Kamis, 26 Februari 2015

Beras Langka Di Desa Penghasil Beras

Dan seperti biasanya saat mendekati panen harga padi/beras melonjak cukup tinggi. Dan lonjakan pada tahun ini mungkin tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan pengamatan pribadi. Tak terkecuali di Desa Ngadirejo, desa di Kabupaten Nganjuk yang menghasilkan Beras Berkualitas terbaik yang ditanam  oleh petani-petani yang bekerja penuh dedikasi.Tahun ini, harga padi disawah perhektar bisa mencapai Rp 36.000.000,- beras di Toko sudah mencapai harga Rp 11.000,- itupun barangnya tidak tersedia. dan kerennya lagi  Dedak untuk pakan ternak, harus ditebus dengan harga Rp 4000,- itupun di pasaran juga sudah jadi barang langka. Karena langkanya beras di pasaran, padi yang masih dalam kondisi hijau lebih 30 % sudah dipanen. Ini yang gak keren pasti kualitas beras yang dihasilkan juga tidak bagus. tapi karena godaan harga yang menggiurkan mau-tidak mau petanipun rela melepaskan padinya yang belum cukup umur.

Dengan biaya produksi tahun ini yang tidak terlalu besar, karena alam sedang bersahabat yang tentu saja karena kemurahan Allah SWT (hujan tepat waktu dan tepat takaran, angin yang biasanya menjadi musuh alami petani musim inipun hanya berhembus dengan lemah gemulai dan hama yang jika pada tahun-tahun lalu selalu menimbulkan konflik batin, musim inipun seperti malu-malu, Alhamdullilah). Melihat semua tanda-tanda alam tersebut dipastikan keuntungan petani musim ini akan lebih besar dibanding tahun lalu.

Meski dalam sanubari kami yang terdalam, kami juga kasian jika Masyarakat terutama yang tidak menghasilkan Beras harus keluar biaya lebih untuk membeli beras, tapi dalam sanubari kami yang lebih terdalam lagi selalu berharap semoga harga panen kami tahun-tahun berikutnya seperti saat ini. Kami juga ingin sejahtera lho. Bukankah jika dengan bertani bisa sejahtera maka kedepannya Negeri tercinta ini tidak akan kekurangan petani. Jika petani sejahtera, maka petani punya modal untuk berinovasi, mengembangkan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan kedepannya jika produksi meningkat beraspun tidak akan langka di pasaran.

Aminn,,

Selasa, 24 Februari 2015

5 Blog Tempat Belajar Bertani yang Asik

Saat ini sebagai Petani harus banyak belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, karena tantangan dalam bertani saat ini semakin komplek. Berikut adalah 5 Blog yang bisa menjadi tempat belajar tentang pertanian.



1. ISROI.COM
Dalam Blog isroi.com dengan motto Berbagi tidak pernah rugi, kita bisa menemukan banyak artikel yang berkaitan dengan budidaya pertanian organik, di Blog ini kita bisa belajar bagaimana membuat MOL, membuat Pupuk organik juga banyak artikel yang membahas tentang hormon tanaman.


 2. GERBANG PERTANIAN
Artikel-artikel yang ditulis oleh Mas Pary banyak membahas mengenai teknis budidaya pertanian mulai dari tanaman padi dengan segala varietasnya, palawija sampai sayur. Semua ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai foto-foto proses budidayanya.Termasuk jika ingin membeli beberapa produk pertanian seperti benih, agen hayati atau peralatan pertanian maka blog ini tepat untuk anda kunjungi


 3. LEMBAH PINUS
Dengan fokus utama menyediakan bibit buah-buahan. Banyak varitas baru yang masih sulit dijumpai di toko bibit pada umumnya dapat kita dijumpai di blog ini.



4. BPPINDONESIA.COM
Blog yang masih relatif baru ini muncul dengan metode baru untuk bertani, hal yang berusaha dikenalkan adalah penggunaan Booslem. Boosslem adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai bio reaktor yang digunakan untuk membiakan dan meningkatkan populasi mikroba aerob dengan biaya produksi yang murah.





5. TABLOID SINAR TANI
Karena merupakan Tabloid Blog ini pasti Update tiap hari, selain metode bertani blog ini juga banyak berisi artikel tentang peluang bisnis yang berkaitan dengan pertanian.

6. ANGIN-NGANJUK.BLOGSPOT.COM
Dipastikan anda tidak akan menemukan banyak ilmu di blog ini, penulis blog ini adalah petani yang pernah gagal nanam melon sebanyak 2 kali, gagal nanam cabai sampai 3 kali sehingga saat ini fokus pada tanaman padi, tapi masih belum bisa membedakan antara padi kena bakteri dan kena fungi. Tapi yang jelas anda akan mendapatkan cerita tentang indahnya menjadi petani.

