Diberdayakan oleh Blogger.

Desain Lantai Pengering Padi yang Ideal

Pengeringan hasil panen merupakan proses yang sangat penting dari suatu usaha pertanian, dalam kondisi basah (apalagi panen saat musim penghujan) harga jual produk pertanian sepenuhnya ditentukan oleh tengkulak. bagi petani yang tidak bisa melakukan pengeringan, pilihan menjual hasil panen dengan harga murah lebih menguntungkan daripada hasil panennya rusak karena proses pengeringan yang tidak maksimal.
Proses pengeringan yang baik juga berpengaruh terhadap proses pengolahan hasil pertanian selanjutnya. Jika dalam hal ini adalah tanaman padi, pengeringan yang baik akan memperkecil resiko beras patah saat proses penggilingan. Dan sekali lagi adalah meningkatnya harga jual pada produk pertanian tersebut.
Melihat pentingnya proses pengeringan dalam usaha pertanian, maka bagi petani tradisional kebutuhan akan lantai pengering merupakan salah satu hal yang cukup vital, mengingat sampai saat ini proses pengeringan hasil panen pertanian sepenuhnya masih bergantung dengan panas matahari.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat akan membagun lantai pengering,
  1. Idealnya dalam membagun lantai pengering dipilih lokasi yang minim halangan sehingga cahaya Matahari dapat menyinari lebih lama.
  2. Untuk desain diupayakan pada tengah lantai pengering dibuat lebih tinggi sehingga ketika hujan air tidak menggenangi hasil panen yang telah dikumpulkan.
  3. Lantai pengering sebaiknya dibuat memanjang, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pengumpulan.
Berikut ini gambar sederhana desain lantai pengering yang bisa dijadikan acuan dalam membangun lantai pengering yang ideal. Untuk ukuran bisa disesuaikan dengan ketersedian lahan yang akan dibangun.

Kendala Pasca Panen Padi (Pengeringan)

Seperti pada postingan sebelumnya tentang 5 Alasan Harga Panen Padi Murah dimana salah satu kendala dalam bertani adalah pengolahan pasca panen. seperti pada musim penghujan saat ini, matahari yang tiap harinya lebih sering tertutup mendung. Tentu untuk mengeringkan Padi hasil panen butuh waktu ekstra dan tenaga ekstra yang berarti biaya ekstra.

Sebagai gambaran, untuk mengeringkan 1 ton padi dari kondisi Kering Panen sampai Kering Giling diperlukan lantai pengering seluas 80 meter persegi dengan waktu penjemuran kurang lebih 10 jam dan diperlukan pembalikan gabah tiap satu jam untuk membantu proses pengeringan.
Tentu bisa dibayangkan jika kondisi awal gabah lebih basah, lantai pengering lebih sempit dan matahari enggan bersinar tentu waktu yang dibutuhkan akan lebih lama. Dan berita gembiranya tidak semua petani memiliki lantai pengering yang memadai'

Sebenarnya beberapa hal telah dilakukan petani agar kerugian yang diakibatkan kurang maksimalnya proses pengeringan bisa diminimalisir ;
  1. Menjemur di Jalan aspal; Ini solusi mudah bagi petani yang tidak memiliki lantai pengering sendiri. mengganggu lalulintas? mungkin, tapi selama ini belum ada keluhan yang disebabkan penggunaan jalan untuk menjemur gabah.
  2. Memulai panen lebih siang, tujuan memulai panen setelah matahari bersinar adalah embun atau air yang ada di padi bisa berkurang. Tentu hal ini bukan hal yang mudah karena kebanyakan pekerja akan memulai pekerjaannya sepagi mungkin agar memanen padi lebih banyak.
Permasalahan yang terjadi saat pasca panen, bukanlah hal baru tetapi permasalahan klasik yang tidak pernah ada niat untuk dicari solusinya. Dan pola pikir petani sendirilah yang menghambat proses penyerapan teknologi terbaru dibidang pertanian. Ketika negara lain sudah memiliki pusat pengeringan padi dengan bantuan mesin, sementara bagi petani kita (contohnya saya), mengeringkan padi dengan mesin masih dalam daftar tunggu untuk dihayalkan.

