Angin Antar Tropis (Inter Tropical Convergence Zone / ITCZ)

e. Suhu Permukaan Laut di Wilayah Indonesia

Prakiraan Musim Hujan 2012 secara umum dapat disimpulkan sebagai berikut:

1) Awal Musim Hujan 2012/2013 di 342 Zona Musim (ZOM) diprakirakan umumnya mulai bulan Oktober 2012 sebanyak 122 ZOM (35.7%) dan November 2012 sebanyak 116 ZOM (33.9%). Sedangkan beberapa daerah lainnya awal Musim Hujan terjadi pada Juli 2012 sebanyak 3 ZOM (0.9%), Agustus 2012 sebanyak 10 ZOM (2.9%), September 2012 sebanyak 26 ZOM (7.6%), Desember 2012 sebanyak 55 ZOM (16.1%), Januari 2013 sebanyak 1 ZOM (0.3%), Maret 2013 sebanyak 6 ZOM ( 1.7%), April 2013 sebanyak 2 ZOM (0.6%), dan Mei 2013 sebanyak 1 ZOM (0.3%).

2) Jika dibandingkan terhadap rata-ratanya selama 30 tahun (1981- 2010), Awal Musim Hujan 2012/2013, sebagian besar daerah yaitu 189 ZOM (55.3%) sama dengan rata-ratanya dan 130 ZOM (38.0%) mundur terhadap rata-ratanya. Sedangkan yang maju terhadap rata-rata 23 ZOM (6.7%).

3) Sifat Hujan selama Musim Hujan 2012/2013 di sebagian besar daerah yaitu 223 ZOM (65.2%) diprakirakan Normal dan 108 ZOM (31.6%) Bawah Normal. Sedangkan Atas Normal yang 11 ZOM (3.2%).

Silahkan klik disini untuk mendownload Prakiraan Musim Hujan selengkapnya.
sumber

Jagung Umur 70 HST


jagung umur 70 HST


jagung umu 70 hst

Manfaat Bacillus sp Untuk Pertanian


Bacillus sp. merupakan salah satu kelompok bakteri gram positif yang sering digunakan sebagai pengendali hayati penyakit akar. Anggota genus ini memiliki kelebihan, karena bakteri membentuk spora yang mudah disimpan, mempunyai daya tahan hidup lama, dan relatif mudah diinokulasi ke dalam tanah. Bacillus sp. telah terbukti memiliki potensi sebagai agens pengendali hayati yang baik, misalnya terhadap bakteri patogen seperti R. solanacearum (Soesanto, 2008).
Bacillus sp. dapat menghasilkan fitohormon yang berpotensi untuk mengembangkan sistem pertanian berkelanjutan. Fitohormon yang dihasilkan bakteri tanah ini dapat memengaruhi pertumbuhan tanaman, baik secara langsung maupun tidak langsung. Secara tidak langsung fitohormon dari bakteri menghambat aktivitas patogen pada tanaman, sedangkan pengaruh secara langsung fitohormon tersebut adalah meningkatkan petumbuhan tanaman dan dapat bertindak sebagai fasilitator dalam penyerapan beberapa unsur hara dari lingkungan (Greenlite, 2009).

filtrasi steril dari kultur Bacillus subtilis diaplikasikan tiga kali seminggu mengendalikan penyakit karat pada tanaman kacang dilapangan nyata lebih baik dari fungisida mancozeb dengan aplikasi satu kali seminggu.

Fungsi Bacillus spp. (seperti Bacillus subtillis) antara lain dapat mengendalikan penyakit layu bakteri pada kentang dan meningkatkan hasil umbi kentang sampai 160%. Bacillus spp. dapat mengendalikan penyakit lincat pada tembakau dan penyakit layu bakteri pada biji tomat yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum pada tanaman tembakau
thank Bagus DW

Cara Praktis Dan Murah Menanam Mentimun

menanam mentimun dengan cara praktis dan murah

Gambar di samping adalah tanaman jagung berusia 90 hari, empat tanaman diikat jadi satu dan di satukan lagi dengan ikatan batang jagung terdekatnya. dan jadilah batang jagung tersebut lanjaran (plant stake) untuk tanaman merambat (seperti mentimun  kacang panjang, gambas dll).
murah dan praktis. dan ketika jaung sudah panen mentimun pada gambar disamping sudah berumur 10 hari, jadi ketika jagung masih berumur 80 hari mentimun sudah mulai ditanam setelah sebelumnya dilakukan penjarangan daun jagungnya.

Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

mengenal silika sebagai unsur hara tanaman
Silika sebagai Unsur Hara Tanaman

Silika termasuk unsur nonesensial bagi tanaman sehingga perannya kurang mendapat perhatian. Si berperan dalam meningkatkan
 fotosintesis dan resistensi tanaman terhadap cekaman biotik (serangan hama dan penyakit) dan abiotik (kekeringan, salinitas,
 alkalinitas, dan cuaca ekstrim). Silika (Si) adalah salah satu unsur
 hara yang dibutuhkan tanaman, terutama padi dan tanaman lain
yang bersifat akumulator Si. Namun, peran Si sebagai unsur hara
 yang dibutuhkan tanaman belummandapat perhatian. Meskipun
 bukan termasuk unsur hara esensial, Si dikenal sebagai unsur hara yang 
bermanfaat (beneficial element), terutama untuk tanaman
 padi dan tebu. Unsur Si dapat mendukung pertumbuhan yang sehat dan menghindarkan tanaman dari  serangan penyakit dan cekaman  suhu, radiasi matahari, serta defisiensi dan keracunan unsur hara.

Sejarah Penelitian Unsur Silika
 
Silika merupakan unsur kedua terbesar di kerak bumi, dan sebagian besar Si 
terdapat di dalam tanah. Dengan demikian, semua jaringan perakaran tanaman dalam
 tanah mengandung Si. Keberadaannya yang universal menyebabkan unsur ini belum banyak mendapat perhatian. Kandungan Si dalam tanah dianggap berlimpah untuk
 memenuhi kebutuhan tanaman.Perhatian terhadap unsur Si dimulai pada abad ke-19. Pada tahun 1862, Sachs mengamati peran Si dalam tanaman dengan
 membandingkan respons tanaman jagung yang diberi perlakuan 0,3% dan 9% Si dalam media tanam  hidroponik. Sachs menyimpulkan bahwa tidak ada perbedaan 
pertumbuhan jagung yang diberi 0,3% dan 9% Si. Sejak itu, Si dianggap
 sebagai unsur hara nonesensial bagi tanaman. Selanjutnya, penelitian  baik dalam aspek fisiologi maupun  kesuburan tanah.
 Beberapa temuan penting yang berkaitan dengan peran Si bagi tanaman padi adalah kandungan Si pada tanaman yang terinfeksi penyakit blas lebih rendah dibandingkan pada tanaman yang sehat. Varietas padi yang tahan penyakit blas memiliki 
kandungan Si lebih tinggi dalam jaringan tanaman dibanding varietas yang peka.
 Peran unsur Si secara fisiologi pertama kali dikemukakan oleh  Ohkawa dan 
Ishibashi (1936- 1939). Mereka menyatakan, defisiensi Si menghambat pertum buhan 
tanaman padi dan Si mengurangi jumlah gabah hampa.
Pengaruh Si sangat penting pada  tanaman padi yang dipupuk nitrogen takaran tinggi dimana daunnya menjadi lebih lunak dan rentan  terhadap penyakit. Hal ini 
menunjukkan bahwa Si berperan dalam menghambat dan mengurangi risiko akibat serangan penyakit.  Namun, berbagai temuan tersebut belum diaplikasikan di lapangan
 karena Si dianggap selalu tersedia di dalam tanah. Si secara konsisten
dilepaskan dari mineral tanah melalui proses pelapukan sehingga pemberian Si ke dalam tanah tidak  diperlukan. Selain itu, pupuk Si juga  belum tersedia saat itu.
 Pada tahun 1940-an, produksi  padi di Jepang menurun drastis  yang diduga karena penurunan  kesuburan tanah. Selanjutnya diketahui bahwa penurunan hasil tersebut disebabkan oleh defisiensi Si di dalam tanah. Belajar dari hal itu,  pupuk Si diberikan secara reguler pada tanah sawah di Jepang dan  Silika penting untuk mendukung pertumbuhan tanaman padi dan menghindarkan  tanaman dari serangan penyakit serta cekaman biotik dan abiotik.  penelitian Si pun berkembang, termasuk untuk tanaman padi. Di Indonesia, hingga saat ini belum ada penelitian komprehensif
 mengenai peran Si bagi tanaman. Beberapa studi menunjukkan bahwa tanah yang berasal dari bahan  induk abu vulkan memiliki kandungan Si tersedia lebih tinggi dibandingkan dengan tanah aluvial. Hasil penelitian terbaru menunjukkan, kandungan Si dalam air irigasi dan  tanah sawah di Jawa dan Sumatera menurun. Penurunan tersebut salah satunya disebabkan oleh retensi Si  di dalam waduk/dam.
 Berdasarkan hasil penelitian  tersebut, persepsi kita terhadap
 unsur Si harus diubah. Anggapan  bahwa tanah di daerah tropis mengandung hara Si berlimpah ternyata tidak tepat karena tanah  mengalami pelapukan yang intensif sehingga kehilangan hara termasuk Si juga tinggi. Kandungan total Si dalam tanah mineral sangat tinggi (±50%), namun ketersediaannya bagi tanaman  sering kali sangat rendah. Tingkat  ketersediaan hara Si bagi tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor,  yaitu suhu tanah, potensial redoks  (Eh), pH atau keasaman tanah, dan
 konsentrasi Si dalam larutan tanah.  Oleh karena itu, ketersediaan Si
 pada tanah sawah tidak berkorelasi  positif dengan kandungan total Si
 dalam tanah.  
Peran Silika bagi Tanaman

