Tanaman Pembunuh Sel Kanker Payudara

Sampai saat ini kanker masih menjadi penyakit yang paling mematikan bagi umat manusia dengan jumlah korban yang sangat banyak tiap tahunnya. berbagai cara terus diupayakan untuk menemukan cara yang palig efektif dalam penanganan penyakit ini. Salah satu cara adalah memanfaatkan bahan-bahan dari alam.

Sesuai riset yang diterbitkan Life Science, artemisinin, telah digunakan sebagai bagian dari pengobatan Cina dan dapat membunuh 98% sel kanker payudara.  tanpa mempengaruhi sel-sel yang sehat.

Sebelumnya, artemisinin digunakan sebagai obat antimalaria, tapi telah terbukti bahwa hal itu dapat melawan kanker secara efektif. dan selektif menyerang sel-sel kanker dan meninggalkan sel-sel sehat.

Daun artemisinin  Rasanya yang pahit sebagai akibat dari kandungan absinthin dan anabsinthin. Di alam hasil artemisinin bervariasi antara 0,1-1,8 persen. Daun Artemisia mengandung sekitar 89 persen dari total artemisinin yang terkandung pada tanaman yang tersebar di 1/3 daun bagian atas (41,7 persen); 1/3 bagian tengah (25 persen) dan 1/3 bagian bawah (22,2 persen).

Hingga sekarang ini, sangatlah susah untuk memperoleh ekstrak tanaman ini dengan harga rendah. Namun, dengan meningkatnya keinginan atas tanaman ini, harga yang di tawarkan perlahan-lahan mulai dapat di terima orang-orang. Produsen farmasi Perancis " Sanofi " berupaya menghasilkan seputar 50-60 ton artemisinin tiap-tiap tahunnya, serta mengharapkan jumlah itu bisa memenuhi keinginan pasar dunia.

Kabar baiknya Daun Artemisin di jawa populer dengan nama Kenikir, daun yang lazim digunakan sebagai bahan lalapan pendamping Nasi Pecel yang menjadi menu sarapan wajib petani saat bekerja di sawah :), atau urap-urap saat membuat panggang ayam saat musim panen tiba. Ternyata tanaman yang sebelumnya kita anggap remeh, "karena kenikir pasti tumbuh liar dan jika kita tinggal di Desa pasti dengan mudah mendapatkannya" memiliki manfaat yang cukup banyak dan luar biasa.

Sumber : Foto Om Joze





Alasan Metode Jajar Legowo Sulit Diterapkan

Metode tanam Jajar Legowo sampai saat ini masih jarang diterapkan, meski berdasarkan informasi metode ini berpotensi dapat meningkatkan hasil panen hingga 10 %, Jajar legowo berarti  “Legowo” di ambil dari bahasa jawa yang berasal dari kata “Lego” yang berarti Luas dan “Dowo” yang berarti panjang. Tujuan utama dari Tanam Padi dengan Sistem Jajar Legowo yaitu meningkatkan populasi tanaman dengan cara mengatur jarak tanam dan memanipulasi lokasi dari tanaman yang seolah-olah tanaman padi berada di pinggir (tanaman pinggir) atau seolah-olah tanaman lebih banyak berada di pinggir. Tetapi, kenyataannya metode ini masih sulit diterapkan di kalangan petani, bahkan sampai harus ada program subsidi bagi yang mau menerapkan metode tanam jajar legowo ini.

Mengapa metode tanam ini sulit diterima petani, berikut Kendala-kendala yang menyebabkan  metode jajar legowo sulit diterapkan;
  1.  Mahalnya biaya tanam jika dibanding metode konvensional

Sebagai gambaran, metode konvensional pada musim biaya tanamnya mencapai 850.000 per hektar, ditambah dengan biaya makan pasti perhektar mencapai 1000.000. sementara jika dengan metode jajar legowo, biaya tanam mencapai 1.400.000

    2.  Hasil panen yang belum pasti

Dari segi hitungan, baik jika menghitung populasi tanam dan pola tanam yang memungkinkan semua tanaman mendapat pasokan udara dan sinar matahari yang cukup maka metode ini diyakini bisa meningkatkan hasil panen padi hingga 10 persen. hanya saja dari beberapa kali demplot, metode jajar legowo di desa saya ternyata tidak bisa memperoleh hasil sesuai yang diharapkan. Kalaupun ada peningkatan, peningkatan tersebut bisa dicapai dengan metode tanam biasa.