proses pengeringan padi tradisional
Seperti gambar diatas, merupakan proses pengeringan padi yang mengandalkan panas matahari, yang merupakan metode warisan leluhur, sedangkan gambar dibawah adalah pusat pengeringan padi yang diambil dari situs http://www.fftc.agnet.org

mesin pengering padi

5 Alasan Harga Panen Padi Murah

Sudah menjadi bumbu dalam bertani jika harga jual saat panen selalu berfluktuasi, tinggi diawal jatuh kemudian. Meski sebenarnya harga jual ke konsumen relatif stabil. berikut 5 alasan yang sering digunakan tengkulak agar dapat membeli hasil panen  petani dengan murah:

1. Gudang Penuh
Tidak semua Tengkulak menjual langsung ke konsumen, mereka kadang masih setor ke pengepul yang lebih besar, nah ini yang biasanya dijadikan tengkulak sebagai alasan membeli dengan harga murah.
  
2. Tanaman kurang sehat 
Meski sekarang penggunaan pestisida dalam pertanian sudah menjadi hal yang lazim, tetapi untuk menghasilkan tanaman sehat bebas dari serangan hama penyakit masih merupakan idaman banyak petani. Jadi jika tanaman terkena serangan hama penyakit, bisa dipastikan akan menurunkan nilai jual, meski terkadang serangannya tidak terlalu parah.

3. Padi Terlalu Basah
Basah karena hujan, embun atau jika berkaitan dengan padi, basah karena roboh dan lahannya sedang tergenang air.  Sedihnya lagi jika petaninya tidak punya lantai pengering, pasti pilihanya ya harus dijual meski harganya gak sesuai dihati.

4. Varietas Padi
Beberapa varietas padi memiliki karakteristik yang kurang menarik harga jualnya, seperti beras patah, beras berkapur, kulit terlalu tebal yang berdampak pada berkurangnya hasil saat diproses menjadi beras. Untuk masalah yang satu ini kadang bukan saja harga jualnya yang turun lebih ekstrim kadang tengkulak tidak mau membeli. Sedih banget jika ini terjadi.
5. Matahari Enggan Bersinar
Di musim penghujan pasti ada kalanya matahari harus tertutup mendung, hal ini tentu akan membuat proses pengeringan hasil panen jadi bertambah lama dan tentu saja akan menambah biaya pengeringan. Pasti ini jadi alasan paling klasik untuk dapat menurunkan harga beli hasil panen. Dan petani yang tidak punya lantai pengering, pasti pasraah dengan tawaran yang diberikan oleh tengkulak.

hasil panen padi
Itulah 5 alasan yang paling sering digunakan tengkulak agar dapat memperoleh hasil panen dengan harga rendah.

Beras Langka Di Desa Penghasil Beras

Dan seperti biasanya saat mendekati panen harga padi/beras melonjak cukup tinggi. Dan lonjakan pada tahun ini mungkin tertinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, berdasarkan pengamatan pribadi. Tak terkecuali di Desa Ngadirejo, desa di Kabupaten Nganjuk yang menghasilkan Beras Berkualitas terbaik yang ditanam  oleh petani-petani yang bekerja penuh dedikasi.Tahun ini, harga padi disawah perhektar bisa mencapai Rp 36.000.000,- beras di Toko sudah mencapai harga Rp 11.000,- itupun barangnya tidak tersedia. dan kerennya lagi  Dedak untuk pakan ternak, harus ditebus dengan harga Rp 4000,- itupun di pasaran juga sudah jadi barang langka. Karena langkanya beras di pasaran, padi yang masih dalam kondisi hijau lebih 30 % sudah dipanen. Ini yang gak keren pasti kualitas beras yang dihasilkan juga tidak bagus. tapi karena godaan harga yang menggiurkan mau-tidak mau petanipun rela melepaskan padinya yang belum cukup umur.