Tanaman akumulator Si membutuhkan unsur Si dalam jumlah banyak untuk 
pertumbuhannya. Tanaman akumulator Si terutama berasal dari famili Gramineae 
seperti bambu, padi, dan tebu serta tanaman tingkat rendah dari famili
Chlorophyta seperti alga. Si berperan dalam meningkatkan fotosintesis dan 
resistensi terhadap cekaman biotik dan abiotik.Mekanisme kekurangan Si pada tanah sawah dapat dijelaskan sebagai berikut. Tanaman padi sawah  membutuhkan banyak 
air untuk pertumbuhannya. Pada saat penggenangan, tanah sawah selalu dicuci
 dengan air sehingga unsur-unsur beracun dan kation basa seperti K, Ca, dan Mg 
menjadi tercuci. Pada saat itu, tanah menjadi sangat reduktif, kemudian Fe, Mn,
dan Si tereduksi dan selanjutnya larut dan turun ke tanah lapisan bawah. Ion sulfat juga tereduksi menjadi H 2S yang kemudian berubah menjadi Fe-S yang bersifat
 nontoksik dengan adanya unsur Fe. Namun, bila ketersediaan unsur Fe
 terbatas, H 2 S akan meracuni tanaman. Pada tanah sawah yang terdegradasi, Fe,
 Mn, dan Si tercuci lalu turun menuju ke lapisan tanah bagian bawah sehingga 
perakarantanaman teracuni H 2S. Pada kondisi seperti itu, tanaman yang
 awalnya tumbuh baik akan mengalami gejala layu pada daun bagian bawah dan muncul bercak-bercak coklat yang akhirnya menurunkan hasil secara drastis. Gejala ini disebut akiochi di Jepang. Kondisi seperti ini juga dapat terjadi pada
 tanah sawah di Indonesia, di mana hasil padi mengalami penurunan
 dari tahun ke tahun. Tanaman padi yang diberi perlakuan Si memiliki daun dan 
gabah yang sehat, sedangkan tanpa Si, daun menjadi rentan terhadap
 penyakit dan hama serta gabah tidak sehat. Di Indonesia, sampai
 saat ini belum ada penelitian tentang pengaruh unsur Si terhadap pertumbuhan 
padi. Namun, tingginya tingkat penurunan hasil akibat serangan hama dan penyakit blas serta banyaknya gabah hampa dapat menjadi indikasi gejala keku rangan Si 
pada tanah sawah intensifikasi. Makin intensifnya penanaman padi (2-3 kali 
setahun) akan makin menguras hara Si di dalamtanah bila tanpa dibarengi upaya
 mengembalikan unsur Si ke dalam tanah. Jerami dapat menjadi sumber hara Si dan K bagi tanaman padi apabila dikelola dengan baik. Namun, jerami biasanya dibakar
 sehingga tidak ada waktu untuk mendekomposisi jerami. Unsur hara Si juga penting bagi tanaman tebu. Hasil penelitian di Rusia lebih banyak melaporkan defisiensi Si pada tanaman tebu. Defisiensi Si pada tanah di perkebunan tebu disebabkan oleh tidak adanya pemupukan Si. Sementara itu, biomassa tebu sebagai sumber
 Si setelah panen biasanya diangkut dan dibakar sehingga tidak ada pengembalian 
Si ke dalam tanah (Husnain).

Balai Penelitian Tanah

Bagaimana Jika Robot Menanam Padi?


robot menanam padi


Beras adalah makanan pokok di Jepang, dan penanaman bibit padi merupakan pekerjaan yang melelahkan, namun penting, pekerjaan sejak zaman kuno. Petani (terutama perempuan) harus menghabiskan berjam-jam membungkuk di atas sawah berlumpur memasukkan bibit satu per satu. Pekerjaan ini membutuhkan pengalaman panjang dan baik mengasah keterampilan. Sekarang, sekelompok ilmuwan yang bekerja pada sebuah proyek yang akan menyerahkan tugas halus memasukkan bibit padi ke sawah kepada sebuah robot.