Minggu, 22 Februari 2015

Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online

daftar harga beras termahal

Sudah menjadi impian banyak Petani jika mampu menghasilkan dan menjual produknya dengan harga mahal. Jika kita bicara tentang beras, maka yang ada hanya senyum getir karena ketika panen tiba yang terjadi adalah terjun bebasnya harga dibanding sebelum panen tiba. Banyak alasan yang dijadikan alasan untuk mejatuhkan harga dan alasan paling klasik adalah stok berlebih.
Tapi tahukah Anda ada beberapa Beras yang memiliki nilai jual fantastis?
Berikut ini adalah Daftar Beras Mahal yang Ditawarkan Situs Jual Beli Online ;

1. Ketan Pulu Mandoti 

Beras ketan yang hanya tumbuh di Desa Salukanan, kecamatan Baraka, kabupaten Enrekang Sulawesi Selatan. Ketan Pulu Mandoti ditanam di ketinggian 700 dpl dan jika dimasak maka aroma wanginya akan menyebar dalam radius yang luas. Dan uniknya meski bisa ditanam di desa lain tapi hasilnya tidak bisa sewangi dan seenak jika ditanam di Desa Salukanan.
Harga : Rp 20.000 /kg

 2. Hitomebore
Beras yang dibudidayakan di Prefektur Miyagi, sebuah wilayah di Negara Jepang ini memiliki textur yang lembut dan biasanya disajikan dalam bentuk Onigiri. 
Harga : Rp.64.500/kg

3. Beras Basmati
Beras yang berasal dari India dan Pakistan ini memiliki kadar Glukosa yang sangat rendah sehingga cocok untuk seseorang yang sedang diet glukosa. Karena manfaat untuk kesehatan yang cukup tinggi tak heran harga beras ini cukup mahal di pasaran.
Harga : Rp 75.000 /kg

4. Uonuma Koshihikari
Masih dari negara Jepang, Beras yang namanya  berarti "Cahaya Khosi" , dengan rasa manis, rasa pedas dan sedikit lengket, beras dalam kategori premium ini sangat cocok untuk sushi. Saat ini beras Koshihikari dibudidayajkan di daerah khusus, seperti Uonuma di prefektur Nigata . Disebuah situs beras ini ditawarkan dengan harga yang cukup mahal
Harga : Rp. 235.554 /kg

Beras-beras tersebut mahal jelas karena memiliki kelebihan yang tidak dimiliki beras lain, pertanyaannya adalah apa negeri kita hanya punya Beras Ketan  Pulu Mandoti, bagaimana dengan daerah lain? andaikan tiap daerah punya produk pertanian (beras) yang memiliki kelebihan dan tidak dimiliki daerah lain tentu  meningkatkan kesejahteraan petani ke level dua tingkat yang lebih tinggi pasti tidak sulit.
Semoga...

sumber: 
Common Grains
ekonomi.kompasiana
Gambar: zhalabe.blogspot.com

Sabtu, 21 Februari 2015

Manfaat Tanam Padi Serentak

Pasti sebagian besar petani sudah paham terhadap manfaat Tanam  Serentak, dalam hal ini pada tanaman padi. Ada beberapa manfaat dengan melakukan Pola Tanam Padi Serentak diantarannya :
  1. Pola tanam serentak memiliki manfaat untuk memutus siklus hidup hama.Jika diimbangi dengan pengendalian hama yang serentak maka rasio keberhasilan menekan populasi hama akan lebih tinggi. atau jika dipandang dari sisi negatif jikalaupun hama tidak bisa dikendalikan maka kita tidak sendirian menanggung kerugian.
  2. Selanjutnya adalah masalah irigasi, jika usia tanaman sama maka kebutuhan air akan sama.( Hal ini berlaku untuk lahan yang menggunakan pengairan dari saluran irigasi dan irigasinya kurang bagus). jika usia padi tidak sama maka kebutuhan air tidak sama hal inilah yang biasanya memicu konflik antar petani, karena ada petani yang butuh air dan ada petani yang padinya hampir mati karena kebanyakan air. Tentu hal ini tidaka akan terjadi jika pola tanam padinya serentak.
  3. Ini hal yang mungkin hanya terjadi di wilayah saya, adakalanya benih yang kita semai tidak tumbuh maksimal karena beberapa alasan. Maka jika dalam suatu wilayah itu masa tanam padinya serentak tentu akan sangat mudah memperoleh bibit padi sisa, gratis tinggal tanam dan tentu saja BIBIT UNGGUL
Tapi dengan segala manfaat itu sampai saat ini petani masih sulit diajak melakukan pola tanam padi serentak?
Hal ini tidak lepas dari pola pemasaran hasil panen yang masih mengandalkan tengkulak, ketika panen raya disuatu daerah sedang berlangsung maka harga komoditas tersebut pasti naik turun seperti jalanan di pegunungan, harga tinggi di awal panen dan selanjutnya banyak turunnya. Sehingga untuk memperoleh harga terbaik petani berlomba untuk dapat panen paling awal.