Dengan biaya produksi tahun ini yang tidak terlalu besar, karena alam sedang bersahabat yang tentu saja karena kemurahan Allah SWT (hujan tepat waktu dan tepat takaran, angin yang biasanya menjadi musuh alami petani musim inipun hanya berhembus dengan lemah gemulai dan hama yang jika pada tahun-tahun lalu selalu menimbulkan konflik batin, musim inipun seperti malu-malu, Alhamdullilah). Melihat semua tanda-tanda alam tersebut dipastikan keuntungan petani musim ini akan lebih besar dibanding tahun lalu.

Meski dalam sanubari kami yang terdalam, kami juga kasian jika Masyarakat terutama yang tidak menghasilkan Beras harus keluar biaya lebih untuk membeli beras, tapi dalam sanubari kami yang lebih terdalam lagi selalu berharap semoga harga panen kami tahun-tahun berikutnya seperti saat ini. Kami juga ingin sejahtera lho. Bukankah jika dengan bertani bisa sejahtera maka kedepannya Negeri tercinta ini tidak akan kekurangan petani. Jika petani sejahtera, maka petani punya modal untuk berinovasi, mengembangkan ilmu yang bertujuan untuk meningkatkan hasil produksi dan kedepannya jika produksi meningkat beraspun tidak akan langka di pasaran.

Aminn,,

5 Blog Tempat Belajar Bertani yang Asik

Saat ini sebagai Petani harus banyak belajar dan mengikuti perkembangan teknologi, karena tantangan dalam bertani saat ini semakin komplek. Berikut adalah 5 Blog yang bisa menjadi tempat belajar tentang pertanian.



1. ISROI.COM
Dalam Blog isroi.com dengan motto Berbagi tidak pernah rugi, kita bisa menemukan banyak artikel yang berkaitan dengan budidaya pertanian organik, di Blog ini kita bisa belajar bagaimana membuat MOL, membuat Pupuk organik juga banyak artikel yang membahas tentang hormon tanaman.


 2. GERBANG PERTANIAN
Artikel-artikel yang ditulis oleh Mas Pary banyak membahas mengenai teknis budidaya pertanian mulai dari tanaman padi dengan segala varietasnya, palawija sampai sayur. Semua ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan disertai foto-foto proses budidayanya.Termasuk jika ingin membeli beberapa produk pertanian seperti benih, agen hayati atau peralatan pertanian maka blog ini tepat untuk anda kunjungi


 3. LEMBAH PINUS
Dengan fokus utama menyediakan bibit buah-buahan. Banyak varitas baru yang masih sulit dijumpai di toko bibit pada umumnya dapat kita dijumpai di blog ini.



4. BPPINDONESIA.COM
Blog yang masih relatif baru ini muncul dengan metode baru untuk bertani, hal yang berusaha dikenalkan adalah penggunaan Booslem. Boosslem adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai bio reaktor yang digunakan untuk membiakan dan meningkatkan populasi mikroba aerob dengan biaya produksi yang murah.





5. TABLOID SINAR TANI
Karena merupakan Tabloid Blog ini pasti Update tiap hari, selain metode bertani blog ini juga banyak berisi artikel tentang peluang bisnis yang berkaitan dengan pertanian.

6. ANGIN-NGANJUK.BLOGSPOT.COM
Dipastikan anda tidak akan menemukan banyak ilmu di blog ini, penulis blog ini adalah petani yang pernah gagal nanam melon sebanyak 2 kali, gagal nanam cabai sampai 3 kali sehingga saat ini fokus pada tanaman padi, tapi masih belum bisa membedakan antara padi kena bakteri dan kena fungi. Tapi yang jelas anda akan mendapatkan cerita tentang indahnya menjadi petani.