Membawa Hi-Tech untuk Farm
Mekanisasi pertama kali diperkenalkan ke pertanian padi di tahun 1800-an, meskipun dengan keberhasilan yang terbatas. Tapi robot yang dikembangkan oleh para ilmuwan di Pusat Penelitian Nasional Pertanian Pertanian Nasional dan organisasi reset bio-orientasi merupakan robot yang bisa bekerja tanpa campur tangan manusia.
Peneliti melakukan uji coba di Saitama Prefektur pada bulan April 2005 di mana robot menanam padi tanpa campur tangan manusia. Untuk menemukan jalan sekitar, perangkat bergantung pada sistem posisi global (GPS), yang juga digunakan dalam perangkat navigasi mobil.  sensor dan instrumen lainnya menghitung sudut dan arah gerakan mesin, yang dikendalikan komputer, sehingga robot memiliki pemahaman yang tepat tentang posisinya di sawah.
Robot ini diharapkan dapat menggunakan  teknik baru yang disebut panjang-mat hidroponik. Dalam metode ini, bibit padi yang dimasukkan ke dalam tikar sekitar 6 meter panjang dan kemudian digulung diplanter dan menanamnya di sawah. Tikar cukup ringan, sehingga mudah untuk mengangkut bibit, dan bila planter butuh isi ulang bibit tinggal memotongnya dari gulungan besar tadi.
Robot menggabungkan teknologi cocok untuk melaksanakan tugas ini. Hal ini dapat bergerak melintasi sawah di arah yang sangat tepat, dalam margin 10 sentimeter kesalahan, bahkan ketika manusia tidak ada sekitar untuk mengontrolnya. Mesin ini juga dapat membuat U-turn on sendiri setelah mencapai tepi sawah untuk melanjutkan penanaman. Robot dapat menanam pada kecepatan 1.000 meter persegi setiap 20 menit tanpa harus reload bibit.

Harapan Baru untuk Pertanian Jepang
Bagi banyak orang yang bekerja di bidang pertanian, robot telah muncul pada waktu yang tepat. Orang-orang muda semakin sedikit yang bersedia mengambil alih peternakan tua mereka, dan mereka yang tetap di peternakan terus usia. Robot penanaman padi bisa membantu orang-orang dengan mengambil beberapa strain pekerjaan pertanian, dan dengan membuat pekerjaan lebih menarik dan menarik bagi generasi muda.
Robot adalah salah satu dari beberapa hi-tech inovasi yang sedang dikembangkan dalam bisnis pertanian. Radio kontrol perangkat, seperti perahu, sudah digunakan pada beberapa peternakan, sementara jenis lain berbagai robot yang sedang dikembangkan untuk panen buah dan sayuran. Sebagai contoh, sebuah organisasi di Yamagata Prefecture yang telah menggunakan bebek untuk menghancurkan gulma di sawah, bukan bahan kimia atau pupuk ingin beralih ke robot. Penelitian pada proyek sedang dilakukan di sekolah-sekolah tinggi teknis dan fasilitas lainnya.
Tujuan utama dari upaya ini adalah untuk menciptakan "peternakan robot" di mana hampir semua tugas, termasuk penanaman, pengendalian gulma, dan pemanenan dilakukan oleh mesin. Ini adalah sebuah tujuan ambisius, sebagai robot pertanian, tidak seperti sepupu industri mereka bekerja di pabrik-pabrik, harus beroperasi secara harmonis dengan alam. Meski begitu, saat dimana robot menggantikan pekerjaan manusia mungkin sudah dekat.

Aromatic Rice: Beras Beraroma Buah Dari Garut yang Tembus Pasar Ekspor

beras beraroma
Pernahkah anda memakan beras yang beraroma buah-buahan? Jika belum, mungkin ada baiknya pergi ke Garut. Orang Garut seperti tak pernah berhenti untuk berkarya dan berinovasi, terutama di bidang retail.


Setelah chocodot atau chocolate dodol, kini di Garut ada beras beraroma atau aromatic rice. Pasarnya pun tak hanya di Indonesia, bahkan sampai ke Dubai dan Arab Saudi.
Berawal dari hanya sekadar ingin membuat oleh-oleh khas Garut dan terinspirasi oleh keberhasilan chocodot, Andreas (26), pemilik CV Seribu Satu, mencoba menjadikan beras berbeda dengan beras lainnya. Beras unik, bisa dijadikan oleh-oleh khas Garut, tapi tak mengurangi rasa beras aslinya.
Andreas yang telah lama menekuni bisnis beras bersama keluarganya mencoba mengangkat beras lokal Garut menjadi beras beraroma atau aromatic rice. Dengan teknik tertentu, yakni memberi ekstrak buah-buahan ketika proses penggilingan beras. Dari beberapa kali percobaan, akhirnya pria lajang lulusan Politeknik Bandung ini menghasilkan beras beraroma, yakni aroma jeruk dan jambu.
Tak hanya beras beraroma, Andreas pun membuat terobosan baru dengan membuat  nasi liwet instan. Dari hasilnya membuat nasi liwet instan, Andreas membuat tiga varian rasa untuk produknya ini, nasi liwet instan rasa jambal, nasi liwet instan rasa jengkol, dan nasi liwet instan rasa pete.
Setelah launching pada bulan Juli 2010, permintaan akan beras aromatik dan nasi liwet instan buatan Andreas terus meningkat. Jumlah permintaan beras telah mencapai 5 ton per-packaging per bulan. Tak hanya pasar domestik seperti Jakarta dan Bandung, permintaan pun datang dari Dubai dan Arab Saudi.
Harga untuk produk beras aromatik ukuran 1 kg adalah Rp. 22.000, sementara nasi liwet instan dengan ukuran setengah kg dijual dengan harga Rp. 20.000.