Selain itu keterbatasan tenaga kerja dibidang pertanian juga menghambat dilaksanakan pola tanam padi serentak.
tanam padi serentak

Jadi iming-iming mudahnya pengairan, pengendalian hama dan "Bibit Unggul" gratis tidak terlalu menggoda dibandingkan dengan tawaran harga tinggi bagi yang panen awal.

Mungkin jika kelak jalur pemasaran sudah dibenahi, harga komoditas hasil panen bisa lebih stabil dan petanipun dengan sendirinya mau menerapkan pola tanam padi serentak.

Jumat, 20 Februari 2015

Kendala Dalam Menggunakan Mesin Tanam Padi


Berkurangnya tenaga kerja dibidang pertanian adalah hal nyata yang dialami petani diberbagai wilayah, hilangnya minat generasi muda untuk berkarir di sektor pertanian adalah penyebab utama tidak adanya regenerasi pekerja di sektor ini. Maka Penggunaan Mesin Pertanian modern saat ini merupakan kebutuhan yang sudah sangat mendesak, meski dibeberapa jenis pekerjaan sudah menggunakan mesin pertanian, tapi ada beberapa  pekerjaan masih menggunakan tenaga manusia, salah satu yang belum terganti saat ini adalah proses Tanam Padi.

Pada musim tanam tahun ini Pak Mbong, petani desa Ngadirejo berkesempatan mencoba mesin tanam padi yang dimiliki oleh Gapoktan dari desa sebelah, biaya yang ditawarkan jauh lebih murah dari tanam konvensional. sebagai gambaran jika menggunakan mesin tanam padi biaya tanam 1 Ha hanya 1 juta (sudah termasuk benih dan biaya semai), sedangkan cara konvensional Rp.1.250.000 hanya untuk biaya tanam, biaya beli benih dan biaya persemaian belum termasuk.

Jadi ketika memutuskan mengunakan mesin tanam padi ini, pak Mbong hanya melakukan olah tanah saja, sementara proses pembenihan sudah dilakukan pemilik mesin tanam padi ini, benar-nenar praktis.
kendala menggunakan mesin tanam

Tetapi, kepraktisan mesin tanam padi ini sepertinya belum diimbangi dengan pengetahuan yang cukup. baik dari operator maupun pemilik sawah sendiri tentunya.Yang akhirnya memunculkan beberapa kendala dalam menggunakan mesin tanam padi

Kendala dalam menggunakan Mesin Tanam Padi tersebut adalah :
  • Mesin Tanam Padi ini hanya mampu menanam untuk bibit yang berukuran tinggi 8 cm.
  • Sistem olah tanah yang menghasilkan lumpur dengan kedalaman sekitar 20 Cm.
  • Pengapung pada kedua sisi mesin tanam padi yang cukup besar.
Ketiga hal tersebut menjadi kendala dalam penggunaan mesin tanam padi, karena lumpur hasil olah tanah yang cukup dalam (20 Cm), menyebabkan ketika mesin tanam padi ini berjalan kedua pengapung disisi kanan dan kirinya menimbulkan riak dan akhirnya bibit padi yang ketinggiannya hanya 8 Cm langsung tertimbun lumpur tanpa ampun. dan masalah lain adalah bibit yang bisa bertahan karena tidak tertutup lumpur, dengan ketinggian hanya 8 Cm harus bersaing dengan gulma (meski hal ini lebih karena olah tanahnya kurang bagus, sehingga gulma merajalela)

Pengalaman pertama Pak Mbong menggunakan Mesin Tanam Padi ini memang harus dibayar dengan biaya mahal, dengan banyaknya bibit yang tertimbun maka butuh pekerja tambahan untuk melakukan penyulaman. Meskipun begitu ada pelajaran yang berhasil diambil, dibeberapa tanah yang tidak terlalu berlumpur bibit tidak tertimbun dapat hidup dan menghasikan jumlah anakan yang luar biasa. Jadi, mungkin solusinya adalah : setelah olah tanah lahan harus didiamkan 3-4 hari sampai lumpur sedikit liat sehingga hal itu bisa mengurangi resiko bibit tertimbun lumpur. Sedangkan untuk masalah gulma yang tumbuh lebih cepat itu bisa diatasi jika olah tanahnya benar-benar rata, jadi bisa melakukan penggenangan agar gulma tidak tumbuh tapi tidak sampai menenggelamkan bibit padinya.

Meski sementara ini banyak Kendala dalam menggunakan Mesin tanam padi, tapi dengan dengan proses belajar dan inovasi pasti ke depan Mesin Tanam Padi ini akan menjadi solusi kelangkaan tenaga kerja di bidang pertanian.