Tetapi saya pribadi mengakui bahwa dengan metode tanam jajar legowo, memudahkan kontrol (pengamatan) terhadap tanaman padi dan memperlancar proses perawatan. Akhirnya dengan alasan tersebut pada musim tanam ini perjarak 3 meter dibuat jalur buat perawatan tanaman. 
Sampai saat ini, manfaat yang saya rasakan adalah mudahnya menjangkau bagian tengah lahan, tanpa harus menginjak tanaman padi, sedangkan untuk hasil panen apa ada perubahan dari sebelumnya tentu harus menunggu 3 bulan lagi.
tanam jajar legowo

tanam jajar legowo

Irigasi Modern untuk Tanaman Padi

Selama ini irigasi untuk tanaman padi yang diterapkan oleh petani tradisional adalah menggunakan sungai yang terbagi saluran primer, saluran sekunder, saluran tersier dan saluran kuarter. dan kebanyakan dari jaringan irigasi tersebut merupakan peninggalan belanda yang kondisinya tentu ada yang sudah waktunya direhabilitasi. Kondisi saluran irigasi yang kurang layak tersebut menyebabkan pengairan tanaman menjadi tidak efisien, dalam video berikut contoh sistem irigasi yang mungkin bisa diterapkan. Meski dalam skala kecil, petani tradisional kita sudah menerapkan pengairan menggunakan selang plastik dengan ukuran yang tidak sebesar yang terlihat di dalam video berikut.


"Peran" Pengoplos Pupuk dalam Pertanian Organik

Tertangkapnya beberapa pelaku pengoplos pupuk akhir-akhir ini, selain menimbulkan kegeraman di hati petani ternyata juga mampu menimbulkan hal positif. Berawal dari keluhan seorang petani ketikan pada musim tanam kali ini, ternyata untuk mencapai pertumbuhan padi seperti musim sebelumnya dibutuhkan jumlah pupuk yang lebih banyak. Faktor lambatnya perkembangan padi setelah dipupuk dan tampilan fisik pupuk yang tidak mudah larut (jenis NPK), menjadikan Petani ini terus menambah jumlah pupuk yang diaplikasikan pada tanaman padinya.

Meski belum tentu penyebab dari meningkatnya kebutuhan pupuk adalah kualitas pupuk yang menurun, tetapi karena akhirnya ada pengoplos pupuk yang tertangkap maka sangat wajar jika timbul kecurigaan bahwa pupuk yang beredar di kalangan petani ada yang sudah dioplos. Terlebih berdasarkan berita pelaku Pengoplos pupuk yang tertangkap adalah pemain lama yang sudah berulang kali tertangkap dengan kasus yang sama, dan tragisnya beberapa hari setelah ditangkap ternyata pelaku tersebut sudah bersantai di rumah. maka tentu tidak salah jika petani semakin tidak yakin akan kualitas pupuk yang dibelinya.

Hanya saja sudah menjadi sifat kebanyakan petani yang tidak banyak protes, karena protes pun tidak tau kemana harus protes maka solusi termudahnya adalah petani menghindari jenis pupuk yang sering dioplos dan yang menggembirakan petani dengan sadar mulai ada keinginan menggunakan produk-produk pupuk organik. 

Kita sepakat tindakan mengoplos pupuk merupakan tindakan jahat yang merugikan petani dan harus ditindak tegas, tapi jika akhirnya membuat petani secara sadar beralih menggunakan pupuk organik ,mungkin kita bisa memberikan "Award" bagi pengoplos pupuk. 

Menggunakan Traktor untuk Lahan Rawa

Sepanjang saya bertani, penggunaan handtraktor baik yang model sejenis G-1000 atau yang sejenis dan yang type Rotary, pengguna pasti berjalan di belakang traktornya. Tapi di video berikut handtraktor jenis Rotary ternyata bisa dikendarai dengan nyaman.Mungkin jenis traktornya yang berbeda dengan yang biasa digunakan petani di daerah saya ataukah pembajaknya yang lihai...