Lebih Detil Tentang Subak: Berbagi Air, Berbagi Kebahagiaan


Oleh : Prof. I Gde Pitana
tanaman padi,subak
Subak merupakan or ganisasi petani di Bali yang mengelola air irigasi untuk anggota-anggotanya. Sebagai suatu organisasi, subak mempunyai pengurus dan awig-awig (aturan-aturan keorganisasian), baik tertulis maupun tak tertulis. Subak memiliki sumber air bersama. Sumber air bersama ini dapat berupa empelan (bendungan) di sungai, mata air, air tanah, ataupun saluran utama suatu sistem irigasi yang melingkupi beberapa subak.


Sebuah Subak mempunyai satu areal persawahan. Di hulunya terdapat sebuah atau beberapa Pura Bedugul atau pura yang berhubungan dengan persubakan.

Di seluruh Bali, terdapat tak kurang dari 1274 Subak. Semuanya didasari oleh ajaran Tri Hita Karana yang mengajarkan agar setiap orang selalu mengupayakan keseimbangan antara pengabdian manusia kepada Tuhan (Parahyangan) dengan pelayanan mereka terhadap sesame manusia (Pawongan), serta kecintaan merawat alam lingkungan (Palemahan) agar tetap lestari.


lahan tanaman padiSistem irigasi Subak mempunyai fasilitas fisik yang mirip dengan fasiitas irigasi yang dimiliki oleh system irigasi lain. Protitipe sistem fisik subak antara lain terdiri atas:
empelan (bendungan) yang berfungsi sebagai bangunan pengambilan air dari sumbernya
aungan (terowongan)
telabah (saluran primer)
tembuku aya (bangunan bagi primer)
telabah gede (saluran sekunder)
tembuku gede (saluran bagi sekunder)
telabah pemaron (saluran tersier)
tembuku pemaron (bangunan bagi tersier)
telabah penyahcah (saluran kuarter)
tembuku penyahcah (bangunan bagi kuarter) terdiri dari penasan untuk sepuluh anggota (kanca)
tembuku pengalapan (bangunan pemasukan air individual)
talikunda (saluran individual)

Subak juga mempunyai beberapa bangunan pelengkap seperti penguras(flushing), pekiuh (over flow) dan petaku (bangunan air terjun). Abangan(talang) juga umum ditemui pada subak. Demikian juga jengkawung (gorong-gorong).

subakUmumnya Subak mempunyai saluran pembuangan khusus. Air buangan dari satu petak sawah akan disalurkan kembali ke saluran irigasi.

Di samping fasilitas yang secara langsung digunakan untuk kepentingan irigasi, Subak juga mempunyai fasilitas upacara keagamaan berupa pura subak dengan berbagai tingkatan. Pura Subak yang paling umum adalah Pura Bedugul.

Di daerah-daerah Bangli dan Gianyar dikenal pura-pura Masceti yangdisungsung (disokong dan dihidupi) oleh sejumlah subak dalam satu wilayah tertentu. Pura Subak biasanya dilengkapi pula dengan Balai Timbang. Di samping pura subak, umumnya setiap petani anggota Subak juga mempunyai sanggah-sanggah pengalapan yakni bangunan kecil untuk sarana sembahyang yang ditempatkan di dekat bangunan pemasukan air ke sawah masing-masing (tembuku pengalapan). Tempat persembahyangan ini dikenal juga dengan sebutan sanggah catu pengalapan.

Kelembagaan
Subak adalah organisasi petani yang bergerak dalam pengaturan air irigasi lahan basah (sawah). Karena faktor pengikat utamnya adalah air irigasi, maka anggota suatu subak adalah petani pemilik atau penggarap sawah yang dilayani oleh suatu jaringan atau sub jaringan irigasi tertentu, tidak memandang dari desa mana anggota tersebut berasal. Dengan kata lain, subak adalah organisasi petani yangcanal based bukan village based.

Anggota suatu subak bisa berasal dari berbagai desa dan seorang petani dapat menjadi anggota beberapa subak. Walau ditemui adanya beberapa variasi tentang status keanggotaan dalam subak, secara umum anggota subak yang diistilahkan dengan karma subak dibedakan dalam tiga kelompok.
1. Krama pengayah (anggota aktif) yaitu anggota subak yang secara aktif terlibat dalam kegiatan-kegiatan subak seperti gotong royong pemeliharaan dan perbaikan fasilitas subak, upacara-upacara keagamaan yang dilakukan oleh subak, dan rapat-rapat subak. Di beberapa subak, anggota ini disebut juga karma pekaseh atau sekaa yeh.
2. Krama Pengempel atau Krama Pengoot (anggota pasif) yaitu anggota subak yang karena alas an-alasan tertentu tidak terlibat secara aktif dalamkegiatan-kegiatan (ayahan subak). Sebagai gantinya anggota ini membayar dengan sejumlah beras (atau uang) yang disebut pengoot atau pengampel. Besarnya pengoot ini biasanya disepakati dalam rapat subak menjelang musim tanam. Persyaratan untuk dapat menjadi anggota pasif bervariasi antar subak.
3. Krama Leluputan (anggota khusus), yaitu anggota subak yang dibebaskan dari berbagai kewajiban subak, karena yang bersangkutan memegang jabatan tertentu di dalam masyarakat seperti pemangku (pinandita di sebuah pura), bendesa adat (pimpinan desa adat), perbekel (kepala desa), ataupun sulinggih (pendeta, peranda, Sri Mpu, dan lain-lain).

Sebagai suatu organisasi, subak mempunyai unsur pimpinan yang disebut prajuru. Pada subak yang kecil struktur organsisi subak umumnya sangat sederhana yaitu terdiri dari anggota yang diketuai oleh satu orang ketua subak yang disebut kelihan subak atau pekaseh. Sedangkan pada subak-subak yang lebih besar, prajuru (pengurus) terdiri dari Pekaseh (ketua Subak),Petajuh (wakil pekaseh), Penyarikan (sekretaris), Patengan atau Juru Raksa(bendahara), dan Saya (pembantu khusus).

Prajuru subak, Kecuali Juru Arah dan Saya, dipilih oleh anggota subak dalam suatu rapat yang diadakan khusus untuk itu, untuk masa jabatan tertentu. Biasanya lima tahun. Sedangkan juru arah dan saya biasanya dijabat secara bergantian oleh anggota subak dengan masa tugas 35 hari atau 210 hari. Kedua perioda tersebut masing-masing satu bulan dan enam bulan menurut perhitungan penanggalan tradisional Bali.

Subak-subak yang besar biasanya terbagi menjadi sub subak yang disebut dengan Tempek. Di wilayah Badung, Tempek disebut dengan Munduk, sedangkan di Buleleng disebut BanjaranTempek atau Munduk atau Banjarandipimpin oleh seorang kelihan yang didampingi oleh penyarikan (sekretaris) dan juru raksa (bendahara).

Untuk tujuan-tujuan tertentu, seperti koordinasi dalam distribusi air dan upacara pada suatu pura, beberapa subak dalam suatu wilayah bergabung dalam suatu wadah koordinasi yang disebut Subak Gede. Subak-subak yang menjadi anggotaSubak Gede umumnya berada dalam satu kawasan irigasi. Namun, ada pula Subak Gede yang anggotanya adalah subak-subak yang memiliki sistem irigasinya masing-masing. Subak Gede dipimpin oleh Pekaseh Gede. Lebih jauh lagi, untuk tujuan koordinasi dalam kegiatan-kegiatan subak di sepanjang suatu aliran sungai, beberapa subak membentuk organisasi federasi subak yang disebut Subak Agung yang dipimpin oleh seorang Sedahan Agung.

Seluruh sistem organisasi subak tersebut dirancang dan diwarisi secara turun-temurun oleh masayarakat petani di Bali untuk kelancaran pembagian air di lahan persawahan yang merupakan penyangga utama kehidupan masyarakat dan adat istiadat di selama berabad-abad. Ya, sistem pembagian air itu merupakan cara bersama untuk berbagi kebahagiaan.

Sumber: “Subak Sitem Irigasi Tradisional di Bali”, Upada sastra , 1993.

12 Hal Yang Perlu Diketahui Tentang Beras


12 hal yang perlu diketahui tentang beras tahun 2012
Konsumsi beras di Asia menurun dengan cepat sebagai konsekuensi dari pertumbuhan ekonomi daerah, meningkatnya pendapatan dan perubahan gaya hidup terkait. Namun demikian, padi tetap tanaman Asia yang paling penting, karena terus menjadi sumber terbesar dari kalori bagi mayoritas konsumen yang miskin.Berikut adalah 12 hal yang perlu diketahui tentang beras.
  1. Konsumsi beras global diperkirakan meningkat dari 441 juta metrik ton (mmt) pada tahun 2010 menjadi sekitar 450 mmt pada tahun 2020, sebelum kemudian menurun menjadi hanya 360 mmt pada tahun 2050
  2. Penurunan konsumsi beras global akan didorong terutama oleh pertumbuhan pendapatan yang cepat di Asia, disertai dengan pergeseran besar-besaran tenaga kerja dari desa ke kota
  3. Pertumbuhan penduduk hanya terus mendorong konsumsi beras ke atas di Asia, dan pertumbuhan penduduk yang melambat di sebagian besar negara-negara di kawasan itu.
  4. Beras tetap menjadi sumber tunggal terbesar dari kalori bagi sebagian besar konsumen di Asia. Pada tahun 2007, beras menyumbang 29,3% dari kalori asupan di Asia.
  5. Sekitar 90% beras dunia diproduksi dan dikonsumsi dalam Asosiasi Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN)
  6. Pada tahun 1961, beras menyumbang 6,8% dari PDB di Asia Timur, 8,4% di Asia Selatan, dan 14,5% di Asia Tenggara. Pada tahun 2007, itu hanya 1,0% di Asia Timur, 2,7% di Asia Selatan, dan 3,8% di Asia Tenggara
  7. Konsumen Asia sekarang menghabiskan kurang dari 5% dari anggaran makanan mereka pada beras
  8. Dua tantangan utama untuk pasokan beras adalah volatilitas harga ekstrim akibat guncangan kebijakan dan ancaman terhadap produksi yang disebabkan oleh perubahan iklim dan produktivitas yang rendah.
  9. Pasar ekspor beras dunia relatif terkonsentrasi, dengan Thailand, Viet Nam, India, AS, dan Pakistan menyediakan hampir empat-perlima dari pasokan yang tersedia. 
  10.  Kenaikan 10% harga pangan, termasuk beras, bisa mendorong hampir 30 juta lebih orang India dan Bangladesh hampir 4 juta lebih ke dalam kemiskinan ekstrim.
  11. ADB membantu dengan perkembangan peraturan dan prosedur operasi darurat untuk beras cadangan ditetapkan sebagai bagian dari program Integrated Food Security, sebuah inisiatif yang didukung melalui Dana Jepang untuk Pengurangan Kemiskinan 
  12. Selain menjadi host murah hati untuk ADB, Filipina juga rumah bagi International Rice Research Institute (IRRI), yang mempertahankan International Rice Genebank, koleksi lebih dari 113.000 jenis beras
sumber

Cara Budidaya Edamame


budidaya edamame
Deskripsi
Edamame merupakan kedelai asal Jepang yang sangat dikenal. Bentuk tanamannya lebih besar dari kedelai biasa, begitu pula biji dan polongnya. Warna kulit polong bervariasi dari hitam, hijau, atau kuning.
Manfaat
Biasanya orang Jepang merebus polongnya yang muda sebagai cemilan saat minum sake.
Syarat Tumbuh
Sama halnya dengan kedelai biasa, kedelai jepang ini pun memerlukan hawa yang cukup panas dengan curah hujan yang relatif tinggi. Sehingga jenis ini cocok bila ditanam di Indonesia yang beriklim tropis. Pada umumnya, pertumbuhan tanaman akan balk pada tanah yang berketinggian tidak lebih dari 500 m dpl. Dengan drainase dan aerasi yang baik, edamame dapat tumbuh baik pada tanah-tanah alluvial, regosol, grumosol, latosol, dan andosol. Selain itu, ia menghendaki tanah yang subur, gembur, dan kaya bahan organik. Keasamaan tanah (pH) yang cocok untuknya berkisar antara 5,8-7,0. Tanah yang terlalu asam akan menghambat pertumbuhan bintil akar dan proses nitrifikasi. Sebagai indikator yang paling mudah adalah jagung. Bila tanah itu baik untuk jagung, maka baik pula untuk jenis kedelai ini.
Pedoman Budidaya
PENANAMAN Benih edamame bisa langsung ditanam tanpa penyemaian. Kebutuhan benih untuk 1 ha pertanaman adalah sekitar 720 g. Sebelum disemaikan, sebaiknya benih itu ditulari (inokulan) dulu dengan bakteri bintil akar, terutama kalau tanah yang akan diolah belum pernah ditanami kedelai. Inokulan dilakukan dengan cara benih edamame dicampur dengan tanah bekas tanaman kedelai yang subur dengan perbandingan 1:40. Bila tanah bekas tanaman kedelai susah didapat, bisa digunakan inokulan yang telah jadi yang banyak dijual di tempat pembelian saprotan (sarana produksi pertanian). Tanah diolah sampai menjadi gembur. Kemudian tanah itu dibuat bedengan berukuran 10 x 2 m dan parit di antara bedengan sebagai saluran pembuangan air. Dua hari kemudian, lahan diberi pupuk DS sebanyak 20 g/m². Selanjutnya benih ditanam dengan cara ditugal di atas bedengan yang sudah disiapkan dengan jarak tanam 20 x 20 cm. Tiap lubang tugalan diisi tiga benih. Kemudian dilakukan penyiraman secukupnya pada lubang tugalan dan tanah di sekitarnya hingga terlihat lembab.
Pemeliharaan
Penyiraman selanjutnya dilakukan dua kali seminggu karena tanaman edamame memerlukan banyak air, terutama saat pertumbuhan. Bila cuaca terlalu kering, maka frekuensi penyiraman perlu ditambah. Pemupukan dilakukan tiga minggu setelah tanam bersamaan dengan penyiangan. Pupuk yang digunakan antara lain Urea sebanyak 50 -100 kg/ha, PZOS sebanyak 45 – 90 kg/ha, dan K20 sebanyak 25-50 kg/ha atau ZK sebanyak 50-100 kg/ha. Urea berguna untuk merangsang aktifnya bintil akar.
Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman ini sama dengan yang menyerang kedelai biasa, antara lain sebagai berikut. Penyakit karat: Gejala penyakit ini adalah timbulnya bintik-bintik cokelat terutama di bagian bawah daun. Tepung sari akan bertaburan bila disentuh sehingga mengurangi penyerbukan. Pada serangan yang berat, polong banyak yang tidak terisi penuh. Penyebab penyakit ini adalah cendawan Phakopspora pachhyrhizi. Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara penggunaan varietas yang tahan terhadap serangan penyakit ini. Sedangkan pengendaliannya dilakukan dengan penggunaan fungisida Dithane atau Benlate dengan dosis 2 g/liter, terutama diberikan saat serangan belum terlalu berat. Penyakit bercak daun: Gejalanya hampir sama dengan penyakit karat, hanya saja bercaknya agak kuning dan terdapat warna merah kecokelatan di tengah bercak. Pada serangan berat, bercak-bercak menggabung/ membesar sehingga menyerupai daun yang mati. Penyebab penyakit ini adalah bakteri Xanthomonas phaseoli. Pengendalian dan pencegahannya sama seperti pada penyakit karat. Penyakit busuk batang: Gejalanya ditandai dengan busuknya batang, terutama pada tanaman muda, yang diikuti dengan kematian. Apabila kelembapan terlalu tinggi, serangan penyakit menjadi semakin hebat sehingga meyebabkan biji gagal berkecambah. Penyebabnya adalah sejenis cendawan Phytium sp. Pengendaliannya dilakukan dengan penggunaan fungisida Dithane atau Benlate berdosis 2 g/liter. Penyakit mosaik : Penyakit ini disebabkan oleh virus mozaik kedelai (SMV) yang ditularkan oleh vektor Aphis glicines atau melalui cairan tanaman dan biji. Pengendaliannya dilakukan dengan cara menghindari penggunaan benih dari tanaman yang telah terinfeksi dan memberantas vektornya dengan insektisida. Hama kumbang daun kedelai (Phaedonia inclusa): Larva dan kumbang dewasa menyerang hampir semua bagian tanaman edamame (kedelai), terutama yang masih muda. Serangannya sering dijumpai pada pagi dan sore hari. Siklus hidup kumbang ini adalah 20-21 hari. Sehingga dalam satu kali musim tanam, edamame dapat diserang oleh 2-3 generasi kumbang: Pemberantasannya adalah dengan menyemprotkan Azodrin Karphos dan Tamaron berkonsentrasi sekitar 1-2 cc/liter, tergantung umur tanaman. Lalat bibit (Agromiza phaseolr): Serangannya ditandai dengan adanya bercak-bercak pada keping biji atau daun pertama tanaman muda. Selanjutnya larva lalat ini menyerang pangkal batang dan pangkal akar sehingga daun menjadi layu, menguning, kemudian mati. Jika tanaman yang terserang dicabut, akan terlihat larva pupa, atau kulit pupa di antara batang atau akar dan kulit. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Azodrin, Surecide, Tamaron, Karphos, dan Furadan berkonsentrasi 1-2 cc/liter. Insektisida ini disemprotkan seminggu setelah tanam sampai tanaman berumur sebulan dengan selang seminggu setiap penyemprotan. Apabila menggunakan Furadan, harus diberikan pada saat tanam dengan dosis 2 – 3 butir per lubang tanaman. Kepik polong (Riptortus linearis): Serangannya ditandai dengan mengempisnya polong karena imago dan nymphanya mengisap dan merusak polong. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Bayrusil ber-dosis 1- 2 cc/liter. Kepik hijau (Nezara viridula): Serangannya ditandai dengan mengempisnya polong karena imago dan nymphanya juga mengisap polong dengan jalan menusuk. Perbedaannya dengan kepik polong adalah warna kepik ini hijau. Pengendalian serangan dilakukan dengan menyemprotkan Azodrin berdosis 1- 2 cc/liter. Ulat prodenia (Prodenia litura): Serangannya ditandai dengan keroposnya jaringan epidermis tanaman. Daun geripis karena dimakan oleh larva ulat dewasa. Pengendalian serangan dengan insektisida akan lebih efektif dilakukan pada pagi atau sore saat ulat ini aktif. Atau, disemprotkan dari bawah ke atas karena ulat ini bersembunyi di permukaan daun bagian bawah. Penggerek polong kedelai (Etiella zinckenela): Serangannya ditandai dengan berlubangnya polong karena larvanya melubangi, masuk, dan tinggal di dalam polong. Pengendalian serangan dilakukan dengan mengg
Panen dan Pasca Panen
Edamame dapat dipanen pertama kali saat berumur 45 hari, tergantung varietasnya. Kalau lebih tua lagi, hasilnya tidak disukai konsumen. Pemanenan tidak dapat dilakukan serentak karena harus diseleksi. Polong yang akan dipetik adalah yang sudah siap dikonsumsi. Bijinya harus kelihatan bernas, tetapi warnanya belum kekuningan dan rambutnya belum banyak. Biasanya yang dipilih hanyalah polong yang berisi tiga biji dan tonjolan biji pada polong terlihat besar. Panen terus berlanjut hingga umurnya sekitar 65 hari.

sumber
gambar